SURABAYA – Momentum Idul Adha 1446 Hijriah kembali menjadi ajang pembuktian semangat gotong royong, solidaritas sosial, dan keberpihakan PDI Perjuangan kepada rakyat yang selama ini menjadi napas perjuangan partai pemenang pemilu tersebut.
Menyambut Hari Raya Idul Adha tahun ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur mendistribusikan 403 ekor sapi kurban ke 38 kabupaten/kota se-Jatim untuk dibagikan kepada kader dan masyarakat, terutama mereka yang berasal dari kalangan kurang mampu.
Khusus untuk DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, sebanyak 6 ekor sapi akan disembelih di halaman kantor DPD PDI Perjuangan Jatim di Surabaya, dan dagingnya dibagikan kepada kader, relawan, serta masyarakat sekitar.
Sebagai bentuk silaturahmi lintas organisasi keagamaan, 1 ekor sapi diberikan kepada PWNU Jawa Timur dan 1 ekor lainnya diserahkan kepada PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) Jawa Timur,
Tak hanya itu, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dijadwalkan secara simbolis akan menyerahkan 2 ekor sapi kurban di Kota Blitar di sela acara ziarah Makam Bung Karno.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim MH Said Abdullah mengatakan, tahun ini pihaknya mendistribusikan sapi-sapi kurban tidak hanya ke masjid-masjid seperti tahun lalu. Tapi juga langsung ke rumah-rumah kader dan masyarakat.
“Kami ingin semangat gotong royong dan kepedulian itu benar-benar dirasakan oleh mereka yang berada di akar rumput, yang selama ini menjadi tulang punggung perjuangan partai,” jelas Said Abdullah, Rabu (4/6/2025).

Pria yang juga Ketua Banggar DPR RI itu menegaskan, pembagian kurban bukan sekadar aktivitas seremonial, tetapi sebagai momentum mempererat tali silaturahmi antara partai dan rakyat. Juga memperkuat komitmen partai terhadap ajaran kemanusiaan yang berkeadilan.
“Bagi kami, Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan, tapi juga menyembelih egoisme, keangkuhan, dan menumbuhkan jiwa pelayanan. PDI Perjuangan hadir bersama rakyat bukan hanya saat pemilu, tapi juga dalam kerja-kerja kerakyatan yang penuh makna dan keberpihakan,” tandas politisi senior asal Sumenep tersebut.
Lebih lanjut, kegiatan berkurban rutin tiap tahun ini adalah bentuk konsistensi PDI Perjuangan dalam memperjuangkan nilai-nilai Pancasila secara nyata di tengah masyarakat.
Spirit Ketuhanan, Kemanusiaan, dan Keadilan Sosial yang menjadi inti Pancasila diwujudkan dalam kerja-kerja konkret langsung di tengah-tengah rakyat.
“Bagi kami, menjadi partai wong cilik bukan sekadar slogan. Kami menjadikan kurban ini sebagai bentuk nyata bahwa kader dan simpatisan partai selalu hadir saat rakyat membutuhkan, tidak hanya saat kampanye,” tegas Said.
Wakil Sekretaris Internal DPD PDI Perjuangan Jatim, Hari Yulianto menambahkan, penyaluran kurban tahun ini dilakukan secara gotong royong, dengan melibatkan pengurus RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan kader partai setempat.
“Kami ingin setiap keluarga yang menerimanya merasakan bahwa ini adalah bentuk cinta dari partai kepada rakyatnya,” tutur Hari Yulianto. (yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










