Minggu
30 Agustus 2026 | 3 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sikap DPRD Soal Proyek TBM, Ery Purwanti: Tunggu Hasil Penyidikan APH

pdip-jatim-250530-ery-dprd-moker

MOJOKERTO – Ketua DPRD Kota Mojokerto, Ery Purwanti, mengatakan, legislatif mendukung proses penyidikan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto terkait dugaan penyimpangan dalam pembangunan pujasera berbentuk kapal Majapahit di proyek Taman Bahari Mojopahit (TBM).

Menurut Eri, hasil penyidikan akan menjadi bahan evaluasi penting dalam menentukan sikap dewan terhadap keberlanjutan proyek yang berada di kawasan Sungai Ngotok, Kecamatan Prajurit Kulon, tersebut.

“Ini kan belum selesai, masih proses di APH (aparat penegak hukum), kita lihat nanti hasilnya seperti apa,” ujar Ery pada Kamis (29/5/2025).

Proyek pujasera yang kini disorot ini sebelumnya dibangun menggunakan dana APBD 2023 sebesar Rp 2,5 miliar. Namun, pembangunannya kini tersegel sejak Januari lalu karena diduga tidak sesuai spesifikasi teknis dan tengah dalam proses penyidikan atas dugaan tindak pidana korupsi.

Ery yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Mojokerto mengatakan, tahun ini sebenarnya telah dianggarkan dana untuk kelanjutan proyek TBM. Namun, besaran anggaran yang diajukan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah dipangkas dewan.

”Untuk anggaran (proyek TBM) tahun ini sudah kita drop menjadi Rp 900 juta, dari pengajuan awal lebih dari Rp 2 miliar,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Terkait pencairan dana tersebut, Ery mengungkapkan bahwa dewan tidak akan gegabah. Pihaknya memilih menunggu hasil proses hukum yang sedang berjalan sebelum mengambil keputusan final.

“Semua pihak harus menghormati proses hukum. Kami masih menunggu proses APH, apakah memang terjadi pelanggaran atau ada kerugian negara,” tambahnya.

Sebagai informasi, proyek TBM yang digadang-gadang menjadi destinasi wisata unggulan Kota Mojokerto ini telah menelan total anggaran sekitar Rp 27,7 miliar sejak digulirkan tahun 2023.

Dana tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD, dengan rincian Rp 15,7 miliar untuk tahap pertama dan Rp 12 miliar pada tahap lanjutan.

Pembangunan fisik yang dilakukan mencakup gedung utama, menara pandang, gazebo, stan kuliner, area parkir, lanskap, kios, serta pengadaan 15 unit perahu.

Salah satu titik sorotan adalah pujasera berbentuk kapal Majapahit yang kini menjadi obyek penyidikan karena diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi. (fath/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pokmas Tak Lagi Berlaku, Yuzar Rasyid Tetap Kawal Aspirasi Warga Kemasan Soal Rombong

Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid tetap mengawal aspirasi warga Kemasan soal bantuan rombong meski program ...
KRONIK

Gencar Perbaiki Rumah Warga Miskin, Banyuwangi Diganjar Bonus Insentif Pusat

BANYUWANGI – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan ...
SEMENTARA ITU...

Filosofi Tombak Korowelang di Jamasan Pusaka Trenggalek: Pemimpin Harus Ngopeni Rakyat dan Memberi Piwulang

Jelang Hari Jadi ke-832 Trenggalek, puluhan pusaka dijamasi. Ketua DPRD Doding Rahmadi mengungkap filosofi Tombak ...
KRONIK

Didik Nurhadi: Nasionalisme dan Religiusitas Jadi Kekuatan Indonesia

JOMBANG — Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Didik Nurhadi menegaskan, ...
KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Pamekasan Gelar Futsal Cup 2026, Rebutkan Piala MH Said Abdullah dan Tabanas

PAMEKASAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan menggelar Turnamen Futsal Cup 2026 antar-Pimpinan Anak Cabang ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Event di Daerah Jangan Cuma Ramai, UMKM Lokal Harus Ikut Panen

NGAWI — Event yang digelar di daerah jangan berhenti menciptakan keramaian. Anggota Komisi VII DPR RI Novita ...