Rabu
30 September 2026 | 6 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Yordan Sosialisasikan Penguatan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat bagi Para Penghayat

pdip jatim 250905 sosialisasi keberagaman 1

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Yordan M Batara-Goa, menyoroti diskriminasi yang terjadi terhadap kaum penghayat.

“Kaum penghayat masih masuk di dalam Kementerian Kebudayaan, padahal secara undang-undang, aliran kepercayaan setara dengan agama, namun justru hingga kini tidak masuk dalam Kementerian Agama,” ucap Yordan.

Hal tersebut disampaikan Yordan dalam kegiatan sosialisasi toleransi dan keberagaman bertemakan “Sosialisasi penguatan toleransi kehidupan bermasyarakat bagi kaum penghayat” yang diselenggarakan di Hotel Grand Mercure Mirama Surabaya, Jumat (5/9/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri 125 peserta yang berasal dari belasan organisasi penghayat.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jawa Timur tersebut menegaskan, sejak awal mula Pancasila telah menghormati adanya kesetaraan bagi seluruh pemeluk agama dan kepercayaan.

“Saling menghormati sesama pemeluk agama dan kepercayaan, yang didasarkan pada Ketuhanan Yang Maha Esa, diambil dari pidato hari lahir Pancasila pada 1 Juni,” ujarnya.

“Esa berarti satu, utama, tidak ada yang menandingi, mengakui semua agama dan kepercayaan. Sehingga bisa diterima oleh berbagai pihak,” beber Yordan.

Anggota Komisi A tersebut menyampaikan bahwa intoleransi dan diskriminasi masih menjadi polemik dalam membangun toleransi.

“Sebanyak 67,8 persen penduduk Indonesia tidak suka bertetangga dengan orang yang berbeda agama. Ini hasil survey tahun 2012 tapi masih relevan hingga sekarang,” ungkapnya.

Yordan menjelaskan bahwa dunia pendidikan menjadi cara paling efektif dalam mensosialisasikan kesetaraan antara agama dan kepercayaan.

“Diskriminasi diakibatkan pendidikan kita yang tidak moderat, moderasi beragama dalam bentuk sosialisasi yang paling efektif ialah melalui pendidikan,” terang Yordan.

Dia mengajak seluruh masyarakat, khususnya kepada kaum penghayat untuk terus berjuang dalam menjaga toleransi.

“Masalah diskriminasi bukan masalah agama apa, melainkan mayoritas kepada minoritas. Ayo berjuang bersama, dengan aktif di organisasi lintas agama dan iman. Forum seperti itu, para kaum penghayat harus ambil bagian, sehingga isu tersebut (diskriminasi) juga menjadi perhatian bagi semua pihak,” pungkasnya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Said Abdullah: Prabowo-Megawati Akan Bertemu Lagi, Diharapkan 17 Oktober

JAKARTA – Pertemuan lanjutan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri direncanakan ...
LEGISLATIF

Baktiono Minta Seleksi Direksi BUMD Surabaya Bebas Manuver Politik

SURABAYA – Proses seleksi calon Direksi lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Surabaya mendapat perhatian DPRD ...
KRONIK

Sinung Soroti Rencana Utang Rp45 Miliar dalam APBD Bondowoso 2027

BONDOWOSO – Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, menyoroti rencana pemerintah daerah menarik utang Rp45 ...
EKSEKUTIF

Debit Sumber Air Menurun, 500 Warga Selorejo Kediri Dapat Bantuan Air Bersih

KEDIRI – Sekitar 500 warga Dusun Selorejo, Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mengalami kesulitan ...
LEGISLATIF

Rencana Kementerian Haji dan Umrah Mengaudit Forensik BPKH, Abidin Fikri Setuju dengan Catatan

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Abidin Fikri meminta pemerintah, khususnya ...
KRONIK

Tiga Pilar Cup Ngawi; Sepakbola Lintas Profesi, Lariskan UMKM

NGAWI – Setiap sore, suasana di Lapangan Alun-Alun Merdeka Kabupaten Ngawi ramai oleh pertandingan sepak bola dan ...