TULUNGAGUNG – Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Marsono, melaksanakan program gerakan penanaman kopi di sejumlah wilayah rawan bencana. Gerakan tersebut merupakan komitmen dukungan pada program ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Tulungagung.
Untuk menopang program tersebut, Marsono menyalurkan bantuan 8.000 bibit kopi untuk ditanam di lahan Bumdes seluas 1 hektare dan lahan kelompok tani hutan (KTH) Desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo seluas 4 hektare.
Penyaluran benih kopi dan penanaman bersama dilakukan pada Rabu, 26 November 2025 sebanyak 5.000 batang, dan sebanyak 3.000 batang pada Kamis, 11 Desember 2025.
“Kita melaksanakan penanaman kopi bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan masyarakat Desa Wonorejo,” ujar Marsono, pada Minggu, (14/12/2025).
Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung ini menambahkan, penyaluran bibit kopi merupakan bagian dari gerakan berkelanjutan yang telah digalakkan sejak September 2025.
Menurutnya, gerakan tanam kopi di Desa Wonorejo ini sejalan dengan tema Hari Tani Nasional 2025, yaitu “Bumi Lestari, Petani Berdikari”. Tema ini menekankan pentingnya kemandirian petani sekaligus pelestarian lingkungan.

“Kami menyerahkan sebanyak 8.000 bibit kopi untuk ditanam bersama. Sepanjang bulan September lalu, total bibit kopi yang telah kami distribusikan kepada masyarakat mencapai 15.000 bibit,” jelas Marsono.
Politisi PDI Perjuangan itu juga menjekaskan, bibit kopi yang didistribusikan kepada masyarakat merupakan hasil produksi dari kelompok binaannya sendiri, sehingga kualitas dan ketahanannya telah melalui proses pendampingan dan pembinaan yang berkelanjutan.
Kopi adalah komoditas pertanian yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, jika dikelola dengan baik dan tepat. Komoditas kopi juga bisa menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan bagi masyarakat.
“Kabupaten Tulungagung memiliki potensi besar dalam pengembangan kopi, khususnya di daerah dataran tinggi seperti Kecamatan Pagerwojo,” terangnya.
Marsono juga optimis, kopi bisa menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat jika dikelola secara serius dan terintegrasi.
Ia berharap, masyarakat Desa Wonorejo dapat merawat dan memelihara tanaman kopi dengan sungguh-sungguh pasca adanya gerakan penanaman bersama ini.
Seperti diketahui, kegiatan penanaman kopi berlangsung penuh kebersamaan dan menjadi simbol sinergi antara wakil rakyat dan masyarakat desa dalam membangun pertanian berkelanjutan.
Sebelum prosesi penanaman bibit kopi dimulai, seluruh peserta kegiatan terlebih dahulu melaksanakan prosesi kegiatan adat Jawa berupa kenduri sebagai wujud syukur dan melestarikan budaya. (sin/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













