Sabtu
26 September 2026 | 2 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketua DPRD Trenggalek Imbau Guru PPPK Tak Khawatir Soal Kontrak Kerja

pdip-jatim-250724-doding

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, memastikan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tidak perlu khawatir terkait perpanjangan kontrak kerja, meski terjadi pemangkasan Dana Alokasi Umum (DAU) yang berdampak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Trenggalek.

Salah satu aspek pemangkasan dari pemerintah pusat diketahui menyangkut gaji sebagian PPPK yang pembiayaannya dibebankan kepada pemerintah daerah.

Namun demikian, Doding menegaskan Pemkab Trenggalek memiliki komitmen kuat menjaga keberlangsungan status dan kesejahteraan guru PPPK yang baru diangkat.

“Ya, PPPK baru kita angkat kok. Jadi teman-teman PPPK bekerja saja yang baik,” ujar Doding saat menghadiri pelantikan pengurus PGRI Kabupaten Trenggalek, Jumat (31/10/2025).

Menurutnya, pengangkatan PPPK dilakukan sebagai langkah strategis untuk menyelesaikan status pegawai honorer. Sebab berdasarkan regulasi terbaru, mulai 2026 sistem kepegawaian hanya mengenal dua status, yakni PNS dan PPPK.

“Pak Bupati punya strategi bagaimana caranya teman-teman honorer tidak diberhentikan. Karena mulai 2026 nanti tidak ada lagi tenaga honorer,” terang Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek tersebut.

Menurutnya, apabila PPPK sampai diberhentikan akibat penyesuaian anggaran, maka perjuangan pemerintah daerah mengangkat honorer menjadi PPPK akan sia-sia.

Selain itu, dia menilai hal tersebut justru akan menempatkan pegawai pada posisi yang sama dengan situasi sebelum pengangkatan.

“Kalau diberhentikan ya sama saja dengan tenaga honorer yang akan diberhentikan pada tahun 2026, tidak ada bedanya,” imbuhnya.

Sejumlah daerah lain, sebutnya, memilih menerapkan sistem paruh waktu bagi eks tenaga honorer dengan gaji yang minim. Namun model tersebut tidak akan diberlakukan di Trenggalek.

“Jadi kita pastikan di Trenggalek, tenaga honorer yang berganti status jadi PPPK, tidak diberhentikan,” tegas pria yang juga anggota Banser NU Trenggalek tersebut.

Selain itu, pemerintah pusat juga disebut masih memberikan dukungan anggaran melalui peningkatan tunjangan profesi guru sebesar Rp 14 miliar.

Tambahan alokasi tersebut diyakini mampu mengimbangi kebutuhan pembiayaan gaji PPPK di Trenggalek.

“Saya rasa kalau untuk guru-guru PPPK enggak masalah,” tutupnya. (aris/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Putaran Nasional Piala Soeratin

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk ...
KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Layanan Online dan Kehadiran ASN di Balai RW Harus Berjalan Bersamaan

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno menegaskan seluruh upaya untuk memberikan pelayanan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Ekspansi Industri Tak Boleh Abaikan Aspek Ekologis

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan ...