Jumat
16 Oktober 2026 | 7 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Terapkan Pertanian Ramah Lingkungan, Petani Ngawi Untung 30 Persen

IMG-20240420-WA0029_copy_768x460
Bupati Ony Anwar Harsono dan Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko dalam acara Panen Raya di Desa Sekarputih Kecamatan Widodaren, Jumat (19/4/2024). Dok pdiperjuangan-jatim.com

NGAWI – Rencana pembangunan jangka menengah daerah Kabupaten Ngawi dalam lima tahun kedepan masih terfokus pada pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan (PRLB). Itu sebagai upaya mewujudkan daerah lumbung pangan nasional.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan bahwa, dalam lima tahun kedepan, PRLB akan semakin dibumikan. Tidak hanya sebatas slogan yang digaungkan pemerintahan.

“Dalam lima tahun kedepan, konsep PRLB akan semakin kami bumikan. Sehingga akan menjadi tradisi bertani masyarakat petani kita,” kata Bupati Ony, pada Selasa  (6/5/2025).

Pertanian dengan konsep PRLB menekankan ‘efisiensi’ pada biaya produksi petani. Merujuk pada pengurangan ketergantungan pupuk dan obat pertanian pabrikan. Petani diajari untuk membuat pupuk dan obat organik secara mandiri.

Komposisi masyarakat Kabupaten Ngawi yang didominasi petani dan buruh tani, menjadikan PRLB sebagai alternatif terbaik. Meskipun belum sepenuhnya mampu mengurangi jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Ngawi.

Bupati Kader PDI Perjuangan itu bilang, indikator kesejahteraan petani dapat dilihat dari Nilai Tukar Petani (NTP). Indikator itu dihitung dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani. Jika nilainya lebih dari 100 persen, maka petani mengalami surplus.

“Kalau NTP 100, maka petani tidak untung sama sekali. Maka kami upayakan NTP minimal 120-130. Dalam artian petani kita dari usaha pertanian bisa untung 20-30 persen,” ucapnya.

Bupati Ony mengungkapkan, NTP Ngawi berkisar antara 130-140 persen. Jika dirata-rata, NTP Ngawi mencapai 130 persen. Lebih tinggi dibandingkan NTP Provinsi Jawa Timur.

“Petani Ngawi rata-rata sudah untung 30 persen. Target kami semua petani menerapkan PRLB, sehingga keuntungan bisa dua kali lipat daripada yang konvensional,” jelas Bupati Ony.

Kendati begitu, Bupati Ony menilai masih banyak hal yang harus dipersiapkan untuk mencapainya. Tidak hanya mengubah pola pikir petani, tetapi juga mencakup pengetahuan, sarana dan prasarana. Termasuk akesibilitas yang mudah, hingga stabilisasi pasca panen. (and/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Hasto: Konservasi Mangrove dan Ekowisata CMC Tiga Warna Layak Dicontoh Daerah Lain

MALANG – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah konkret pemberdayaan masyarakat ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Kota Modern Tak Boleh Kehilangan Jati Diri Budaya

SINGKAWANG – Kemajuan sebuah kota tidak cukup diukur dari jalan yang mulus, gedung yang menjulang, atau pesatnya ...
KABAR CABANG

DPC Lamongan Bantu Air Bersih 6 Desa Terdampak Kekeringan

LAMONGAN – Memasuki puncak musim kemarau yang dipicu fenomena iklim El Nino, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI ...
EKSEKUTIF

Pantau Pasar Tradisional, Wabup Antok Minta Dinas Cari Strategi Stabilkan Harga Daging Ayam

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mencari strategi ...
LEGISLATIF

Data Desil Bansos Bermasalah, Sri Untari Dorong Pemutakhiran Lebih Cepat

JAKARTA – Ketidakakuratan data kesejahteraan dan lambatnya pemutakhiran berisiko membuat bantuan sosial (bansos) ...
EKSEKUTIF

344 Koperasi Desa Merah Putih di Kediri Harus Kantongi SLF Sebelum Beroperasi

KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan 344 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) yang telah disiapkan ...