Kamis
14 Mei 2026 | 1 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Terapkan Pertanian Ramah Lingkungan, Petani Ngawi Untung 30 Persen

IMG-20240420-WA0029_copy_768x460
Bupati Ony Anwar Harsono dan Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko dalam acara Panen Raya di Desa Sekarputih Kecamatan Widodaren, Jumat (19/4/2024). Dok pdiperjuangan-jatim.com

NGAWI – Rencana pembangunan jangka menengah daerah Kabupaten Ngawi dalam lima tahun kedepan masih terfokus pada pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan (PRLB). Itu sebagai upaya mewujudkan daerah lumbung pangan nasional.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan bahwa, dalam lima tahun kedepan, PRLB akan semakin dibumikan. Tidak hanya sebatas slogan yang digaungkan pemerintahan.

“Dalam lima tahun kedepan, konsep PRLB akan semakin kami bumikan. Sehingga akan menjadi tradisi bertani masyarakat petani kita,” kata Bupati Ony, pada Selasa  (6/5/2025).

Pertanian dengan konsep PRLB menekankan ‘efisiensi’ pada biaya produksi petani. Merujuk pada pengurangan ketergantungan pupuk dan obat pertanian pabrikan. Petani diajari untuk membuat pupuk dan obat organik secara mandiri.

Komposisi masyarakat Kabupaten Ngawi yang didominasi petani dan buruh tani, menjadikan PRLB sebagai alternatif terbaik. Meskipun belum sepenuhnya mampu mengurangi jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Ngawi.

Bupati Kader PDI Perjuangan itu bilang, indikator kesejahteraan petani dapat dilihat dari Nilai Tukar Petani (NTP). Indikator itu dihitung dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani. Jika nilainya lebih dari 100 persen, maka petani mengalami surplus.

“Kalau NTP 100, maka petani tidak untung sama sekali. Maka kami upayakan NTP minimal 120-130. Dalam artian petani kita dari usaha pertanian bisa untung 20-30 persen,” ucapnya.

Bupati Ony mengungkapkan, NTP Ngawi berkisar antara 130-140 persen. Jika dirata-rata, NTP Ngawi mencapai 130 persen. Lebih tinggi dibandingkan NTP Provinsi Jawa Timur.

“Petani Ngawi rata-rata sudah untung 30 persen. Target kami semua petani menerapkan PRLB, sehingga keuntungan bisa dua kali lipat daripada yang konvensional,” jelas Bupati Ony.

Kendati begitu, Bupati Ony menilai masih banyak hal yang harus dipersiapkan untuk mencapainya. Tidak hanya mengubah pola pikir petani, tetapi juga mencakup pengetahuan, sarana dan prasarana. Termasuk akesibilitas yang mudah, hingga stabilisasi pasca panen. (and/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

UPRINTIS Futsal League 2026 Sukses Digelar, Mas Ipin Tunggu Full Season Bulan Depan

UPRINTIS Futsal League 2026 di Trenggalek sukses digelar. Novita Hardini siapkan Full Season lebih meriah bulan ...
KRONIK

Bupati Lukman Coba Tanam Padi dengan Rice Transplanter, Dorong Modernisasi Pertanian

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memperkuat sektor pertanian dengan modernisasi alat dan metode ...
KRONIK

Bu Risma Melayat ke Rumah Duka Sopir Ambulans Baguna Sidoarjo, Serahkan Santunan BPJS Rp 118,5 Juta

​SIDOARJO – Mantan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menyerahkan secara langsung santunan kematian dari BPJS ...
KRONIK

Pedagang Pasar Mangu Kerap Kirim Video Atap Bocor ke Dinas, Yang Datang Anggota Dewan

MAGETAN – Keluhan pedagang Pasar Mangu Takeran atas kerusakan fasilitas kerap disampaikan kepada pihak pengelola ...
EKSEKUTIF

Rijanto Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi Jelang Perayaan Waisak di Blitar

Rijanto menegaskan komitmen menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama jelang perayaan Waisak di Kabupaten ...
KRONIK

Program Banyuwangi Hijau Layani 23.410 Rumah Tangga, Kelola Sampah Secara Sirkular

BANYUWANGI – Program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular terus mendapatkan animo positif dari ...