Sabtu
31 Oktober 2026 | 6 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Puluhan Siswa SDN di Porong Di-DO Mendadak, PAC dan Fraksi Dampingi Wali Siswa

IMG-20250816-WA0031_copy_454x310

SIDOARJO – Sejumlah pengurus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo mendatangi SDN Candi Pari 2, Sabtu (16/8/2025).

Kedatangan mereka bersama sejumlah wali siswa, mempertanyakan kebijakan sekolah yang tiba-tiba menyatakan belasan Siswa diberhentikan (DO, drop out) dari sekolah tersebut.

Ketua PAC PDI Perjuangan Porong, Manunggal, di sela mendampingi warga menyampaikan, pihaknya menerima pengaduan dari sejumlah wali siswa terkait hal itu.

“Ada dua sekolah dasar negeri yang memberhentikan secara sepihak puluhan pelajar kelas 1,” kata Manunggal.

Rinciannya, kata dia, dari SDN Candipari II sebanyak 14 siswa dan SDN Kesambi I, 12 siswa.

“Proses belajar mengajar sudah berjalan beberapa bulan. Ada apa ini tiba-tiba siswa diberhentikan?” kata Manunggal sembari menyampaikan peristiwa itu kepada DPC PDI Perjuangan Sidoarjo.

Plt Ketua DPC Sidoarjo Hari Yulianto meneruskan laporan tersebut kepada Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sidoarjo.

Informasi ditanggapi dengan sigap oleh pihak dewan. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sidoarjo, Tarkit Erdianto bersama Kasipah dan sejumlah koleganya dari lintas fraksi seketika turun dan hadir ke sekolah tersebut.

Menurut salah seorang wali siswa, keputusan pihak sekolah menyatakan anaknya tidak bisa melanjutkan sekolah di SDN Candipari karena alasan kuota.

“Kami wali siswa diundang ke sekolah kemarin. Pihak sekolah menyampaikan anak kami tidak dapat sekolah lagi di sini,” katanya.

Kedatangan wali siswa dan sejumlah anggota dewan ditemui para guru. Namun kepala sekolah tidak sedang di tempat. Informasi dari pertemuan tersebut, langkah sekolah karena ada arahan dari Dinas Pendidikan.

Pada kesempatan itu, Kasipah menegaskan Komisi D DPRD Sidoarjo bakal memanggil pihak-pihak terkait termasuk dinas pendidikan untuk rapat dengar pendapat.

“Kalau alasan batasan kuota, kenapa tidak dari dulu. Para siswa ini sudah diterima, membayar seragam dan sebagainya, tiba-tiba diberhentikan,” katanya.

Adapun solusi sementara, para siswa bisa tetap masuk sekolah dan mengikuti kegiatan belajar mengajar. “Kami akan kawal persoalan ini,” kata Kasipah. (Ian/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Dua Kasus Perusakan Situs Purbakala di Jember, Candra: Belum Ada Kejelasan

JEMBER – Penanganan kasus hilangnya dua batu yoni di Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, dan perusakan situs Gumuk ...
EKSEKUTIF

ASN Pemkab Blitar Diterjunkan dalam Gerakan ASRI, Rijanto Minta Jadi Teladan Masyarakat

BLITAR – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar diterjunkan dalam Gerakan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Anak Muda Trenggalek Jadi Pencipta Gim, Buka Peluang Ekonomi Digital

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong generasi muda Trenggalek memanfaatkan peluang ...
KRONIK

Hari Jadi Sumenep ke-757, Bupati Fauzi Ziarah ke Makam Raja-Raja

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengajak masyarakat menjadikan sejarah dan perjuangan para ...
KRONIK

Dukung 18 Tuntutan Mahasiswa, DPRD Jember Siapkan Surat ke Pemerintah Pusat

JEMBER – DPRD Jember berjanji meneruskan 18 tuntutan mahasiswa kepada pemerintah pusat. Namun, lembaga legislatif ...
LEGISLATIF

Sri Untari Usulkan Wayang Dikembangkan dengan AI agar Diminati Generasi Muda

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, mengusulkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau ...