Jumat
14 Agustus 2026 | 5 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Jatim Bahas Raperda PPA, Ini Catatan Kritis Fraksi PDI Perjuangan

pdip-jatim-250603-buDewanti-1

SURABAYA — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur memberi lima poin catatan strategis terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Dewanti Rumpoko menegaskan pentingnya langkah konkret agar Raperda tersebut benar-benar mampu menjawab persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Timur.

Dia mendorong dilakukan rapat rekonsiliasi data secara khusus. Rekonsiliasi ini perlu menghadirkan perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Jawa Timur, Komisi E DPRD, serta perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

“Hal ini penting agar diperoleh satu data yang dapat dijadikan rujukan bersama dalam menyusun kebijakan dan ketentuan normatif di dalam Raperda, sehingga tidak menimbulkan polemik di kemudian hari terkait keakuratan data dan dasar pertimbangan regulasi,” ungkap Dewanti Rumpoko, Selasa (12/8/2025).

Menurutnya, persoalan perbedaan data kerap menjadi hambatan dalam proses perumusan kebijakan. Padahal, satu data yang valid menjadi kunci dalam menetapkan arah kebijakan yang tepat sasaran, khususnya dalam upaya perlindungan terhadap kelompok rentan.

Lebih lanjut, Fraksi PDI Perjuangan juga mengusulkan penyempurnaan nomenklatur bab dalam naskah akademik. Usulan gubernur yang hanya menyentuh BAB III dan BAB V dinilai belum cukup.

Dewanti menegaskan, penyempurnaan seharusnya mencakup pula penguatan sistematika bab lain yang berkaitan dengan ketentuan pengawasan, sanksi administratif, perlindungan dalam situasi bencana, serta pengaturan pelibatan masyarakat sipil dalam pelaksanaan Raperda.

“Penyempurnaan nomenklatur ini bertujuan agar struktur dokumen akademik menjadi lebih sistematis, mudah dipahami, dan memenuhi standar penyusunan peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

Anggota Komisi D DPRD Jatim ini juga menyoroti substansi tambahan yang pernah diusulkan sebelumnya. Dia menyebutkan bahwa usulan tersebut mencakup indikator kinerja dalam perencanaan aksi daerah, pembagian kewenangan antar level pemerintahan, ketentuan perlindungan khusus dalam situasi darurat, hingga sanksi administratif.

“Tanpa pengaturan yang tegas terhadap hal-hal tersebut, efektivitas pelaksanaan Raperda berpotensi melemah dan tidak mampu menjawab kompleksitas persoalan kekerasan perempuan dan anak di Jawa Timur,” tegas mantan Wali Kota Batu tersebut.

Selain aspek teknis dan substansi, fraksi PDIP juga memberikan perhatian khusus terhadap komitmen pendanaan. Dewanti menilai, dukungan anggaran harus ditegaskan sejak awal, baik melalui nota keuangan APBD maupun melalui pengaturan langsung di dalam Raperda.

“Ketiadaan komitmen anggaran akan membuat Raperda ini hanya bersifat simbolik tanpa implementasi nyata di lapangan. Oleh sebab itu, Fraksi PDI Perjuangan minta agar dalam pembahasan bersama nanti, aspek pendanaan ini menjadi salah satu pokok pembahasan khusus,” tandasnya.

Poin terakhir yang disampaikan Fraksi PDI Perjuangan adalah harapan agar seluruh catatan, masukan, dan rekomendasi yang telah diberikan dapat dijadikan referensi dalam proses pembahasan pasal per pasal.

Fraksi PDIP juga mendorong agar masukan tersebut menjadi bahan diskusi substansi pada tahap harmonisasi akhir bersama tim asistensi Pemprov Jatim. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Alfan PDIP Jember Minta Pembangunan KDMP Tidak Boleh Abaikan Hak Masyarakat

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menilai persoalan lahan dalam pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa ...
KRONIK

Kisah Nenek Tumisah di Sidoarjo: Hidup Bersama Cucu, Kesulitan Makan hingga Menunggak Biaya Sekolah

SIDOARJO — Masalah kemiskinan dan keterbatasan akses pendidikan masih menjadi ganjalan nyata bagi sebagian warga di ...
KRONIK

Pulang Sekolah, Masak untuk Ibu: Kisah Marfel, Bocah 11 Tahun yang Belajar Menjadi Kuat

KEDIRI – Seragam merah putih itu masih melekat ketika Marfelino Dhuha Saputra pulang sekolah, Kamis (13/8/2026) ...
LEGISLATIF

Sukadar Minta Dishub Surabaya Tiru Aplikasi Setoran Parkir Kota Malang

Sukadar meminta Dishub Surabaya mencontoh Kota Malang yang menerapkan aplikasi setoran parkir terpusat untuk ...
LEGISLATIF

Cegah Stunting dari Desa, Pulung Dorong Edukasi Gizi dan Keamanan Pangan Diperkuat

Pulung Agustanto mendorong edukasi gizi dan keamanan pangan diperkuat dari tingkat desa sebagai bagian dari upaya ...
KRONIK

Karnaval Kebangsaan Banyuwangi 2026, Tampilkan Pesona Budaya Nusantara

BANYUWANGI – Banyak cara dilakukan warga bangsa Indonesia untuk merayakan hari kemerdekaannya. Masyarakat ...