Jumat
22 Mei 2026 | 8 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Polemik Soal Pakaian Seragam Partai

apkv2wbma5yrb5sxciei_copy_855x548
Artis Angel Karamoy dalam acara fashion show bertajuk kampanye dan atribut milenial di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Kamis (20/9/2018). foto: kumparan.com

SETAHUN setelah Sukarno dan beberapa temannya mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 4 Juli 1927, timbul polemik. Gara-garanya, Bung Karno mengusulkan perlunya pakaian seragam bagi anggota partai.

“Cukup dengan baju lengan pendek dan pantalon,”  kata Sukarno seperti ditulis Cindy Adams dalam buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.

Setelan hem dengan pantalon atau celana panjang se-mata kaki terbilang modern di zaman itu.

Dengan setelan pakaian seperti itu, kata Sukarno, supaya anggota partai kelihatan gagah. “Kita harus
berpakaian yang pantas dan kelihatan sebagai pemimpin.”

Dengan setelan seperti itu pula, tegas Sukarno, “Mari kita tunjukan bahwa kita sama
progresif dengan orang Belanda. Kita harus tegak sama tinggi dengan mereka. Kita harus memakai pakaian
modern.”

Namun usulan Sukarno menuai pro-kontra. “Usulku ini menimbulkan
polemik yang hebat.”

Bersarung Tanpa Sandal

Diceritakan Sukarno, seorang wakil yang setia dari Tegal berdiri dan menyatakan, seragam tersebut tidak sesuai dengan kepribadian nasional.

“Seharusnya kita memakai sarung tanpa sepatu atau sandal. Hendaklah kita kelihatan
seperti orang-orang revolusioner sebagaimana kita seharusnya.”

Pernyataan itu dibantah Sukarno. Soal mengaitkan kebiasaan berpakaian rakyat kala itu dengan sikap revolusioner.

“Aku tidak setuju. Banyak orang yang kaki ayam (telanjang kaki, red), akan tetapi mereka bukan orang yang revolusioner.”

“Banyak orang yang berpangkat tinggi memakai sarung, tapi mereka bekerja dengan sepenuh hati untuk kolonialis.”

“Yang menandakan seseorang itu
revolusioner adalah bakti yang telah ditunaikannya dalam perjuangan.” (hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pertemuan dengan Ansor-Banser Ngawi, Diana Sasa Soroti Maraknya Kasus Pelecehan Seksual di Lingkungan Pendidikan Agama

NGAWI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Diana AV Sasa mengungkapkan keprihatinannya ...
LEGISLATIF

Komisi E DPRD Jatim Pastikan Penataan Guru Honorer Rampung Tahun Ini

SURABAYA — Harapan ribuan guru honorer di Jawa Timur yang sempat dihantui ketidakpastian status kerja mulai ...
LEGISLATIF

Timwas Haji DPR Desak Izin KBIH yang Kapling Tenda Dicabut

JAKARTA — Tim Pengawas Haji yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri mengecam keras praktik ...
SUARA MUDA

Senyum di Antara Antrean: Langkah Kecil Destra Membawa Harapan bagi Warga Bondowoso

“Kisah inspiratif Destra Picatso, Ketua PAC PDI Perjuangan Bondowoso, mengadvokasi warga urus KTP dan KIS. Potret ...
EKSEKUTIF

Naik Motor, Mas Dhito Blusukan Temui Penjual Bunga Tabur di Ngadiluwih

Mas Dhito bersama Forkopimda Kediri melakukan social riding dan blusukan menemui Mbah Minem, penjual bunga tabur di ...
KRONIK

Saiful Anwar Apresiasi Warga Sukowiyono Lestarikan Tradisi Bersih Desa

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tulungagung, Saiful Anwar, menekankan bahwa bersih desa ...