Sabtu
26 September 2026 | 1 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Novita Hardini: Kekerasan Terhadap Guru Serangan ke Anak Bangsa

pdip-jatim-251104-NH-bunda-guru

JAKARTA — Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mengecam insiden penganiayaan guru di SMP Negeri 1 Trenggalek oleh keluarga wali murid, yang terjadi Jumat lalu.

Bunda Guru Kabupaten Trenggalek itu mengatakan, guru bukan sekadar pendidik. Guru adalah pilar kebangsaan yang menanamkan nilai-nilai keilmuan dan karakter generasi penerus.

“Ketika guru dipukul karena menegakkan aturan sekolah, maka yang diserang bukan hanya individu, tapi martabat pendidikan dan masa depan anak-anak kita,” tegas Novita, Selasa (4/11/2025).

Legislator PDI Perjuangan dari dapil Jawa Timur 7 itu minta aparat penegak hukum dan pemerintah daerah tidak pandang bulu dalam menindak pelaku kekerasan termasuk orang tua siswa.

“Pendidikan adalah domain yang sangat krusial. Bila disiplin guru di sekolah gampang dipukul balik, maka siapa yang berani mendidik anak bangsa? Ini soal keberlanjutan bangsa kita,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa pemerintah daerah Kabupaten Trenggalek bersama Dinas Pendidikan setempat harus segera memperkuat prosedur pengaman guru dan kalender edukasi bagi orang tua siswa agar memahami hak dan kewajiban di lingkungan sekolah.

“Sekolah bukan arena tawar-menawar kekuasaan antara guru dan wali murid. Sekolah adalah institusi negara yang memberikan layanan penting bagi masa depan anak-anak kita,” tambah Novita.

Sebagai Bunda Guru, dia menyampaikan dukungan moril penuh kepada guru korban dan seluruh tenaga pendidik di Trenggalek.

Novita juga akan memperjuangkan di tingkat nasional agar perlindungan hukum bagi guru diperkuat, dan mekanisme pengaduan kekerasan di sekolah dibuat lebih mudah diakses.

“Saya berdiri bersama guru-guru Trenggalek. Ini bukan hanya soal satu orang pukulan. Ini soal generasi yang haknya merasakan pendidikan layak. Jika kita biarkan, maka kekerasan kecil hari ini bisa membesar menjadi budaya ketidakadilan besar esok hari,” ujar ya.

Sebelumnya, guru seni budaya dari SMPN 1 Trenggalek, Eko Prayitno, melakukan penyitaan ponsel salah satu siswi sesuai aturan sekolah. Namun langkah itu memicu aksi kekerasan seorang keluarga siswi tersebut dengan melakukan pemukulan serta ancaman. (aris/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Putaran Nasional Piala Soeratin

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk ...
KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Layanan Online dan Kehadiran ASN di Balai RW Harus Berjalan Bersamaan

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno menegaskan seluruh upaya untuk memberikan pelayanan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Ekspansi Industri Tak Boleh Abaikan Aspek Ekologis

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan ...