Rabu
10 Juni 2026 | 4 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bersama Seluruh Etnis, Eri Cahyadi Deklarasikan Surabaya Anti Premanisme

PDIP-Jatim-Eri-Cahyadi-31122025

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya gelar “Doa Bersama” sekaligus “Deklarasi Surabaya Bersatu” di Balai Kota, pada Rabu (31/12/2025) pagi. Deklarasi dilakukan bersama seluruh stakeholder dan perwakilan berbagai suku di Kota Pahlawan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa deklarasi tersebut merupakan komitmen Pemkot Surabaya melindungi warganya. Selain itu, deklarasi tersebut menolak dan mengecam segala bentuk anarkis premanisme di Kota Pahlawan.

“Surabaya jangan pernah diinjak, diprovokasi siapapun. Kami berdiri tegak terdiri dari semua suku, agama,” ujar Eri.

Menurut Eri, Kota Surabaya dibentuk dari persatuan segala suku, agama dan ras. Tidak boleh ada yang mengganggu. Warga harus berani melawan. Bersama menjaga keutuhan Kota Pahlawan.

“Warga surabaya harus melawan ketika ada premanisme, kita harus bangun. Kota kita dibangun dengan dasar agama. Pancasila mengajarkan untuk tidak saling menyakiti,” sebutnya.

Untuk itu, pihaknya menggandeng seluruh aparat hukum, ormas dan kelompok lintas agama.

“Saya berharap hari ini, saya minta tolong pada seluruh suku dan ormas yang hadir ketika ada permasalahan pribadi antar dua pihak tolong selesaikan masalah secara hukum tanpa pemaksaan,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Eri juga membentuk Satgas Anti Premanisme yang mulai bertugas hari ini. Satgas ini menjadi garda depan pelaporan segala bentuk premanisme yang menimpa masyarakat, dan diteruskan secara hukum oleh aparat terkait.

“Kita deklarasikan bahwa Surabaya tidak ingin diinjak oleh siapapun. Warga Surabaya di manapun harus nyaman. Jangan biarkan premanisme berdiri di Surabaya,” terang politisi PDI Perjuangan itu.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr. Luthfie Sulistiawan, menambahkan, pihaknya akan menindak tegas segala kasus ataupun upaya memecah belah Surabaya, termasuk premanisme tanpa pengecualian.

“Kita sepakat, untuk para pelaku kerusuhan kita lakukan penangkapan dan setelahnya jangan lagi minta penangguhan penahanan. Akan kita proses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

“Melalui forum ini, mulai hari ini saya dengan forkopimda menegaskan, tidak boleh ada aksi main hakim sendiri, aksi anarkis. Tidak ada yang boleh merasa paling kuat,” tandasnya. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Pastikan Layanan Kesehatan Warga Banyakan Tetap Berjalan Pasca Puskesmas Tiron Terbakar

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan layanan kesehatan bagi warga Kecamatan Banyakan tetap berjalan ...
KRONIK

Bupati Sumenep Tegaskan Sinergi dengan TNI AL Perkuat Kemajuan Daerah Maritim

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan TNI ...
LEGISLATIF

Candra Ary Fianto: Promosi Potensi Jember Jangan Sampai Membebani ASN

Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto mendukung promosi potensi daerah melalui media sosial, namun meminta ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Rentetan Kasus Kriminal di Surabaya Harus Jadi Alarm Serius bagi Semua Pihak

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno menyoroti maraknya kasus kriminal di Kota Pahlawan. Ia meminta ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Minta TVRI Bangun Atmosfer Publik dan Maksimalkan Dampak Ekonomi Piala Dunia 2026

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta TVRI memperkuat promosi dan membangun atmosfer publik menjelang ...
LEGISLATIF

Beramai-ramai Sidak Tambang Sayutan, Pemprov Jatim Janji Penghentian Sementara

MAGETAN – Komisi D DPRD Kabupaten Magetan bersama tim gabungan Pemerintah Kabupaten Magetan dan Dinas Energi dan ...