Selasa
21 Juli 2026 | 5 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto Ajak Kader Banteng Merespons Bencana Alam dengan Kontemplasi Mendalam dan Gerakan Nyata

pdip-jatim-251206-sekjen

YOGYAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, menyerukan kepada seluruh kader Banteng untuk merespons bencana alam dengan kontemplasi mendalam dan gerakan nyata membantu rakyat.

Seruan ini berlandaskan filosofi menghargai kehidupan yang diajarkan Bung Karno dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, yang diyakini sebagai inti dari politik lingkungan hidup partai.

Hasto menyebut serangkaian bencana alam dan banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai tanda bahwa alam raya sedang menuju ketidakseimbangan.

“Kalau kita lihat secara kebatinan yang tumbuh subur di Jogja, maka nampak bagaimana alam raya saat ini terjadi ketidakseimbangan. Jadi seperti dalam cerita wayang itu sekarang terjadi Goro-Goro di republik ini akibat ulah kita yang merusak alam,” tegas Hasto Kristiyanto dalam Konferda DPD PDI Perjuangan DIY di Yogyakarta, dikutip dari suara.com, Sabtu (6/12/2025).

Dia menjelaskan inti filosofi tersebut melalui pengalaman dan kebiasaan langsung bagaimana Bung Karno melarang izin konsesi hutan ke korporasi dan Megawati merawat kehidupan dengan tidak mengizinkan penambahan konsesi lahan sawit serta menjadikan gerakan menanam pohon sebagai kultur Partai.

Contoh sederhana, Megawati punya kebiasaan mengumpulkan biji salak, mangga, klengkeng, dan durian.

“Semua biji-bijian itu dilarang dibuang dan setelah dipersiapkan lalu ditanam. Jadilah Ibu Mega memiliki kebun penuh tanaman dari biji-bijian yang dikumpulkan. Setiap biji-bijian, apalagi pohon punya hak untuk hidup,” ujar Hasto menirukan Megawati.

Hasto melanjutkan, hal itu bukanlah satu-satunya teladan dari Megawati.

“Ibu Mega, kalau Anda datang ke Teuku Umar, Anda disajikan kopi sama teh. Itu kalau tehnya sisa, itu bukan dibuang, dikumpulkan karena dia organik, dikembalikan pada tanaman. Kalau Ibu Mega makan kacang, kulit kacang itu dikumpulkan, tidak boleh dibuang, ditaruh di atas tanaman karena dia menyuplai kalium,” papar Hasto dengan rinci.

Dia menegaskan, tindakan sederhana ini berasal dari nilai yang ditanamkan Bung Karno dan Megawati tentang merawat Pertiwi, yang bertitik tolak dari ajaran Tat Twam Asi (engkau adalah aku, aku adalah engkau).

“Setiap pohon itu juga punya jiwa, punya kehidupan. Kalau kita mencintai pohon, maka mereka bukan hanya menghasilkan oksigen, mereka juga akan mencintai dan ikut merawat Indonesia Raya kita,” kata Hasto.

Pria kelahiran Yogyakarta itu kemudian mengaitkan kerusakan lingkungan dengan sistem yang tidak adil.

“Bagaimana lingkungan telah dirusak akibat kapitalisasi kekuasaan politik yang luar biasa, sehingga lahan-lahan hutan dikonversi menjadi lahan-lahan sawit. Padahal Ibu Mega mengatakan sawit adalah tanaman yang arogan,” tegasnya.

Dia menyatakan, bahwa bencana alam juga merupakan akibat dari ketiadaan keadilan, terutama dalam penguasaan lahan dan tidak adanya penegakan hukum atas tambang ilegal dan pembalakan liar.

“Karena bencana ini akibat tidak adanya keadilan. Akibat eksklusivitas di dalam penguasaan lahan2 oleh penguasa. Tidak ada redistribusi aset sebagaimana dicanangkan oleh Bung Karno,” paparnya.

Dia menekankan, justice for all harus menjadi tema sentral, baik dalam mengelola partai, bersikap sesama, maupun dalam perspektif hukum.

Sebagai langkah konkret, Hasto menginstruksikan kader di Yogyakarta untuk bergerak serentak membersihkan Kali Code dan Kali Winongo dalam rangka HUT Partai.

Dia juga mengajak kader menjadikan kebiasaan Megawati mengumpulkan botol bekas untuk nursery tanaman sebagai tradisi partai.

Solidaritas sosial juga diwujudkan melalui pengumpulan dana yang akan digunakan untuk membantu rakyat terdampak bencana.

Hasto berkeyakinan, dengan menginternalisasi filosofi menghargai kehidupan dan memperjuangkan keadilan ekologis, kader PDIP dapat menjadi bagian dari solusi mengatasi ketidakseimbangan alam. (red/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Bupati Gresik Cup 2026, Wadah Menjaring dan Mengasah Kemampuan Atlet

GRESIK – Sebanyak 1.413 atlet resmi memulai persaingan di Bupati Gresik Cup 2026. Ajang ini sebagai wadah menjaring ...
UMKM

DPRD Kabupaten Pasuruan Kemas Produk UMKM Jadi Oleh-oleh untuk Tamu Kedinasan

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmen nyata ...
KRONIK

RedTalks Segera Hadir, Ajak Generasi Muda Kupas Nasionalisme di Era Modern

SURABAYA – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, makna nasionalisme terus ...
KABAR CABANG

Malam Ketika Sepak Bola Membuat Orang-orang Blitar Duduk Bersama

DINI hari biasanya identik dengan jalanan yang lengang. Tetapi Senin (20/7/2026), halaman Kantor DPC PDI Perjuangan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti SiLPA Rp154,7 Miliar, Minta Pemkot Madiun Benahi Perencanaan Anggaran

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menerima Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dengan catatan strategis, ...
HEADLINE

Hasto: Pemilu Harus Bebas dari Intervensi, Demokrasi Memerlukan Kritik dan Kebebasan Berpendapat

SURABAYA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa kualitas demokrasi Indonesia hanya ...