MALANG – Bupati HM Sanusi terus menggenjot peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja ke sejumlah sekolah di Kabupaten Malang.
Seperti pada Rabu (21/1/2026), dia mengunjungi sejumlah sekolah di wilayah Karangploso dan Singosari. Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan berbagai program peningkatan mutu pendidikan berjalan optimal.
Di Karangploso, Sanusi meninjau pelaksanaan Program Sekolah Unggulan di SMP Negeri 1 Karangploso. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Malang dalam memastikan kualitas pembelajaran meningkat secara merata.
Kehadiran Bupati Malang yang akrab disapa Abah Sanusi disambut hangat oleh para siswa melalui atraksi semaphore Pramuka. Selanjutnya, rombongan melakukan peninjauan ke ruang-ruang kelas untuk memastikan proses pembelajaran berlangsung dengan baik dan kondusif.
Dalam kunjungan tersebut, bupati yang juga politisi PDI Perjuangan itu juga meninjau Laboratorium Komputer SMP Negeri 1 Karangploso.
Di lokasi ini, dia melihat langsung aktivitas siswa dan guru yang tengah mengembangkan serta mengoperasikan berbagai gim edukatif, termasuk gim berbasis bahasa Jawa sebagai upaya penguatan nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran.
Terkait evaluasi akademik, Sanusi menekankan pentingnya peran guru dalam mendorong peningkatan capaian belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran matematika, ilmu pengetahuan alam (IPA), bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris.
Dia menargetkan nilai rata-rata siswa minimal mencapai angka 90. Saat ini, dari ratusan siswa, baru sembilan siswa yang telah mencapai target tersebut.
“Kualitas pembelajaran masih perlu terus ditingkatkan. Target kita jelas, nilai rata-rata 90 harus bisa dicapai lebih luas,” ujar Sanusi.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke SD Negeri 3 Toyomarto, Kecamatan Singosari. Pada kesempatan tersebut, Sanusi menegaskan perhatian serius Pemkab Malang terhadap sekolah-sekolah dengan jumlah peserta didik terbatas.
Dia menyampaikan bahwa sekolah dasar dengan jumlah siswa di bawah 60 orang akan dilakukan penggabungan dengan sekolah terdekat.
Saat ini, SD Negeri 3 Toyomarto tercatat hanya memiliki 46 siswa dari kelas I hingga VI. Meski demikian, Bupati Sanusi menegaskan kebijakan merger akan dilakukan melalui kajian teknis dan sosial yang matang, dengan mempertimbangkan jarak tempuh, aksesibilitas, serta kesiapan sarana dan prasarana sekolah penerima.
Kunjungan selanjutnya dilakukan ke SD Negeri 1 Pagentan, Kecamatan Singosari. Di sekolah ini, Bupati Malang disambut penampilan ekstrakurikuler Polisi Cilik.
Dia juga berdialog langsung dengan kepala sekolah, guru, serta siswa untuk menyerap aspirasi dan kendala dalam pelaksanaan pendidikan.
Sanusi menegaskan bahwa seluruh hasil kunjungan dan data lapangan akan dijadikan dasar penyusunan role model terbaik bagi pengembangan pendidikan di Kabupaten Malang. Fokus utama pemerintah daerah adalah peningkatan kualitas pendidikan yang merata di seluruh satuan pendidikan.
“Target kita jelas, capaian kelulusan dengan nilai rata-rata 9 harus merata dan tercapai 100 persen pada tahun 2026,” tegasnya.
Rangkaian kunjungan ditutup di SMP Negeri 1 Singosari sebagai salah satu Sekolah Unggulan Kabupaten Malang. Di sekolah tersebut, Bupati Sanusi meninjau berbagai fasilitas penunjang pembelajaran, seperti kelas riset, kelas digital, english corner, perpustakaan, hingga galeri karya siswa.
Dia juga menyaksikan langsung berbagai kegiatan unggulan dan prestasi siswa yang telah mengharumkan nama Kabupaten Malang di tingkat regional dan nasional. (ull/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










