Minggu
17 Mei 2026 | 10 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tambang Emas Ra Ritek Raih Piala Citra 2025, Novita Hardini: Alarm Kemarahan Publik atas Eksploitasi Alam

pdip jatim 251217 ra ritek 1

JAKARTA – Dokumenter Tambang Emas Ra Ritek Raih Piala Citra FFI 2025, mencatat sejarah di malam puncak Festival Film Indonesia (FFI). Antusiasme masyarakat terhadap karya film bertema lingkungan terus menunjukkan tren positif.

Film dokumenter yang di produseri oleh Wahyu AO dan di sutradarai Alvina N.A tersebut sekaligus menegaskan bahwa tingkat kemarahan masyarakat Indonesia akan eksploitasi alam sudah mendekati puncaknya.

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini, sekaligus pembina anak anak muda kreatif di Trenggalek menilai penghargaan yang diraih film tersebut bukan semata pencapaian artistik. Tapi juga menjadi bukti bahwa pesan moral di balik karya kreatif film tersebut merupakan gaya aspirasi baru masyarakat yang dituangkan dalam bentuk film.

Sayangnya, di balik capaian industri kreatif nasional yang tumbuh dewasa ini, peran pemerintah belum sungguh-sungguh hadir membersamai pelaku-pelaku industri kreatif di tanah air.

“Pemerintah harus bisa hadir khususnya dalam memberikan insentif bagi para pelaku industri kreatif di sektor film, terlebih bagi para pelaku yang membawa tema edukasi pendidikan positif dalam setiap karyanya. Pemerintah perlu menciptakan ekosistem Ventura yang merata yang dikhususkan pada Industri Film,” ujar Novita, dalam keterangan yang diterima media ini, Rabu (17/12/2025).

Menurutnya, dengan bertumbuhnya karya karya apik pelaku industri kreatif di Indonesia, dukungan pemerintah mestinya harus lebih serius. “Dukungan terhadap industri film nasional tidak cukup berhenti pada gelontoran KUR saja. Namun butuh ekosistem pendanaan yang berkelanjutan yang dikelola secara profesional dan transparan,” tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menyebutkan, bahwa industri kreatif punya hak yang sama dalam hal mendapatkan bantuan pendanaan ventura, sama halnya beberapa industri manufaktur yang ada.

Negara-negara seperti Korea, India, Tiongkok, dan Thailand sebutnya, telah sadar betapa besar potensi dan dampak positif industri kreatif (perfilman) untuk pertumbuhan ekonomi negara di masa depan.

“Negara-negara yang berhasil melakukan ekspor film besar-besaran sudah memiliki banyak pilihan ekosistem ventura khusus perfilman. Sementara Indonesia belum ada. Pemerintah harus sadar, bahwa industri kreatif khususnya perfilman approachmentnya berbeda dengan UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah),” jelas dia.

Novita pun mengatakan bahwa isu lingkungan yang diangkat dalam film dokumenter asal Trenggalek yang menjuarai FFI 2025 serta sepanggung dengan Film Pangku karya Sutradara Reza Rahardian tersebut melihat bahwa saat ini alam sudah tidak dapat dirayu lagi.

“Mari kita renungkan selama 2025 ini. Hujan yang semestinya menjadi berkah bagi masyarakat, kini menjadi trauma besar. Banyak masyarakat takut ketika hujan datang, karena banyak hutan tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya,” tuturnya.

Menurut Novita Hardini, hal tersebut juga menegaskan pentingnya dukungan negara terhadap industri yang lebih ramah lingkungan.

“Industri kreatif dan agenda lingkungan harus berjalan beriringan. Ketika karya kreatif mendapat ruang dan apresiasi, maka pesan pelestarian alam akan menjangkau publik lebih luas sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para kreator,” tambah legislator perempuan dari Dapil VII Jawa Timur itu.

Sebagai mitra kerja pemerintah di sektor perindustrian, pariwisata, dan ekonomi kreatif, dirinya melalui Komisi VII DPR RI akan terus mendorong agar kebijakan pengembangan industri kreatif diarahkan pada nilai-nilai keberlanjutan.

Novita Hardini berharap semakin banyak karya kreatif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi dan menggerakkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

“Pelestarian alam adalah investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Ketika pesan ini disampaikan melalui karya kreatif yang berkualitas, dampaknya akan jauh lebih kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Dorong Percepatan Raperda Cadangan Pangan Kota Kediri

Yuzar Rasyid mendorong percepatan pembahasan Raperda Cadangan Pangan Kota Kediri demi memperkuat ketahanan pangan ...
KABAR CABANG

Di Tengah Konsolidasi Politik, Panggung Budaya dan Semangat Inklusif Hangatkan Pelantikan PAC PDIP Kota Madiun

Atraksi pencak silat dan tari difabel memeriahkan pelantikan PAC PDIP Kota Madiun, menghadirkan nuansa budaya dan ...
LEGISLATIF

Khamim Tohari Desak Pemkot Batu Usut Tuntas Dugaan Pungli dan Jual Beli Lapak PKL

Khamim Tohari mendesak Pemkot Batu mengusut tuntas dugaan pungli dan jual beli lapak PKL di Pasar Alun-Alun Kota ...
SEMENTARA ITU...

Bandara Dhoho Jadi Venue Kediri Half Marathon 2026, Pemkab Dorong Sport Tourism dan Pariwisata

Bandara Dhoho menjadi venue Kediri Half Marathon 2026 yang diikuti 5.000 peserta dan didorong jadi ajang sport ...
KABAR CABANG

Di Tengah Sulitnya Cari Kerja, Dua Banteng Muda Jember Ini Pilih Bergerak untuk Gen-Z Desa

Dua kader muda PDIP Jember menyoroti sulitnya lapangan kerja bagi lulusan baru dan menggagas pelatihan keterampilan ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Madiun Target Kembalikan Suara Hilang untuk Dongkrak Kursi DPRD di 2029

PDIP Kota Madiun menargetkan merebut kembali suara hilang demi menaikkan kursi DPRD dari empat menjadi enam pada ...