Jumat
16 Oktober 2026 | 6 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cegah Korupsi Jabatan, Hasto Desak Reformasi Sistem Proporsional Terbuka

pdip-jatim-251210-sekjen

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai, sistem proporsional terbuka dalam pemilu menjadi salah satu faktor terbesar yang memicu politik uang, nepotisme, hingga korupsi jabatan.

Dia menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya di Seminar Nasional Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (9/12/2025).

Menurutnya, sistem proporsional terbuka dalam pemilu membuat kekuasaan ditentukan oleh modal, bukan oleh kualitas kader. Hasto menjelaskan, proses kompetisi yang mahal dalam pemilu membuat banyak calon legislatif terjebak dalam praktik transaksional.

“Hanya yang punya uang besar yang bisa menang. Ini bukan demokrasi yang sehat,” kata Hasto. Dia menegaskan perlunya desain politik yang lebih adil dan antikorupsi.

Menurut Hasto, PDI Perjuangan telah mengambil posisi tegas dengan membangun mekanisme internal yang menekan politik uang melalui meritokrasi.

Partai menerapkan psikotes, pemetaan politik, hingga seleksi berbasis nilai untuk menentukan calon pemimpin. Sistem itu, jelas dia, telah menurunkan biaya politik secara signifikan.

Hasto juga menyampaikan hasil disertasinya yang menegaskan bahwa kelembagaan partai merupakan faktor terbesar dalam menjaga ketahanan organisasi politik.

Dengan demikian, reformasi sistem politik harus dibarengi dengan penguatan kelembagaan partai di seluruh Indonesia.

Dalam pidatonya, Hasto menegaskan, korupsi tidak akan hilang bila sistem politik tetap membuka celah kapitalisasi kekuasaan. Dia menyebut bahwa arah reformasi politik ke depan harus memastikan representasi rakyat berjalan tanpa campur tangan modal besar.

Selain itu, Hasto mendesak agar sistem penegakan hukum diperbaiki untuk memastikan tidak ada tekanan kekuasaan terhadap lembaga yudikatif. Pemisahan kekuasaan yang sehat, sebutnya, menjadi syarat dasar demokrasi.

Hasto juga menilai peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia sebagai momentum untuk melakukan koreksi total terhadap arah demokrasi Indonesia. Menurutnya, sistem politik harus diarahkan kembali pada nilai-nilai keadilan sosial sebagaimana diajarkan dalam Pancasila.

Dia pun menyebut partai politik, aparat penegak hukum, dan masyarakat harus bekerja bersama membangun integritas nasional. “Reformasi politik adalah kunci. Kalau sistemnya benar, pemimpinnya benar,” tutupnya. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Panggul Trenggalek Jaga Hutan dan Sumber Air

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Kecamatan Panggul, Kabupaten ...
KRONIK

Sasar Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Baru

BANYUWANGI – Pagelaran Gandrung Sewu 2026 yang memasuki tahun ke-14 ditargetkan menyasar panggung dunia. Agenda ...