Kamis
08 Oktober 2026 | 10 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tangani Banjir Berbasis Kawasan, Eri: Yang Dulu Seleher, Sekarang Sudah Tidak

pdip jatim 251001 keruk sungai

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi banjir jelang musim hujan. Langkah strategis itu tidak lagi dilakukan secara parsial, tetapi dengan pendekatan berbasis per wilayah.

“Kita lihat kondisi di Bali, kita lihat kondisi di Jakarta kemarin, ini menunjukkan bahwa curah hujan tidak seperti biasanya. Di Jakarta ketika musim panas, hujan, banjir. Bali juga sama,” kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Senin (29/9/2025).

Karena itu, Eri minta masyarakat agar tidak menutup saluran maupun sungai dengan bangunan. “Ini tempat jalurnya aliran air. Kalau selama itu masih ditutup, digunakan (bangunan), tidak mungkin kita bebas banjir,” ujarnya.

Menurutnya, pola penanganan banjir kini dilakukan per kawasan. Salah satunya di wilayah Surabaya Selatan yang meliputi Ahmad Yani, Ketintang, Kebonsari, Jemursari, hingga Prapen. Saluran di kawasan tersebut dibesarkan agar aliran air lebih lancar.

“Kalau itu sudah dicarikan solusinya, semoga seperti di Dukuh Kupang. Dukuh Kupang sudah tidak ada banjir sama sekali. Yang dulu (banjir) seleher, sekarang sudah tidak sama sekali,” ungkap dia.

Bahkan, Eri menyebut, kawasan Surabaya Barat seperti Pakal dan Benowo yang sebelumnya juga kerap tergenang, saat ini sudah terbebas dari banjir. “Makanya kita menyelesaikannya seperti itu. Tidak bisa sini banjir, dikasih (dibangun) U-ditch, tidak bisa,” tegasnya.

Selain membenahi saluran, Pemkot Surabaya juga menambah bozem serta rumah pompa. Salah satunya di kawasan Ketintang yang diarahkan ke Rumah Pompa Kebonsari. “Kalau tidak (dibangun bozem), itu akan bebannya berat,” kata Eri.

Dia mencontohkan kawasan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Ketintang, yang kini sedang dilakukan pengerukan dan pembuatan saluran baru langsung menuju Kali Tengah Wiyung.

“Kalau sekarang kan masih lewat perkampungan-perkampungan. Perkampungannya banjir, makanya kita potong (crossing),” jelasnya.

Dis menargetkan, penanganan banjir akan terus berjalan hingga Surabaya terbebas dari genangan. Pemkot Surabaya juga memastikan untuk melanjutkan program pengendalian banjir pada tahun anggaran 2026.

“Sampai banjirnya hilang, kita akan terus jalankan. Kalau kita nggak ada percepatan-percepatan, ini bisa kerjanya sampai 2029, kasihan kampung-kampung, makanya ditarik di 2026,” pungkasnya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Banyuwangi Tuntaskan Musran dan Musanran, 217 Ranting serta 840 Anak Ranting Terbentuk

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi telah menuntaskan pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah ...
LEGISLATIF

Puan di Forum IPU: Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Haruslah Adil

Puan Maharani menegaskan di Sidang Umum IPU ke-153 bahwa tata kelola pemerintahan yang baik haruslah adil, ...
LEGISLATIF

Desak PSU Perumahan Vaganza Segera Diserahkan ke Pemkab Malang, DPRD Siap Kawal

MALANG – Komisi III DPRD Kabupaten Malang mendesak Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Perumahan Vaganza segera ...
SEMENTARA ITU...

Prof Kyungyon Moon Apresiasi Inovasi Bupati Trenggalek, Siapkan Program Pemberdayaan Pemuda

TRENGGALEK – Inovasi Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendapat apresiasi dari Prof. Kyungyon Moon dari Jeonbuk ...
LEGISLATIF

DPRD Banyuwangi Ajukan Raperda Inisiatif Pembentukan Produk Hukum Daerah untuk Dibahas

BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi mengajukan Rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif tentang ...
UMKM

Bupati Gresik Perintahkan Dinas Koperasi Tetap Lakukan Pendampingan Pasca-Pelatihan kepada UMKM

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Program Bunda Puspa tidak berhenti pada pelatihan. Para alumni ...