Kamis
11 Juni 2026 | 8 : 47

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Novita Hardini: Kekerasan Terhadap Guru Serangan ke Anak Bangsa

pdip-jatim-251104-NH-bunda-guru

JAKARTA — Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mengecam insiden penganiayaan guru di SMP Negeri 1 Trenggalek oleh keluarga wali murid, yang terjadi Jumat lalu.

Bunda Guru Kabupaten Trenggalek itu mengatakan, guru bukan sekadar pendidik. Guru adalah pilar kebangsaan yang menanamkan nilai-nilai keilmuan dan karakter generasi penerus.

“Ketika guru dipukul karena menegakkan aturan sekolah, maka yang diserang bukan hanya individu, tapi martabat pendidikan dan masa depan anak-anak kita,” tegas Novita, Selasa (4/11/2025).

Legislator PDI Perjuangan dari dapil Jawa Timur 7 itu minta aparat penegak hukum dan pemerintah daerah tidak pandang bulu dalam menindak pelaku kekerasan termasuk orang tua siswa.

“Pendidikan adalah domain yang sangat krusial. Bila disiplin guru di sekolah gampang dipukul balik, maka siapa yang berani mendidik anak bangsa? Ini soal keberlanjutan bangsa kita,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa pemerintah daerah Kabupaten Trenggalek bersama Dinas Pendidikan setempat harus segera memperkuat prosedur pengaman guru dan kalender edukasi bagi orang tua siswa agar memahami hak dan kewajiban di lingkungan sekolah.

“Sekolah bukan arena tawar-menawar kekuasaan antara guru dan wali murid. Sekolah adalah institusi negara yang memberikan layanan penting bagi masa depan anak-anak kita,” tambah Novita.

Sebagai Bunda Guru, dia menyampaikan dukungan moril penuh kepada guru korban dan seluruh tenaga pendidik di Trenggalek.

Novita juga akan memperjuangkan di tingkat nasional agar perlindungan hukum bagi guru diperkuat, dan mekanisme pengaduan kekerasan di sekolah dibuat lebih mudah diakses.

“Saya berdiri bersama guru-guru Trenggalek. Ini bukan hanya soal satu orang pukulan. Ini soal generasi yang haknya merasakan pendidikan layak. Jika kita biarkan, maka kekerasan kecil hari ini bisa membesar menjadi budaya ketidakadilan besar esok hari,” ujar ya.

Sebelumnya, guru seni budaya dari SMPN 1 Trenggalek, Eko Prayitno, melakukan penyitaan ponsel salah satu siswi sesuai aturan sekolah. Namun langkah itu memicu aksi kekerasan seorang keluarga siswi tersebut dengan melakukan pemukulan serta ancaman. (aris/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Stadion GDJ Kediri Dikebut, Mas Dhito Bidik Bisa Digunakan pada 2027

Pemerintah Kabupaten Kediri mengalokasikan Rp57 miliar untuk melanjutkan pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati ...
SEMENTARA ITU...

Abidin Fikri Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude, Soroti Ketimpangan Distribusi Tenaga Medis

JAKARTA – Program Pascasarjana Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Jakarta resmi meluluskan Abidin Fikri dalam ...
LEGISLATIF

Komisi II DPRD Ngawi Sidak SPMB, Temukan Kesenjangan Jumlah Pendaftar Antar Sekolah

NGAWI – Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SMP Negeri di wilayah ...
KABAR CABANG

Dapur Umum DPC Sidoarjo Mengepul, Bagikan Ratusan Nasi Kotak untuk Pekerja Jalanan

SIDOARJO – Dapur Umum DPC PDI Perjuangan Sidoarjo kembali mengepul. Ratusan kotak nasi beserta lauk dibagikan ...
KABAR CABANG

Tantri Bararoh: Pelemahan Rupiah Harus Dijawab dengan Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan

Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Tantri Bararoh mengingatkan pelemahan rupiah berpotensi menekan daya ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Pastikan Layanan Kesehatan Warga Banyakan Tetap Berjalan Pasca Puskesmas Tiron Terbakar

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan layanan kesehatan bagi warga Kecamatan Banyakan tetap berjalan ...