Minggu
30 Agustus 2026 | 12 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Warga Keluhkan Mafia Pertanian, Komisi B DPRD Tulungagung Bakal Perketat Pengawasan

PDIP-Jatim-DPRD-Tulungagung-15052025

TULUNGAGUNG – Komisi B DPRD Kabupaten Tulungagung siap memperketat pengawasan terkait adanya keluhan masyarakat tentang adanya praktik-praktik negatif di sektor pertanian.

“Kita akan menindaklanjuti keluhan ini dengan melakukan pengawasan untuk memastikan kondusivitas di lapangan,” ujar anggota Komisi B DPRD Tulungagung, Siswantoro, Kamis (15/5/2025).

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, dalam kegiatan hearing atau audiensi bersama LSM Bintara kemarin (Rabu, 14/5/2025), pihaknya menerima banyak keluhan terkait masalah pertanian.

Ia mengaku telah menampung semua masukan dari seluruh peserta audiensi di ruang Graha Wicaksana Kantor DPRD Tulungagung itu. Termasuk, adanya laporan menyebutkan soal pungutan biaya pengairan sawah sebesar Rp400 ribu per RU dan dinilai membebani petani yang tergabung dalam HIPPA.

“Permasalahan ini saya kira disebabkan oleh kondisi ketersediaan air dan topografi di masing-masing wilayah yang tidak merata,” jelasnya.

Menurut dia, kondisi pertanian di tiap-tiap kecamatan di Kabupaten Tulungagung itu tidak sama. Ada yang 2 kali tanam dalam setahun, dan ada yang 3 kali tanam dalam setahun. Artinya, ada wilayah yang pengairannya bagus, dan ada wilayah yang pengairannya kurang bagus atau terkendala.

“Secara umum, kita menampung apa yang diutarakan audiensi. Ke depan kita akan menyinkronkan dan mengawalnya,” tandas anggota Fraksi PDI Perjuangan itu.

Sebelumnya, Ketua LSM Bintara Tulungagung, Ali Sodik, menyampaikan, dalam pembentukan pengurus gapoktan ada peraturan yang dilanggar. Salah satunya memasukkan perangkat desa, anggota TNI/Polri, BPD, dan PNS ke dalam susunan pengurus.

Ali juga menyampaikan keluhan terkait permasalahan klasik kelangkaan pupuk bersubsidi, dan harga gabah di bawah HPP.

“Harga gabah saat ini hanya Rp5.700 per kilogram, jauh di bawah HPP Rp6.500 per kilogram,” ujar Ali.

Ia juga mengadukan dugaan penarikan biaya pengairan sawah di musim kemarau yang dinilai memberatkan petani, serta persoalan operasional alat dan mesin pertanian (alsintan) yang dinilai memberatkan petani karena harus mengeluarkan biaya yang cukup tinggi. (sin/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Pamekasan Gelar Futsal Cup 2026, Rebutkan Piala MH Said Abdullah dan Tabanas

PAMEKASAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan menggelar Turnamen Futsal Cup 2026 antar-Pimpinan Anak Cabang ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Event di Daerah Jangan Cuma Ramai, UMKM Lokal Harus Ikut Panen

NGAWI — Event yang digelar di daerah jangan berhenti menciptakan keramaian. Anggota Komisi VII DPR RI Novita ...
KRONIK

Wujud Kepedulian, Hj. Ansari Salurkan 116 Unit Bantuan ATENSI Kemensos di Pamekasan

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, menyalurkan 116 unit bantuan alat bantu fisik bagi ...
KABAR CABANG

Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Pucanglaban Dikukuhkan, Komitmen Besarkan PDI Perjuangan

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mengukuhkan pengurus Ranting dan ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Ajak Generasi Muda Terlibat Kelola Sampah

SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan terus melakukan sosialisasi dan mengajak berbagai elemen ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Senori, Minta Pemkab Tak Lambat Respon Kekeringan

TUBAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menerjunkan tim Badan Penanggulangan Bencana ...