Sabtu
08 Agustus 2026 | 5 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bersama Seluruh Etnis, Eri Cahyadi Deklarasikan Surabaya Anti Premanisme

PDIP-Jatim-Eri-Cahyadi-31122025

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya gelar “Doa Bersama” sekaligus “Deklarasi Surabaya Bersatu” di Balai Kota, pada Rabu (31/12/2025) pagi. Deklarasi dilakukan bersama seluruh stakeholder dan perwakilan berbagai suku di Kota Pahlawan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa deklarasi tersebut merupakan komitmen Pemkot Surabaya melindungi warganya. Selain itu, deklarasi tersebut menolak dan mengecam segala bentuk anarkis premanisme di Kota Pahlawan.

“Surabaya jangan pernah diinjak, diprovokasi siapapun. Kami berdiri tegak terdiri dari semua suku, agama,” ujar Eri.

Menurut Eri, Kota Surabaya dibentuk dari persatuan segala suku, agama dan ras. Tidak boleh ada yang mengganggu. Warga harus berani melawan. Bersama menjaga keutuhan Kota Pahlawan.

“Warga surabaya harus melawan ketika ada premanisme, kita harus bangun. Kota kita dibangun dengan dasar agama. Pancasila mengajarkan untuk tidak saling menyakiti,” sebutnya.

Untuk itu, pihaknya menggandeng seluruh aparat hukum, ormas dan kelompok lintas agama.

“Saya berharap hari ini, saya minta tolong pada seluruh suku dan ormas yang hadir ketika ada permasalahan pribadi antar dua pihak tolong selesaikan masalah secara hukum tanpa pemaksaan,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Eri juga membentuk Satgas Anti Premanisme yang mulai bertugas hari ini. Satgas ini menjadi garda depan pelaporan segala bentuk premanisme yang menimpa masyarakat, dan diteruskan secara hukum oleh aparat terkait.

“Kita deklarasikan bahwa Surabaya tidak ingin diinjak oleh siapapun. Warga Surabaya di manapun harus nyaman. Jangan biarkan premanisme berdiri di Surabaya,” terang politisi PDI Perjuangan itu.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr. Luthfie Sulistiawan, menambahkan, pihaknya akan menindak tegas segala kasus ataupun upaya memecah belah Surabaya, termasuk premanisme tanpa pengecualian.

“Kita sepakat, untuk para pelaku kerusuhan kita lakukan penangkapan dan setelahnya jangan lagi minta penangguhan penahanan. Akan kita proses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

“Melalui forum ini, mulai hari ini saya dengan forkopimda menegaskan, tidak boleh ada aksi main hakim sendiri, aksi anarkis. Tidak ada yang boleh merasa paling kuat,” tandasnya. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Dukung PKDI Lumajang di Cup II 2026, Agus Wicaksono Targetkan Juara

LUMAJANG — Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, H. Agus Wicaksono SSos, hadir langsung ...
KABAR CABANG

Musran dan Musranran se Kecamatan Sumbergempol Selesai, Targetkan Penambahan Kursi DPRD Tulungagung

TULUNGAGUNG – Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musranran) PDI Perjuangan se-Kecamatan ...
KRONIK

PUDAM Bangkalan Sehat dan Berprestasi, Bupati Lukman Targetkan Peningkatan PAD

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan peran penting perusahaan daerah terhadap peningkatan ...
SEMENTARA ITU...

Rijanto: Blitaria Expo Jadi Etalase Pembangunan dan Penggerak Ekonomi Kabupaten Blitar

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan Festival Manggih Raharjo Blitaria Expo bukan sekadar perayaan Hari Jadi ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Dialog Terbuka untuk Selesaikan Sengketa Aset PT KAI di Pasar Turi

Komisi A DPRD Surabaya mendorong penyelesaian sengketa aset PT KAI di Pasar Turi melalui dialog terbuka, ...
KRONIK

Harga Telur di Magetan Merosot Gegara Overproduksi, Dibahas di Kantor Polisi

MAGETAN – Anjloknya harga telur ayam ras akibat kelebihan produksi (oversupply) di Kabupaten Magetan, memicu ...