Kamis
01 Oktober 2026 | 11 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Amithya Apresiasi Upaya Lesbumi Revitalisasi Topeng Menak

pdip jatim 250812 topeng menak 1

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita ambil bagian dalam mendorong upaya revitalisasi Topeng Menak, kesenian tradisi di Malang yang nyaris punah.

Hal itu diungkapkan Amithya saat menghadiri pertunjukan ‘Burak Bawana Menak’ yang digelar Lesbumi Kota Malang pada Sabtu malam (9/8/2025) di Pesantren Budaya Karanggenting, Merjosari Kota Malang.

Amithya menekankan pentingnya upaya pelestarian kesenian tradisional seperti Wayang Topeng Menak yang kini eksistensinya mulai jarang dikenal generasi muda.

Tak hanya Wayang Topeng Menak, kata dia, Kota Malang juga memiliki banyak kekayaan budaya yang belum tersentuh dan kurang dikenal masyarakat.

Mayoritas, lanjut Mia, sapaan akrabnya, masyarakat hanya mengenal kesenian yang populer di media atau kegiatan tertentu, seperti bantengan. Namun pada kesenian lain yang memiliki nilai sejarah tinggi justru kurang mendapat perhatian.

”Sebetulnya di Kota Malang ini banyak sekali budaya-budaya boleh dibilang mulai terlupakan. Apalagi, kalau dari klasifikasi umur, banyak anak muda yang tidak paham tentang budaya ini. Seperti Wayang dan Topeng Menak ini perlu kita lestarikan,” ujar Amithya kepada pewarta media ini, Selasa (12/8/2025).

Sebab itu, politisi PDI Perjuangan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Lesbumi yang sejak 2019 telah melakukan riset dan membentuk kelompok untuk melestarikan Topeng Menak.

Wayang Topeng Menak menurut, Mia, sapaan akrab Amithya, adalah sebuah nafas kebudayaan Malang.

Dalam catatan etnografi penulis Belanda, Mbah Reni disebut sebagai legenda Topeng Malangan di abad ke-19.

Kemudian berkembang dan lahir Topeng Menak, yang bersumber dari Serat Menak Epos Amir Hamzah, berpadu indah dengan unsur budaya dan tradisi Jawa.

”Saya berharap Wayang Topeng Menak semakin dikenal, semakin dicintai, dan mampu menjadi inspirasi dan kebanggaan Kota Malang, juga simbol kekuatan budaya Indonesia di mata dunia,” harap Mia.

Saat ini, lanjut dia, Pemkot Malang sudah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemajuan Kebudayaan, sebagai payung hukum pelestarian dan pengembangan warisan budaya daerah.

Melalui perda ini, diharapkan muatan kebudayaan, termasuk kesenian lokal seperti Wayang Topeng Menak, dapat terintegrasi dalam kurikulum sekolah melalui mata pelajaran muatan lokal.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, untuk memastikan generasi muda mengenal, memahami, dan mencintai kebudayaannya sendiri sejak dini,” tegasnya. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Puan Maharani: Nilai Pancasila Harus Hadir dalam Kebijakan dan Pelayanan kepada Rakyat

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam kebijakan negara, ...
SEMENTARA ITU...

Mas Ipin: FJTT Jadi Parameter Seni Jaranan Trenggalek Tetap Eksis

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menilai FJTT menjadi parameter eksistensi seni jaranan sekaligus ruang ...
KRONIK

Soroti Kecelakaan KM Virgo Transport 8, Darul Dorong Pembangunan Pos Bakamla di Masalembu

SUMENEP – Pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perbatasan perairan Masalembu, Sumenep, Jawa Timur, ...
LEGISLATIF

Tingkatkan Ekonomi Kepulauan, Hosnan PDIP Minta Pemkab Sumenep Maksimalkan Jalan Sapudi dan Raas

SUMENEP – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Hosnan, memberikan atensi terhadap pembangunan infrastruktur ...
KRONIK

Pedagang Pasar Tanjung Demo, DPRD Jember Fasilitasi Pertemuan Jumat

JEMBER – Ratusan pedagang Pasar Tanjung berunjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Rabu ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Disiplin ASN dan PPPK Harus Berlaku Sama, Jangan Tebang Pilih

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, menekankan standar kedisiplinan harus berlaku sama ...