Senin
25 Mei 2026 | 7 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tangani Banjir Berbasis Kawasan, Eri: Yang Dulu Seleher, Sekarang Sudah Tidak

pdip jatim 251001 keruk sungai

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi banjir jelang musim hujan. Langkah strategis itu tidak lagi dilakukan secara parsial, tetapi dengan pendekatan berbasis per wilayah.

“Kita lihat kondisi di Bali, kita lihat kondisi di Jakarta kemarin, ini menunjukkan bahwa curah hujan tidak seperti biasanya. Di Jakarta ketika musim panas, hujan, banjir. Bali juga sama,” kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Senin (29/9/2025).

Karena itu, Eri minta masyarakat agar tidak menutup saluran maupun sungai dengan bangunan. “Ini tempat jalurnya aliran air. Kalau selama itu masih ditutup, digunakan (bangunan), tidak mungkin kita bebas banjir,” ujarnya.

Menurutnya, pola penanganan banjir kini dilakukan per kawasan. Salah satunya di wilayah Surabaya Selatan yang meliputi Ahmad Yani, Ketintang, Kebonsari, Jemursari, hingga Prapen. Saluran di kawasan tersebut dibesarkan agar aliran air lebih lancar.

“Kalau itu sudah dicarikan solusinya, semoga seperti di Dukuh Kupang. Dukuh Kupang sudah tidak ada banjir sama sekali. Yang dulu (banjir) seleher, sekarang sudah tidak sama sekali,” ungkap dia.

Bahkan, Eri menyebut, kawasan Surabaya Barat seperti Pakal dan Benowo yang sebelumnya juga kerap tergenang, saat ini sudah terbebas dari banjir. “Makanya kita menyelesaikannya seperti itu. Tidak bisa sini banjir, dikasih (dibangun) U-ditch, tidak bisa,” tegasnya.

Selain membenahi saluran, Pemkot Surabaya juga menambah bozem serta rumah pompa. Salah satunya di kawasan Ketintang yang diarahkan ke Rumah Pompa Kebonsari. “Kalau tidak (dibangun bozem), itu akan bebannya berat,” kata Eri.

Dia mencontohkan kawasan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Ketintang, yang kini sedang dilakukan pengerukan dan pembuatan saluran baru langsung menuju Kali Tengah Wiyung.

“Kalau sekarang kan masih lewat perkampungan-perkampungan. Perkampungannya banjir, makanya kita potong (crossing),” jelasnya.

Dis menargetkan, penanganan banjir akan terus berjalan hingga Surabaya terbebas dari genangan. Pemkot Surabaya juga memastikan untuk melanjutkan program pengendalian banjir pada tahun anggaran 2026.

“Sampai banjirnya hilang, kita akan terus jalankan. Kalau kita nggak ada percepatan-percepatan, ini bisa kerjanya sampai 2029, kasihan kampung-kampung, makanya ditarik di 2026,” pungkasnya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Tingkat Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Bupati Lukman Resmikan Kanal Pengaduan

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih ...
KRONIK

Festival Perempuan Pesisir, Ruang Solidaritas dan Aspirasi Perempuan Kawasan Pantai

SUMENEP – Ratusan pengunjung memadati Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, Sumenep, menyaksikan Festival Perempuan ...
KRONIK

Hadapi Ancaman El Nino dan Degradasi Sosial, Wiwin Sumrambah Desak Penguatan Kemandirian Warga

JOMBANG – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, mengeluarkan peringatan keras terkait kondisi sosial ...
KRONIK

Harlah Muslimat NU, Bupati Ipuk: Gotong Royong Kunci Keberhasilan

BANYUWANGI – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Banyuwangi berlangsung meriah ...
KABAR CABANG

Mengenal Tari Sekar Arum, Kesenian Pembuka Acara Pelantikan PAC Se-Kota Probolinggo

KOTA PROBOLINGGO — Pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kota Probolinggo berlangsung meriah dan ...
KABAR CABANG

DPD PDI Perjuangan Jatim Buka Pendaftaran Soekarno Fun Run 2026 di Jember

DPD PDIP Jatim resmi membuka pendaftaran Soekarno Fun Run 2026 di Jember dengan menyasar generasi muda dan ...