Rabu
05 Agustus 2026 | 5 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wujud Pro Difabel, Pemkot Mojokerto Dorong Pembangunan Inklusif dan Partisipatif

pdip-jatim-250507-ningita

MOJOKERTO – Pemerintah Kota Mojokerto kembali menunjukkan keberpihakan terhadap kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas, dengan mendorong pembangunan yang inklusif dan partisipatif.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa inklusi bukan sekadar wacana, melainkan arah nyata pembangunan kota yang melibatkan semua lapisan masyarakat, termasuk komunitas disabilitas atau difabel.

Hal ini disampaikan Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, saat memberangkatkan rombongan studi edukasi yang terdiri atas anggota dan pengurus Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), guru, serta pengelola sekolah berkebutuhan khusus.

Rombongan ini dikirim untuk melakukan kunjungan ke institusi yang telah sukses menerapkan layanan rehabilitasi sosial secara inklusif.

“Ambil ilmu manfaatnya, lalu itu jadikan laporan. Hal-hal yang perlu kita replikasi di Kota Mojokerto sampaikan melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Itu akan kami jadikan kebijakan jika memang belum masuk dalam skema pembangunan lima tahun ke depan,” tutur Ning Ita, Senin (5/5/2025).

Dia mengungkapkan, kegiatan studi edukasi ini bukan sekadar kunjungan. Melainkan bentuk komitmen konkret dalam memperkuat pemahaman aparatur dan masyarakat tentang rehabilitasi sosial yang efektif dan berkelanjutan.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa Pemkot Mojokerto membuka ruang partisipasi dari bawah, memberi kesempatan langsung bagi komunitas disabilitas untuk menyuarakan kebutuhan dan aspirasinya.

Ini juga menandai pergeseran dari model pembangunan top-down menjadi bottom-up yang lebih inklusif dan responsif. “Perspektif gender itu bukan hanya soal laki-laki dan perempuan, tapi juga mencakup kelompok disabilitas,” katanya.

Pemerintah Kota Mojokerto berharap, hasil dari kunjungan tersebut dapat dirumuskan menjadi masukan kebijakan berbasis kebutuhan riil di lapangan.

“Walaupun jumlah komunitasnya tidak besar, pemerintah, khususnya saya sebagai pemimpin, berkomitmen untuk menjadi pemimpin yang adil, yang tidak mengecualikan siapa pun dari sasaran pembangunan,” tegas dia.

Dengan pendekatan kolaboratif yang dibudayakan dalam birokrasi, Mojokerto meneguhkan diri sebagai kota inklusif yang berani mendengar semua suara, termasuk suara yang kerap terpinggirkan.

Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata bahwa pembangunan yang adil dan berkelanjutan dimulai dari komitmen untuk melibatkan semua warga, tanpa terkecuali. (fath/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Sukadar Minta Anggota DPR RI Dapil Surabaya Perjuangkan Anggaran APBN untuk Pengendalian Banjir

DPRD Surabaya meminta anggota DPR RI Dapil Surabaya memperjuangkan anggaran APBN untuk mendukung program ...
LEGISLATIF

Sutardi Kolaborasikan Reses dengan Layanan Disdukcapil, Perkuat Akses Administrasi Kependudukan bagi Warga

MADIUN – Wakil Ketua I DPRD Kota Madiun, Sutardi, mengkolaborasikan pelaksanaan reses dengan sosialisasi pelayanan ...
KRONIK

Tiga Wasit Perempuan Siap Pimpin Laga Soekarno Cup U-17 2026

SURABAYA – Tiga wasit perempuan berlisensi nasional dipastikan memimpin pertandingan Soekarno Cup U-17 2026, ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Minta Trauma Healing Jadi Prioritas Penanganan Korban KMP Mutiara Sentosa II

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur minta pemerintah menjadikan trauma healing sebagai prioritas dalam ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Sepakati Anggaran Rp274 M untuk Tambahan Tunjangan Profesi Guru ASN

Komisi E DPRD Jatim memastikan alokasi Rp274 miliar melalui APBD untuk membayar tambahan TPG yang menjadi komponen ...
HEADLINE

Soekarno Cup 2026 Buka Jalan Talenta Muda Menuju Timnas dan Liga Profesional

Soekarno Cup 2026 diikuti 16 provinsi dengan target melahirkan talenta sepak bola yang mampu menembus klub ...