Senin
10 Agustus 2026 | 8 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Novita Hardini: Kekerasan Terhadap Guru Serangan ke Anak Bangsa

pdip-jatim-251104-NH-bunda-guru

JAKARTA — Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mengecam insiden penganiayaan guru di SMP Negeri 1 Trenggalek oleh keluarga wali murid, yang terjadi Jumat lalu.

Bunda Guru Kabupaten Trenggalek itu mengatakan, guru bukan sekadar pendidik. Guru adalah pilar kebangsaan yang menanamkan nilai-nilai keilmuan dan karakter generasi penerus.

“Ketika guru dipukul karena menegakkan aturan sekolah, maka yang diserang bukan hanya individu, tapi martabat pendidikan dan masa depan anak-anak kita,” tegas Novita, Selasa (4/11/2025).

Legislator PDI Perjuangan dari dapil Jawa Timur 7 itu minta aparat penegak hukum dan pemerintah daerah tidak pandang bulu dalam menindak pelaku kekerasan termasuk orang tua siswa.

“Pendidikan adalah domain yang sangat krusial. Bila disiplin guru di sekolah gampang dipukul balik, maka siapa yang berani mendidik anak bangsa? Ini soal keberlanjutan bangsa kita,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa pemerintah daerah Kabupaten Trenggalek bersama Dinas Pendidikan setempat harus segera memperkuat prosedur pengaman guru dan kalender edukasi bagi orang tua siswa agar memahami hak dan kewajiban di lingkungan sekolah.

“Sekolah bukan arena tawar-menawar kekuasaan antara guru dan wali murid. Sekolah adalah institusi negara yang memberikan layanan penting bagi masa depan anak-anak kita,” tambah Novita.

Sebagai Bunda Guru, dia menyampaikan dukungan moril penuh kepada guru korban dan seluruh tenaga pendidik di Trenggalek.

Novita juga akan memperjuangkan di tingkat nasional agar perlindungan hukum bagi guru diperkuat, dan mekanisme pengaduan kekerasan di sekolah dibuat lebih mudah diakses.

“Saya berdiri bersama guru-guru Trenggalek. Ini bukan hanya soal satu orang pukulan. Ini soal generasi yang haknya merasakan pendidikan layak. Jika kita biarkan, maka kekerasan kecil hari ini bisa membesar menjadi budaya ketidakadilan besar esok hari,” ujar ya.

Sebelumnya, guru seni budaya dari SMPN 1 Trenggalek, Eko Prayitno, melakukan penyitaan ponsel salah satu siswi sesuai aturan sekolah. Namun langkah itu memicu aksi kekerasan seorang keluarga siswi tersebut dengan melakukan pemukulan serta ancaman. (aris/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Usung Semangat “Satu Hati, Satu Arah”, Banteng Papua Raya Siap Memberi Kejutan

SURABAYA – Perjuangan luar biasa ditunjukkan oleh tim Papua Raya demi berpartisipasi dalam Soekarno Cup 2026. Skuad ...
KRONIK

Persiapan Tiga Bulan, Banteng Istimewa Yogyakarta Siap Rebut Piala Soekarno Cup

SURABAYA – Tim Banteng Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) datang ke Surabaya sebagai kontingen perdana dengan rasa ...
OLAHRAGA

PSSI Jatim: Soekarno Cup Perbanyak Panggung Pemain Muda untuk Regenerasi Timnas

PSSI Jatim menilai Soekarno Cup 2026 memperbanyak panggung pemain U-17 dan membantu regenerasi Timnas Indonesia. ...
KRONIK

Tim Banteng Jatim FC Siap Ukir Sejarah Juara Berturut-turut di Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Sebagai tuan rumah sekaligus juara bertahan, tim Jawa Timur (Jatim) memikul misi besar dalam perhelatan ...
OLAHRAGA

Jersey Soekarno Cup 2026, Ketika Identitas Daerah Menjelma di Lapangan

SURABAYA – Di lapangan sepak bola, jersey biasanya hanya dipandang sebagai seragam. Dipakai untuk membedakan satu ...
OLAHRAGA

16 Tim Bertemu di Soekarno Cup, Komarudin: Sepak Bola Harus Jadi Ruang Persatuan Anak Muda

Komarudin Watubun menegaskan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi menjadi ruang ...