Sabtu
02 Mei 2026 | 1 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Lindungi Konsumen, Kanang: Produk Mamin Instan Harusnya Cantumkan Label Peringatan Kesehatan

pdip-jatim-250818-kanang

SURABAYA – Anggota Komisi VI DPR RI, Budi Sulistyono, akrab disapa Kanang, menyoroti pentingnya perlindungan konsumen terkait makanan instan di Indonesia.

Menurutnya, semua produk makanan dan minuman (mamin) instan perlu dilengkapi label peringatan kesehatan yang jelas, mirip seperti peringatan pada kemasan rokok.

“Rokok ditulis jelas: ‘Merokok merenggut kesehatanmu.’ Seharusnya hal serupa diterapkan pada makanan instan. Kita harus memberi informasi yang seimbang tentang dampak kesehatan produk yang dikonsumsi masyarakat, terutama generasi muda,” kata Budi Sulistyono, Senin (18/8/2025).

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini menegaskan, makanan instan yang tinggi kandungan bahan tambahan seperti micin atau pengawet berpotensi membahayakan kesehatan jangka panjang. “Ini sangat berbahaya bagi regenerasi kesehatan bangsa,” jelasnya.

Kanang mencontohkan pengalamannya saat berkunjung ke Jepang, di mana makanan instan terasa hambar karena penggunaan micin yang sangat sedikit.

Menurutnya, hal tersebut merupakan hasil pengawasan ketat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jepang. Dia menilai Indonesia perlu meniru langkah tersebut.

“Di Jepang, BPOM sangat selektif dalam mengawasi makanan instan. Rasanya berbeda karena micinnya sedikit. Perlindungan konsumen harus hadir sebelum terjadi masalah, bukan setelah ada kejadian kesehatan,” ungkap mantan Bupati Ngawi dua periode tersebut.

Lebih lanjut, Kanang menekankan bahwa setiap produk makanan instan sebaiknya mencantumkan informasi dampak kesehatan secara jelas. Termasuk risiko seperti gangguan ginjal, stroke, atau masalah kesehatan lainnya yang mungkin timbul akibat konsumsi berlebihan.

“Kalau seseorang memakan produk ini, harus dijelaskan dampaknya, seperti stroke, cuci darah, dan lain-lain. Perlindungan ini harus hadir di semua lini,” tuturnya.

Dia pun mendorong pemerintah dan regulator terkait untuk memperkuat peraturan, sehingga konsumen dapat membuat pilihan yang lebih sehat dan sadar akan risiko kesehatan.

Menurutnya, langkah ini tidak hanya akan melindungi masyarakat, tetapi juga menjadi upaya strategis menjaga kualitas kesehatan generasi mendatang. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Sumenep Gelar Konsolidasi bersama PAC untuk Perkuat Basis

SUMENEP – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Pimpinan Anak Cabang ...
KRONIK

May Day 2026, Armuji Berbaur dengan Buruh, Tegaskan Komitmen Kesejahteraan Pekerja

SURABAYA – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di depan Kantor Gubernur Jawa Timur berlangsung ...
KRONIK

May Day di DPRD Jatim, Yordan Tegaskan Tuntutan Buruh Akan Diteruskan ke Pusat

Aksi May Day di DPRD Jatim, Yordan Batara-Goa pastikan tuntutan buruh soal outsourcing, upah, dan PHK diteruskan ke ...
KRONIK

Ini, Kunci Sukses Bupati Ipuk Dorong Anak Muda Banyuwangi Berkreasi di Pertanian

BANYUWANGI – Sejak menjabat sebagai Bupati Banyuwangi, salah satu program prioritas Ipuk Fiestiandani adalah sektor ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tekankan Rekrutmen Sekolah Rakyat Harus Tepat Sasaran, Prioritaskan Warga Kurang Mampu

Mas Dhito tekankan rekrutmen Sekolah Rakyat Kediri harus tepat sasaran bagi desil 1 dan 2, progres pembangunan ...
LEGISLATIF

May Day Produktif, Doding Ajak Buruh Tanam Pohon Perkuat Lingkungan dan Ketahanan Pangan di Trenggalek

Doding Rahmadi ajak buruh tanam pohon saat May Day di Trenggalek, dorong ketahanan pangan dan lingkungan ...