Selasa
02 Juni 2026 | 7 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi PDI Perjuangan Jatim Sebut Revisi Perda Penanggulangan Bencana Urgen, Ini Alasannya

PDIP-Jatim-Martin-Hamonangan-24012024

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menilai penting reformasi penanggulangan bencana di provinsi ini.

Untuk itu, Fraksi PDI Perjuangan memandang perlu adanya revisi Perda Nomor 3 Tahun 2010  tentang Penanggulangan Bencana di Provinsi Jawa Timur.

Tujuannya agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan paradigma nasional dan kebutuhan masyarakat di daerah rawan bencana.

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, Martin Hamonangan, menyatakan bahwa sebagai partai yang menempatkan keselamatan rakyat di atas segalanya, fraksinya memandang perlu untuk menelaah secara mendalam alasan serta dasar pengajuan perubahan Perda No 3/2010 oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dia menekankan, setiap kebijakan publik tidak hanya harus sah secara hukum, tapi juga memiliki nilai kemanfaatan sosial dan politik yang nyata bagi masyarakat Jawa Timur.

“Sebagai partai yang menempatkan keselamatan rakyat di atas segalanya, Fraksi PDI Perjuangan memandang penting untuk terlebih dahulu menelaah secara cermat dasar dan alasan pemerintah provinsi mengajukan perubahan terhadap Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2010,” ujar Martin Hamonangan, Senin (13/10/2025).

Menurutnya, analisis terhadap urgensi perubahan tersebut sangat penting agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana seperti Jawa Timur.

Martin menilai bahwa urgensi perubahan ini semakin kuat jika melihat kelemahan mendasar dari Perda Nomor 3 Tahun 2010. Regulasi yang telah berusia lebih dari satu dekade itu dinilai tidak lagi kompatibel dengan dinamika kebijakan nasional, termasuk dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana serta Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

“Beberapa pasal dalam perda lama belum adaptif terhadap paradigma penanggulangan bencana modern yang menekankan prinsip disaster risk reduction dan resilience building,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fraksi PDI Perjuangan menyoroti bahwa perda lama juga belum menegaskan peran koordinatif Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pun belum optimal dalam mengatur sinergi antar-perangkat daerah, dunia usaha, dan masyarakat sipil dalam menghadapi bencana.

Padahal, kata Martin, pengalaman bencana di berbagai daerah menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan faktor kunci dalam mempercepat penanganan dan pemulihan.

“Secara kelembagaan, perda tersebut belum secara tegas mengatur peran koordinatif BPBD serta keterlibatan perangkat daerah lain, dunia usaha, dan masyarakat sipil,” kata Martin.

Selain dari sisi kelembagaan, Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti aspek pembiayaan penanggulangan bencana yang diatur dalam perda lama.

Menurut Martin, mekanisme yang berlaku selama ini belum memberikan ruang cukup untuk fleksibilitas penggunaan dana kedaruratan, serta kurang transparan dalam pengelolaannya. Hal ini berdampak pada lambatnya respons pemerintah daerah dalam situasi darurat.

“Di sisi lain, mekanisme pembiayaan bencana dalam perda lama juga belum memberikan ruang yang cukup bagi fleksibilitas penggunaan dana kedaruratan dan transparansi publik dalam pengelolaannya,” sebut dia.

Martin menambahkan, birokrasi yang kaku dan berlapis sering kali membuat penanganan bencana berjalan lambat. Padahal waktu adalah faktor paling krusial dalam menyelamatkan nyawa dan mengurangi kerugian.

Fraksi PDI Perjuangan menilai perubahan perda ini harus diarahkan pada reformasi sistem penanggulangan bencana yang cepat, transparan, dan berbasis koordinasi lintas lembaga.

“Dalam banyak situasi darurat, respons pemerintah daerah sering kali terhambat oleh keterbatasan administratif dan birokratis yang seharusnya dapat diantisipasi melalui pengaturan yang lebih progresif,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Nila Yani Dorong Transformasi Ekonomi Kreatif Berbasis Kekayaan Intelektual dan Budaya

Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti mendorong Kementerian Ekonomi Kreatif menyusun roadmap pengembangan ...
KRONIK

DPRD Jatim Dukung Jadwal WFH Jumat, Yordan: Produktivitas Tetap Jadi Catatan

SURABAYA – Anggota Komisi A DPRD Jatim, Yordan M Batara Goa, menyambut baik keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) ...
KRONIK

Hari Lahir Pancasila, Bupati Lukman Luncurkan Program Satu Desa Satu Sarjana

BANGKALAN – Bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026, Bupati Bangkalan,  Lukman Hakim, meluncurkan ...
HEADLINE

Said Abdullah Ungkap 3 Fondasi Hubungan Harmonis Megawati dan Prabowo

Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengungkap tiga fondasi utama yang membuat hubungan Megawati Soekarnoputri ...
KRONIK

Puan Maharani: Patung Bung Karno di Roma Ingatkan Semangat Indonesia Harus Mendunia

Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan peresmian Patung Bung Karno di KBRI Roma menjadi pengingat bahwa semangat ...
KABAR CABANG

Minta Solusi Nyata Soal Banjir Tahunan, Warga Karangmluwuh Sampaikan Aspirasi ke Pengurus PDIP Jember

Warga Karangmluwuh, Mangli, Jember kembali mengeluhkan banjir yang bertahun-tahun menggenangi permukiman. Aspirasi ...