Sabtu
03 Oktober 2026 | 12 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kasus DBD Meningkat, PDIP Jatim Instruksikan Kader Bergerak Serentak hingga Akar Rumput

pdip jatim 251110 DW 2

SURABAYA — DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mengeluarkan instruksi wajib kepada seluruh struktur partai dan kader untuk bergerak aktif mencegah potensi wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah masing-masing.

Instruksi tegas tersebut dikeluarkan menyusul meningkatnya kasus DBD di sejumlah daerah di Jawa Timur, sekaligus menegaskan komitmen PDI Perjuangan agar tidak sekadar hadir secara simbolik, tetapi turun langsung menyentuh persoalan rakyat.

Instruksi kewaspadaan dan gerakan pencegahan DBD itu tertuang dalam Surat DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Nomor 014/IN/DPD/II/2026 tertanggal 5 Februari 2026, yang ditujukan kepada DPC, PAC, Ranting, Anak Ranting, anggota Fraksi PDIP DPRD kabupaten/kota, kepala daerah dan wakil kepala daerah, hingga seluruh kader partai.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menegaskan bahwa instruksi tersebut harus diterjemahkan dalam langkah konkret di lapangan, bukan sekadar seruan administratif.

“Ini bukan sekadar imbauan. Seluruh kader PDI Perjuangan wajib meningkatkan kewaspadaan dan mengambil peran aktif dalam pencegahan DBD. Partai harus hadir ketika rakyat menghadapi ancaman kesehatan,” tegas Deni di Surabaya, Jumat (6/2/2026).

Dalam instruksi tersebut, DPD PDIP Jatim memerintahkan kader untuk melakukan pemantauan aktif kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat, memperkuat koordinasi dengan tenaga kesehatan, puskesmas, dan rumah sakit, serta menggerakkan masyarakat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus secara berkelanjutan.

Selain itu, kader partai juga diminta mendorong pelaksanaan fogging di wilayah rawan DBD, dengan tetap berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan instansi kesehatan terkait, serta melakukan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pola hidup bersih dan sehat.

DPD PDIP Jatim juga mewajibkan seluruh jajaran partai melaporkan setiap kegiatan dan perkembangan di lapangan secara berjenjang sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut organisasi.

“Kesehatan rakyat adalah prioritas. Kader tidak boleh menunggu situasi memburuk baru bergerak. Pencegahan harus dilakukan sejak dini,” pungkas politisi muda yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Timur tersebut. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Cegah Kebakaran, Diana Sasa Dorong Pemkab Buat Satu Data Terpadu

MAGETAN — Satu data yang terpadu terkait bencana kebakaran menjadi salah satu faktor dalam upaya pencegahan. Hal ...
KABAR CABANG

Tujuh Hari Wafat Guruh, Ratusan Warga dan Kader PDIP Bangkalan Gelar Doa Bersama

BANGKALAN – Ratusan kader PDI Perjuangan dan masyarakat Kabupaten Bangkalan berkumpul untuk menggelar doa bersama ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Lantik Pengurus Ranting dari 4 Kecamatan

​MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus memperkuat konsolidasi organisasi ...
KRONIK

Buka Turnamen Mini Soccer, Bupati Fauzi Sebut Usia Dini Jadi Fondasi Penting Karakter Pemain

SUMENEP- Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa pembinaan sepak bola tidak boleh berhenti pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Minta Biro BUMD-BLUD Jatim Harus Dongkrak Dividen dan PAD

SURABAYA – Pembentukan Biro Pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Jawa ...
KRONIK

Terima DPRD Kota Mojokerto, Ketua DPRD Sumenep Tegaskan Pentingnya Transparansi Anggaran

SUMENEP – Penguatan transparansi anggaran dan pengawasan pembangunan menjadi fokus utama dalam pertemuan antara ...