Jumat
17 April 2026 | 7 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kasus DBD Meningkat, PDIP Jatim Instruksikan Kader Bergerak Serentak hingga Akar Rumput

pdip jatim 251110 DW 2

SURABAYA — DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mengeluarkan instruksi wajib kepada seluruh struktur partai dan kader untuk bergerak aktif mencegah potensi wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah masing-masing.

Instruksi tegas tersebut dikeluarkan menyusul meningkatnya kasus DBD di sejumlah daerah di Jawa Timur, sekaligus menegaskan komitmen PDI Perjuangan agar tidak sekadar hadir secara simbolik, tetapi turun langsung menyentuh persoalan rakyat.

Instruksi kewaspadaan dan gerakan pencegahan DBD itu tertuang dalam Surat DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Nomor 014/IN/DPD/II/2026 tertanggal 5 Februari 2026, yang ditujukan kepada DPC, PAC, Ranting, Anak Ranting, anggota Fraksi PDIP DPRD kabupaten/kota, kepala daerah dan wakil kepala daerah, hingga seluruh kader partai.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menegaskan bahwa instruksi tersebut harus diterjemahkan dalam langkah konkret di lapangan, bukan sekadar seruan administratif.

“Ini bukan sekadar imbauan. Seluruh kader PDI Perjuangan wajib meningkatkan kewaspadaan dan mengambil peran aktif dalam pencegahan DBD. Partai harus hadir ketika rakyat menghadapi ancaman kesehatan,” tegas Deni di Surabaya, Jumat (6/2/2026).

Dalam instruksi tersebut, DPD PDIP Jatim memerintahkan kader untuk melakukan pemantauan aktif kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat, memperkuat koordinasi dengan tenaga kesehatan, puskesmas, dan rumah sakit, serta menggerakkan masyarakat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus secara berkelanjutan.

Selain itu, kader partai juga diminta mendorong pelaksanaan fogging di wilayah rawan DBD, dengan tetap berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan instansi kesehatan terkait, serta melakukan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pola hidup bersih dan sehat.

DPD PDIP Jatim juga mewajibkan seluruh jajaran partai melaporkan setiap kegiatan dan perkembangan di lapangan secara berjenjang sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut organisasi.

“Kesehatan rakyat adalah prioritas. Kader tidak boleh menunggu situasi memburuk baru bergerak. Pencegahan harus dilakukan sejak dini,” pungkas politisi muda yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Timur tersebut. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

PWI Jatim Anugerahi Said Abdullah, Dinilai Sukses Kelola Kebijakan Fiskal

MH Said Abdullah menerima penghargaan dari PWI Jawa Timur pada puncak Hari Pers Nasional 2026 di Surabaya, atas ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta OPD Surabaya Publikasikan Output dan Outcome Program ke Publik

Eri Cahyadi meminta OPD Surabaya mempublikasikan output dan outcome program untuk meningkatkan transparansi dan ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Tekankan Peran Media Kawal Kinerja DPR

Puan Maharani menerima penghargaan KWP Awards 2026 dan menegaskan peran penting media dalam mengawal serta ...
LEGISLATIF

Sawah di Pakusari Terdampak Limbah, DPRD Minta Pemkab Jember Pahami UU Pengelolaan Sampah

Pemkab Jember diminta memahami UU Pengelolaan Sampah setelah limbah mencemari irigasi dan mengancam 10 hektare ...
LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...