Kamis
25 Juni 2026 | 9 : 47

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Yordan Sosialisasikan Penguatan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat bagi Para Penghayat

pdip jatim 250905 sosialisasi keberagaman 1

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Yordan M Batara-Goa, menyoroti diskriminasi yang terjadi terhadap kaum penghayat.

“Kaum penghayat masih masuk di dalam Kementerian Kebudayaan, padahal secara undang-undang, aliran kepercayaan setara dengan agama, namun justru hingga kini tidak masuk dalam Kementerian Agama,” ucap Yordan.

Hal tersebut disampaikan Yordan dalam kegiatan sosialisasi toleransi dan keberagaman bertemakan “Sosialisasi penguatan toleransi kehidupan bermasyarakat bagi kaum penghayat” yang diselenggarakan di Hotel Grand Mercure Mirama Surabaya, Jumat (5/9/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri 125 peserta yang berasal dari belasan organisasi penghayat.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jawa Timur tersebut menegaskan, sejak awal mula Pancasila telah menghormati adanya kesetaraan bagi seluruh pemeluk agama dan kepercayaan.

“Saling menghormati sesama pemeluk agama dan kepercayaan, yang didasarkan pada Ketuhanan Yang Maha Esa, diambil dari pidato hari lahir Pancasila pada 1 Juni,” ujarnya.

“Esa berarti satu, utama, tidak ada yang menandingi, mengakui semua agama dan kepercayaan. Sehingga bisa diterima oleh berbagai pihak,” beber Yordan.

Anggota Komisi A tersebut menyampaikan bahwa intoleransi dan diskriminasi masih menjadi polemik dalam membangun toleransi.

“Sebanyak 67,8 persen penduduk Indonesia tidak suka bertetangga dengan orang yang berbeda agama. Ini hasil survey tahun 2012 tapi masih relevan hingga sekarang,” ungkapnya.

Yordan menjelaskan bahwa dunia pendidikan menjadi cara paling efektif dalam mensosialisasikan kesetaraan antara agama dan kepercayaan.

“Diskriminasi diakibatkan pendidikan kita yang tidak moderat, moderasi beragama dalam bentuk sosialisasi yang paling efektif ialah melalui pendidikan,” terang Yordan.

Dia mengajak seluruh masyarakat, khususnya kepada kaum penghayat untuk terus berjuang dalam menjaga toleransi.

“Masalah diskriminasi bukan masalah agama apa, melainkan mayoritas kepada minoritas. Ayo berjuang bersama, dengan aktif di organisasi lintas agama dan iman. Forum seperti itu, para kaum penghayat harus ambil bagian, sehingga isu tersebut (diskriminasi) juga menjadi perhatian bagi semua pihak,” pungkasnya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

MH Said Abdullah Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Bersama Guru Ngaji

SUMENEP – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, MH Said Abdullah, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Kota Malang Soroti Wacana WFH ASN, Minta Pemkot Tertibkan Penggunaan BBM Subsidi

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang mempertanyakan urgensi wacana Work From Home (WFH) bagi ASN pasca-kenaikan ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Terima Kunjungan KPU, Tegaskan Kesiapan Sipol Hingga Kuota Perempuan

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro menerima kunjungan kerja dari jajaran ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Siapkan Direksi BUMD Berkontrak Kinerja, Targetkan PAD Kediri Terdongkrak

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan akan mengisi kekosongan jabatan direktur BUMD dengan figur yang ...
KABAR CABANG

Rumah Ngatemin Jadi RTLH ke-12 yang Dibedah PDIP Kota Batu, Wujud Nyata Ajaran Bung Karno

Rumah Ngatemin, warga Dusun Junggo, Kota Batu, menjadi rumah ke-12 yang dibedah DPC PDI Perjuangan Kota Batu sejak ...
SEMENTARA ITU...

Kwarcab Pramuka Surabaya Desak Pemkot Bangun Bumi Perkemahan, Dinilai Mendesak untuk Pendidikan Karakter

Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Surabaya mendesak Pemkot Surabaya segera merealisasikan pembangunan Bumi Perkemahan. ...