BLITAR – Setelah penantian panjang selama tiga tahun, pembangunan Pasar Kesamben akhirnya resmi dimulai. Ground breaking pasar yang dibangun melalui dukungan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia tersebut digelar pada Selasa (14/1/2026), sekaligus diiringi doa bersama untuk para korban bencana alam di Sumatera.
Bupati Blitar Rijanto menyampaikan rasa syukur atas dimulainya kembali pembangunan pasar yang sempat luluh lantak akibat kebakaran hebat beberapa tahun lalu. Dia menyebut, realisasi pembangunan ini merupakan buah dari kerja keras dan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, hingga kepedulian pemerintah pusat.
“Selama tiga tahun kita menunggu. Alhamdulillah hari ini pembangunan Pasar Kesamben akhirnya bisa terlaksana. Ini berkat dukungan semua pihak, termasuk perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR,” ujar Rijanto.
Menurutnya, upaya untuk mewujudkan pembangunan pasar tidaklah singkat. Dia bahkan mengungkapkan bahwa dirinya bersama Wakil Bupati Blitar sempat melakukan audiensi langsung dengan Menteri PUPR, yang saat itu merespons positif berbagai kesulitan daerah, khususnya yang dialami Kabupaten Blitar.
“Prosesnya panjang, mulai dari konsultasi teknis yang berulang-ulang antara Disperindag, Satker, hingga akhirnya semua dinyatakan clear. Proses tender sudah berjalan dan SPK ditandatangani pada 23 September 2025,” jelasnya.
Meski demikian, pelaksanaan fisik pembangunan baru bisa dimulai awal Januari 2026 lantaran sempat terhambat libur Natal dan Tahun Baru. Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu satu tahun, dengan masa akhir kontrak pada 23 Desember 2026.
Selama proses pembangunan berlangsung, kader PDI Perjuangan ini mengharapkan pengertian dan dukungan masyarakat sekitar. Dia menyadari potensi gangguan seperti kebisingan dan polusi, namun menegaskan bahwa pihak pelaksana akan melakukan mitigasi agar dampaknya dapat diminimalkan.

“Dukungan masyarakat sangat kami butuhkan, termasuk dari kepala desa, tokoh masyarakat, dan Muspika. Jangan sampai nanti pasar sudah selesai dibangun, tetapi justru kurang dimanfaatkan,” tegasnya.
Rijanto optimistis Pasar Kesamben akan kembali menjadi denyut nadi perekonomian wilayah. Dia mengenal betul karakter pedagang di Kesamben yang dikenal ulet dan tangguh.
“Mereka adalah petarung ekonomi yang ingin kehidupannya lebih baik. Dengan pasar yang baru, saya yakin roda ekonomi akan berputar lebih kencang dan suasana pasar semakin semarak,” sebut Rijanto.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan ulang Pasar Kesamben. Dia menilai proyek ini sangat penting bagi pemulihan ekonomi masyarakat pascakebakaran besar yang sempat melumpuhkan aktivitas perdagangan.
“Kami dari DPRD sangat mengapresiasi dan mendukung penuh pembangunan pasar ini. Kebakaran beberapa tahun lalu sangat merugikan para pelaku ekonomi di Pasar Kesamben,” katanya.
Supriadi menegaskan, Pasar Kesamben memiliki peran strategis yang melampaui wilayah kecamatan setempat. Keberadaannya menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat lintas daerah, termasuk dari Kabupaten Malang dan sekitarnya.
“Secara historis, Pasar Kesamben ini pasar legendaris yang dibangun sejak tahun 1930. Aktivitas ekonominya sudah mengakar kuat. Harapan kami, dengan dibangunnya kembali pasar ini, perekonomian masyarakat Kesamben bisa bangkit dan berkembang lebih maju,” pungkas Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Blitar ini. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











