Rabu
07 Oktober 2026 | 10 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkot Surabaya Selesaikan Proyek Pembangunan dengan Dana Utang, Ketua DPRD: Untuk Percepatan Pembangunan

pdip-jatim-250304-sutarwi

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono menyoroti langkah pemerintah kota (Pemkot) setempat yang berkomitmen menyelesaikan proyek pembangunan dengan menggunakan dana utang atau pembiayaan alternatif.

“Menurut saya itu adalah upaya Pemkot Surabaya untuk percepatan pembangunan, karena tentunya apabila menggunakan anggaran yang ada tidak akan bisa,” kata Adi Sutarwijono, Rabu (13/8/2025).

Langkah Pemkot Surabaya melakukan pinjaman dana guna mempercepat proses pembangunan, ujarnya, merupakan wujud komitmen pemerintah dalam pembangunan Kota Pahlawan yang hasilnya dapat dirasakan masyarakat.

“Sehingga masyarakat tidak menunggu lama proyek tersebut selesai, maka dipercepat dengan melakukan pinjaman tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi telah memastikan anggaran yang dipinjam akan dilunasi di periode masa jabatannya.

“Wali Kota Surabaya juga sudah memastikan anggaran yang dipinjam akan dilunasi di masa jabatan periode saat ini, sehingga tidak membebani pemerintahan periode selanjutnya,” ungkap Awi, sapaan akrabnya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menerangkan bahwa pinjaman tersebut akan dibahas dalam pembahasan perubahan APBD.

Diketahui, infrastruktur menjadi prioritas penting dalam alokasi anggaran Kota Surabaya sampai akhir tahun ini.

Tercatat kemampuan belanja Kota Surabaya diproyeksikan Rp 12,3 triliun hingga APBD Perubahan nanti. Termasuk melalui pembiayaan alternatif alias pinjaman dari Bank Jatim sebesar Rp 450,2 miliar.

Pinjaman ini, sepenuhnya untuk penguatan infrastruktur yang diperlukan oleh masyarakat. Pertama, untuk pengerjaan JLLB (Jalan Lingkar Luar Barat) Rp 42,1 miliar.

Kedua, pelebaran jalan Wiyung-Lakarsantri Rp 130,2 miliar. Ketiga, penanganan banjir Rp 179,3 miliar.

Keempat, pengerjaan drainase diversi Gunungsari Rp 50,1 miliar. Dan Kelima, penerangan jalan umum (PJU) Rp 50,3 miliar.

Pembiayaan alternatif diambil, karena alokasi APBD setelah dikurangi belanja wajib hanya tersisa Rp 1,7 triliun untuk pembangunan. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Pejabat Banyuwangi Jalani Tes Urine dan Tandatangani Pakta Integritas Bebas Narkoba

BANYUWANGI – Pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, mulai camat hingga kepala Organisasi Perangkat ...
EKSEKUTIF

Sanusi Tegaskan Program Sampah di Malang Tak Boleh Berhenti Jadi Pilot Project

MALANG – Bupati Malang Sanusi menegaskan penanganan sampah tidak boleh berhenti sebagai proyek percontohan atau ...
LEGISLATIF

Gen Z Kutisari Gerakkan Ekonomi Kampung, Anas Karno: Patut Diteladani

SURABAYA – Upaya generasi muda di Kutisari, Surabaya, membangun usaha produktif untuk menggerakkan perekonomian ...
SEMENTARA ITU...

Cak Ji dan Risma Sapa Lansia dan Warga Pra-Sejahtera Peserta Periksa Mata Gratis

SURABAYA – Akses pemeriksaan mata bagi lansia dan warga pra-sejahtera perlu terus dibuka. Sebab, gangguan ...
SEMENTARA ITU...

Dari Tegang hingga Pecah dalam Sorak, Ribuan Warga Kediri Rayakan Kemenangan Timnas

KEDIRI – Malam di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, berubah menjadi lautan sorak. Ribuan warga ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Gelar Temu Media, Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Kritik Konstruktif

MAGETAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan menggelar agenda temu media bersama insan pers. ...