Kamis
20 Agustus 2026 | 11 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri Bakal Tindak Tegas Pegawai Pemkot Surabaya yang Lakukan Pungli

pdip-jatim-250909-pengarahan-asn-sby

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi mengumpulkan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat dan Lurah se-Surabaya, usai viralnya kasus pungutan liar (pungli) yang terjadi di Kelurahan Kebraon.

“Hari ini saya kumpulkan semua lurah, camat, kepala dinas, kepala bagian. Saya sampaikan, kemarin ketika saya langsung turun, ada yang laporan lewat IG, ada yang laporan lewat DA, saya tindaklanjuti ternyata ada pungli di sana yang memang harus kita selesaikan,” ungkap Eri Cahyadi, Selasa (9/9/2025).

Pada kesempatan tersebut, Eri menegaskan kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, bahwa akan ada sanksi tegas hingga pemecatan apabila terbukti masih ada tindakan pungli pada layanan masyarakat.

“Di situ saya sampaikan pada seluruh teman-teman OPD ini, jika terjadi lagi, maka tidak ada lagi pengampunan langsung pecat. Karena itu tadi semua Kepala OPD membuat surat pernyataan, jika melakukan hal itu, maka dia dipecat,” bebernya.

Politisi PDI Perjuangan itupun menegaskan kepada seluruh Kepala OPD wajib untuk melakukan sosialisasi pada stafnya terkait sanksi tegas terhadap pelanggaran pungli.

“Kalau sudah melakukan sosialisasi, melakukan pengumuman,
ternyata ada anak buah yang melakukan, berarti kan tugasnya sudah selesai (menyampaikan sosialisasi terkait sanksi). Maka itu bukan menjadi tanggung jawabnya Kepala OPD,” terang Eri.

“Tapi kalau Kepala OPD tidak pernah melakukan sosialisasi, tidak pernah melakukan motivasi, tidak pernah melakukan pertemuan, ternyata anak buahnya seperti itu, maka Kepala OPD saya copot dari jabatannya,” imbuhnya.

Cak Eri, sapaan akrabnya menerangkan seluruh pegawai di lingkungan Pemkot Surabaya baik itu ASN PNS, atau ASN non-PNS wajib menaati peraturan yang berlaku dan siap menerima sanksi apabila melakukan pelanggaran pungli terhadap masyarakat.

“Seluruh staf yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya, hari ini membuat surat pernyataan jika melakukan pungli, dan bisa dibuktikan apakah itu saksinya ada. Setelah itu ada bukti yang disampaikan seperti saya kemarin, ada, maka langsung saya pecat,” tegasnya.

Dia pun mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak takut melaporkan apabila menemui kasus pungli di wilayahnya. Serta bagi masyarakat untuk mendukung apabila ada warga yang berani melaporkan tindakan pungli.

“Yang berani melaporkan, itu pahlawan Surabaya, jangan dikucilkan dari kampungnya,” pungkas Eri Cahyadi. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Semifinal-Final Soekarno Cup 2026 Gunakan Wasit Liga 1 dan VAR

SURABAYA – Soekarno Cup 2026 meningkatkan standar penyelenggaraan pertandingan dengan menggunakan wasit Liga 1 ...
KRONIK

Lepas Peserta Karnaval TK-PAUD se-Pohjentrek, Muhamad Zaini Ajak Kenalkan Budaya Sejak Dini

KABUPATEN PASURUAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini, secara resmi membuka dan memberangkatkan ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Bidik Investasi Rp43 Triliun pada 2026, Layanan Digital Diperkuat

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membidik realisasi investasi sebesar Rp43 triliun pada 2026. Untuk ...
KRONIK

Tiga Politisi Muda PDIP Tapal Kuda Masuk Nominasi Penghargaan Nasional

JEMBER – Tiga politisi muda PDI Perjuangan dari kawasan Tapal Kuda masuk nominasi penghargaan yang digelar salah ...
KRONIK

Korban TPPO Asal Jawa Barat Dipulangkan, Sinung Harap Kasus Serupa Tidak Terjadi Lagi

BONDOWOSO – Tiga perempuan asal Jawa Barat yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ...
SEMENTARA ITU...

Doding Dorong Pedagang Pasar Melek Teknologi agar Tak Tergusur Perubahan Zaman

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mendorong pedagang pasar tradisional beradaptasi dengan ...