MADIUN – Politisi senior PDI Perjuangan Kota Madiun, Sutardi, menginisiasi lomba membuat masakan non-beras dan jalan sehat di RW 07 Kelurahan Taman, Kota Madiun.
Kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI itu berlangsung Sabtu (23/8/2025) sore untuk lomba masakan dan Minggu (24/8/2025) pagi untuk jalan sehat.
Sutardi, yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun, menyebut lomba ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana mempererat kebersamaan warga.
“Sebagai kader partai, kami patuh pada perintah Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri untuk turun ke masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan seperti ini, yang membangun kebersamaan dengan rakyat,” ujar Sutardi.
Lomba memasak ini diikuti perwakilan dari empat RT di lingkungan RW 07. Masing-masing RT mengirimkan dua kelompok Dasawisma. Menu yang disajikan pun beragam, mulai dari getuk, cenil, sawut, grontol, nasi jagung, botok, hingga minuman tradisional seperti kunir asem dan beras kencur.

Ketua RW 07, Budiono, mengakui kegiatan ini muncul atas dorongan kuat Sutardi.
“Awalnya lingkungan tidak ada acara, tapi Pak Tardi mendorong kami hingga akhirnya warga antusias. Intinya, kita mengenang perjuangan pahlawan dengan cara sederhana, termasuk lewat makanan non-beras yang dulu juga dikonsumsi para pejuang,” kata Budiono.
Dalam penilaian, panitia menetapkan delapan kriteria, yakni durasi memasak, penampilan penyaji, kombinasi sajian, cita rasa, kebersihan, keindahan, kerapian, dan kekompakan tim.
Salah satu dari tiga juri, Eli Herawati, menilai kreativitas peserta patut diapresiasi. “Daun semanggi, garut, hingga telo bisa diolah jadi menu unik. Misalnya jenang jagung dan jenang garut dengan campuran buah. Rasanya luar biasa. Ini membuktikan bahan sederhana bisa tampil istimewa,” ungkapnya.
Lewat kegiatan ini, warga berharap kebersamaan semakin terjalin erat sekaligus melestarikan kuliner tradisional non-beras sebagai warisan budaya lokal. (ahm/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










