MAGETAN – Wakil Ketua DPRD Magetan H. Suyatno SSos menghadiri acara Haul Ki Mageti Di Pondok pesantren Nurul Islah di Duri Desa Tanjungsari Kecamatan Panekan.
Berbagai acara digelar dalam haul. Kirim doa pada Ki Mageti sebagai pendiri Magetan dan di akhiri dengan pagelaran wayang kulit yang dipersembahkan oleh Kyai kampung dengan dalang Ki Alex Sabdo Utomo mengambil lakon Semar Boyong.
Dalam sambutannya, Suyatno menceritakan tentang sejarah berdirinya Masjid Ki Mageti. Menurut dia, nama “Masjid Ki Mageti” diputuskan atas kesepakatan para ulama Kabupaten Magetan, dengan tujuan untuk memberi penghormatan kepada pendiri Magetan, yaitu Ki Mageti.
Dikenal dengan Masjid Ki Mageti, masjid ini didirikan tahun 1886. Dulunya berlokasi di depan Alun-alun Magetan, kini dipindahkan di area Kebun Refugia, Jalan Raya Sarangan-Plaosan pada tahun 2022.
“Sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan perjuangannya dalam meletakkan dasar kehidupan masyarakat Magetan,” ungkap Suyatno.
Dengan momentum harlah ini, lanjut dia, dapat mempererat kebersamaan, memperkuat semangat keagamaan, serta menjadikan Ki Mageti sebagai pusat aktivitas keumatan yang membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.

Setelah acara kirim doa untuk arwah ki Mageti sebagai pendiri Magetan, Acara puncak diisi dengan pagelaran wayang kulit yang mengangkat lakon Semar Boyong. Yang menceritakan Semar digambarkan sebagai tokoh yang dapat meredam bencana (pageblug) dan membawa kesejahteraan. Keberadaannya akan menjamin keamanan dan ketentraman bagi masyarakat.
Ini juga menggambarkan sejarah jaman dulu saat Ki Mageti babat dan mendirikan Kabupaten Magetan.
Semoga apa yang dilakukan untuk keberkahan, kemajuan Kabupaten Magetan, serta agar Masjid Ki Mageti terus menjadi sumber inspirasi dan cahaya kebaikan bagi seluruh masyarakat.(rud/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













