Selasa
11 Agustus 2026 | 3 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kebijakan Gas Nasional Mandek, Industri Tercekik, Novita Hardini: Hentikan Saling Lempar Tanggung Jawab!

pdip jatim 250929 NH

JAKARTA – Anggota Komisi VII dari Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Novita Hardini mengkritik tajam kebijakan gas nasional yang dinilai menghambat pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri.

Kritikan itu dia lontarkan saat rapat dengar pendapat Komisi VII DPR RI dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN), di gedung DPR Senayan, Senin (29/9/2025).

Legislator dari Dapil 7 Jawa Timur itu menegaskan bahwa tumpang tindih kebijakan dan pembatasan penyaluran gas telah membuat industri padat energi “nyaris tidak bisa bernapas.”

“Kita tidak bisa menutup mata, Industri manufaktur mandek karena kita belum mampu mengurai masalah ego sektoral. PGN dan Kemenperin jangan hanya saling lempar tanggung jawab,” tegas Novita.

Dia menyoroti kebijakan pembatasan volume penyaluran gas dan tambahan biaya distribusi yang diterapkan PGN. Kebijakan tersebut, menurutnya, telah memukul pelaku industri yang bergantung pada pasokan gas.

“Pembatasan kuota dan biaya tambahan membuat banyak pelaku industri tercekik. Ini bukan sekadar hitung-hitungan teknis operasional mereka melambung tinggi dan banyak yang terpaksa gulung tikar. Industri padat energi bahkan sudah kesulitan untuk sekadar bernapas,” ungkapnya.

Meski PGN berperan sebagai pelaksana, legislator Perempuan satu-satunya dari dapil 7 Jawa Timur itu menuntut perusahaan pelat merah itu untuk memberikan penjelasan terbuka terkait ketidakjelasan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang dinilai tidak konsisten di lapangan.

“PGN tidak bisa hanya berdalih bahwa kebijakan ada di kementerian. Sebagai pelaksana, PGN tetap punya tanggung jawab untuk memberikan penjelasan dan mencari solusi. Kami di Komisi VII butuh jawaban konkret, bukan sekadar melempar masalah ke pihak lain, Sebab, masalah industri tidak akan selesai jika lintas kementerian dan lembaga masih belum menurunkan ego sektoralnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Novita Hardini menekankan jika pemerintah harus segera membereskan ego sektoral antar kementerian dan lembaga.

“Kalau kebijakan gas tetap tidak jelas, industri nasional akan terus tersandera. Jangan sampai masa depan industri kita hancur hanya karena kementerian dan BUMN saling melempar tanggung jawab,” tutupnya. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...
KRONIK

Bupati Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...
KRONIK

Apresiasi Kegiatan Rejotangan Fun Trail Run, Erma Susanti: Pengungkit Wisata Desa

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mengapresiasi dan mendukung ...