MADIUN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Madiun, Lusi Endang Susilowati, menyampaikan harapannya kepada masyarakat pasca pelaksanaan kegiatan reses di daerah pemilihannya beberapa waktu lalu.
Dia menegaskan bahwa aspirasi warga yang dihimpun melalui reses akan menjadi bahan penting dalam perencanaan pembangunan daerah.
Lusi mengungkapkan, terdapat empat poin utama aspirasi yang diserap dari masyarakat Kabupaten Madiun, yang mencakup sektor infrastruktur, fasilitas umum, sosial, dan perekonomian.
Aspirasi tersebut selanjutnya akan dirumuskan menjadi pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD untuk diperjuangkan dalam pembahasan kebijakan dan anggaran daerah.
“Pembangunan infrastruktur masih menjadi aspirasi yang mendominasi,” ujar Lusi dalam keterangannya kepada pewarta media ini, Selasa (20/1/2026).
Di sektor infrastruktur, bebernya, warga banyak mengusulkan perbaikan saluran drainase di wilayah perkotaan, peningkatan infrastruktur lingkungan di desa-desa, serta perbaikan sarana sanitasi guna mencegah terjadinya banjir.
Selain itu, masyarakat juga minta perbaikan jalan, pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU), serta penataan kawasan permukiman yang minim pencahayaan.
Sementara pada sektor fasilitas umum, aspirasi warga meliputi pembangunan dan perbaikan fasilitas olahraga, renovasi rumah ibadah, serta pembangunan gedung pertemuan warga atau balai warga sebagai pusat kegiatan masyarakat.
Di bidang perekonomian, Lusi menyebut masyarakat mendorong adanya perhatian lebih terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Usulan yang disampaikan antara lain berupa bantuan modal usaha, kemudahan perizinan, serta pelatihan keterampilan guna meningkatkan daya saing dan kesejahteraan ekonomi warga.
Warga juga menyoroti tingginya harga kebutuhan pokok yang dirasakan semakin memberatkan.
Menurut Lusi, seluruh aspirasi tersebut akan dicatat secara resmi dalam laporan hasil reses dan dibawa ke forum-forum DPRD untuk diperjuangkan agar dapat ditindaklanjuti melalui program dan kebijakan pemerintah daerah.
Lebih lanjut, Lusi berharap masyarakat tidak bersikap pasif, melainkan aktif menjemput bola dengan hadir langsung dalam forum reses.
Dia menilai reses merupakan wadah resmi yang efektif bagi warga untuk menyampaikan permasalahan nyata di lingkungan masing-masing.
“Aspirasi yang disampaikan diharapkan benar-benar kebutuhan riil masyarakat, tepat sasaran, dan dapat direalisasikan,” tegasnya.
Lusi juga mengajak masyarakat untuk terus mengawal aspirasi yang telah disampaikan agar masuk dalam proses perencanaan pembangunan.
Dia menekankan pentingnya memanfaatkan masa reses sebagai sarana komunikasi langsung dengan wakil rakyat, bukan sekadar menyampaikan keluhan melalui media sosial.
“Dengan disampaikan melalui forum resmi, aspirasi masyarakat akan lebih mudah ditindaklanjuti secara nyata,” pungkasnya. (ahm/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










