Senin
10 Agustus 2026 | 10 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketua DPRD Trenggalek Imbau Guru PPPK Tak Khawatir Soal Kontrak Kerja

pdip-jatim-250724-doding

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, memastikan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tidak perlu khawatir terkait perpanjangan kontrak kerja, meski terjadi pemangkasan Dana Alokasi Umum (DAU) yang berdampak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Trenggalek.

Salah satu aspek pemangkasan dari pemerintah pusat diketahui menyangkut gaji sebagian PPPK yang pembiayaannya dibebankan kepada pemerintah daerah.

Namun demikian, Doding menegaskan Pemkab Trenggalek memiliki komitmen kuat menjaga keberlangsungan status dan kesejahteraan guru PPPK yang baru diangkat.

“Ya, PPPK baru kita angkat kok. Jadi teman-teman PPPK bekerja saja yang baik,” ujar Doding saat menghadiri pelantikan pengurus PGRI Kabupaten Trenggalek, Jumat (31/10/2025).

Menurutnya, pengangkatan PPPK dilakukan sebagai langkah strategis untuk menyelesaikan status pegawai honorer. Sebab berdasarkan regulasi terbaru, mulai 2026 sistem kepegawaian hanya mengenal dua status, yakni PNS dan PPPK.

“Pak Bupati punya strategi bagaimana caranya teman-teman honorer tidak diberhentikan. Karena mulai 2026 nanti tidak ada lagi tenaga honorer,” terang Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek tersebut.

Menurutnya, apabila PPPK sampai diberhentikan akibat penyesuaian anggaran, maka perjuangan pemerintah daerah mengangkat honorer menjadi PPPK akan sia-sia.

Selain itu, dia menilai hal tersebut justru akan menempatkan pegawai pada posisi yang sama dengan situasi sebelum pengangkatan.

“Kalau diberhentikan ya sama saja dengan tenaga honorer yang akan diberhentikan pada tahun 2026, tidak ada bedanya,” imbuhnya.

Sejumlah daerah lain, sebutnya, memilih menerapkan sistem paruh waktu bagi eks tenaga honorer dengan gaji yang minim. Namun model tersebut tidak akan diberlakukan di Trenggalek.

“Jadi kita pastikan di Trenggalek, tenaga honorer yang berganti status jadi PPPK, tidak diberhentikan,” tegas pria yang juga anggota Banser NU Trenggalek tersebut.

Selain itu, pemerintah pusat juga disebut masih memberikan dukungan anggaran melalui peningkatan tunjangan profesi guru sebesar Rp 14 miliar.

Tambahan alokasi tersebut diyakini mampu mengimbangi kebutuhan pembiayaan gaji PPPK di Trenggalek.

“Saya rasa kalau untuk guru-guru PPPK enggak masalah,” tutupnya. (aris/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDI Perjuangan Sumenep Gelar Rakorcab, Siap Gelar Musran-Musanran Serentak

SUMENEP – DPC PDI Perjuangan Sumenep menggelar rapat koordinasi cabang (Rakorcab) menjelang pelaksanaan Musyawarah ...
KRONIK

Usung Semangat “Satu Hati, Satu Arah”, Banteng Papua Raya Siap Memberi Kejutan

SURABAYA – Perjuangan luar biasa ditunjukkan oleh tim Papua Raya demi berpartisipasi dalam Soekarno Cup 2026. Skuad ...
KRONIK

Persiapan Tiga Bulan, Banteng Istimewa Yogyakarta Siap Rebut Piala Soekarno Cup

SURABAYA – Tim Banteng Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) datang ke Surabaya sebagai kontingen perdana dengan rasa ...
OLAHRAGA

PSSI Jatim: Soekarno Cup Perbanyak Panggung Pemain Muda untuk Regenerasi Timnas

PSSI Jatim menilai Soekarno Cup 2026 memperbanyak panggung pemain U-17 dan membantu regenerasi Timnas Indonesia. ...
KRONIK

Tim Banteng Jatim FC Siap Ukir Sejarah Juara Berturut-turut di Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Sebagai tuan rumah sekaligus juara bertahan, tim Jawa Timur (Jatim) memikul misi besar dalam perhelatan ...
OLAHRAGA

Jersey Soekarno Cup 2026, Ketika Identitas Daerah Menjelma di Lapangan

SURABAYA – Di lapangan sepak bola, jersey biasanya hanya dipandang sebagai seragam. Dipakai untuk membedakan satu ...