Kamis
06 Agustus 2026 | 4 : 06

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wayangan di Sasana Kridha Mulya: Saat Budaya Menjadi Ruang Temu Politik dan Rakyat

pdip jatim 260202 wayangan mediun 1

MADIUN – Malam di Sasana Kridha Mulya, Desa Babadan Lor, Kecamatan Balerejo, terasa berbeda. Alunan gamelan mengalir pelan, menyatu dengan suara warga yang datang berbondong-bondong, Sabtu (31/1/2026).

Di bawah langit Madiun yang teduh, wayang kulit digelar—bukan sekadar pertunjukan, melainkan ruang perjumpaan.

Di sana, masyarakat duduk berdampingan dengan para wakil rakyat dan kepala daerah. Tidak ada jarak, tidak pula sekat formalitas. Yang hadir hanyalah suasana guyub, saat budaya menjadi bahasa bersama.

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Banyu Biru Djarot, anggota Fraksi PDIP DPRD Jawa Timur Ristu Nugroho, Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, hingga para kepala desa dan tokoh masyarakat larut dalam malam yang sama.

Di balik kelir, kisah wayang berjalan; di depan panggung, kebersamaan tumbuh tanpa dibuat-buat.

Lakon Semar Mbangun Kayangan mengalun pelan, dibawakan dalang Joko Klenteng asal Ngawi. Kisah itu bukan tentang kekuasaan, melainkan tentang menjaga keseimbangan hidup, merawat harmoni, dan membangun nilai dalam diri manusia.

“Wayang itu tuntunan, bukan sekadar tontonan,” ujar Banyu Biru Djarot di sela acara. Menurutnya, wayang menyimpan filosofi kehidupan yang relevan lintas zaman—tentang kemanusiaan, kebijaksanaan, dan kebersamaan.

Malam itu, ribuan warga memadati area pertunjukan. Sebagian duduk di tikar, sebagian berdiri hingga jauh dari panggung. Di sisi lain, pelaku UMKM membuka lapak sederhana—kopi panas, jajanan, dan makanan ringan berpindah tangan, menghangatkan suasana.

“Kalau budaya hidup, rakyat berkumpul, ekonomi bergerak, dan persaudaraan tumbuh,” kata Banyu.

Bagi Ristu Nugroho, pagelaran wayang dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan ini adalah cara sederhana namun bermakna untuk nguri-uri budaya. Di tengah derasnya arus media sosial dan perubahan zaman, wayang tetap menjadi pengingat akan pentingnya gotong royong dan kerukunan.

“Wayang mengajarkan kita agar tidak tercerai-berai. Nilai Pancasila itu sebenarnya hidup di sini, di tengah masyarakat,” tuturnya.

Bupati Madiun Hari Wuryanto pun melihat malam itu sebagai potret sinergi yang diharapkan terus terjaga. Baginya, kebersamaan antara masyarakat dan pemerintah adalah modal penting membangun daerah.

“Kalau kebersamaan terawat, pembangunan akan lebih mudah diarahkan untuk kesejahteraan bersama,” ucapnya.

Hingga larut malam, gamelan terus mengalun, wayang bergerak perlahan, dan warga tetap bertahan di tempat.

Sasana Kridha Mulya menjadi saksi bahwa di tengah hiruk-pikuk dunia modern, budaya masih menemukan ruangnya—menyatukan orang-orang, merawat kebersamaan, dan mengingatkan bahwa harmoni selalu berawal dari akar yang sama. (ahm/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Panitia Soekarno Cup 2026 Pastikan Persiapan Mencapai Seratus Persen

SURABAYA – Panitia Soekarno Cup 2026 menyatakan kesiapan penuh menjelang pembukaan turnamen yang akan menyajikan ...
KRONIK

Hj. Ansari Tegaskan Dana Haji Tidak Mengendap: Dikelola Transparan dan Berbasis Syariah

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Dapil Jatim XI (Madura), Hj. Ansari, mengajak masyarakat Madura untuk ...
KRONIK

Bupati Lukman: Integritas Itu Fondasi, Kepercayaan Publik Nomor Satu

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam menghadirkan ...
EKSEKUTIF

Rijanto: Keberhasilan Pembangunan Blitar Ditentukan Kualitas SDM, Bukan Sekadar Infrastruktur

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan keberhasilan pembangunan daerah tidak semata diukur dari banyaknya ...
KRONIK

Mahasiswa STAI Al Utsmani Dapat KIP 6 Juta Per Semester, Ina: Gunakan untuk Kebutuhan Kuliah

BONDOWOSO – Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, menegaskan bahwa Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) ...
LEGISLATIF

Infrastruktur Jadi Prioritas Perubahan APBD 2026, DPRD Jatim Respons Aspirasi Desa

DPRD Jawa Timur dan Pemprov Jatim menyepakati Perubahan APBD 2026 dengan pembangunan infrastruktur sebagai ...