Selasa
22 September 2026 | 9 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Yulianto Buka Solowsemiran Perihal Santunan Kematian BPJS Ketenagakerjaan

IMG_1084_copy_766x530

SIDOARJO  – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Hari Yulianto, membuka kegiatan Solowsemiran (Sosialisasi Lokakarya Workshop Seminar Sarasehan) di Kecamatan  Sidoarjo dan Wonoayu, Minggu (23/5/2025).

Acara bertujuan untuk mensosialisasikan proses pengelolaan administrasi publik dan hak warga negara dalam mengakses layanan pemerintah, terutama dalam sektor Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Di Sidoarjo, acara dihadiri seratusan lebih peserta. Dari unsur tokoh masyarakat dan warga dari Kecamatan Sidoarjo, Candi dan sekitar.

“Sebagai rakyat Indonesia, kita memiliki kewajiban, salah satunya membayar pajak. Namun kita juga memiliki hak untuk mendapatkan kesejahteraan, salah satunya dalam hal pelayanan kesehatan dan pendidikan yang nanti akan disampaikan oleh narasumber,” kata Hari Yulianto membuka acara tersebut.

Kegiatan menghadirkan pemateri atau narasumber Arif Supriyono,  SH, SE, MM, dan Budi SH MH. Arif Supriyono mengulas sistem jaminan sosial, termasuk BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam paparannya, Arif menekankan pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi masyarakat, terutama dalam mengatasi risiko kesehatan dan kecelakaan kerja.

“Jika kita bicara tentang BPJS Kesehatan, tidak ada yang tidak sakit. Sebelum BPJS ada, banyak orang yang jatuh miskin hanya karena sakit. Saya sering melihat sendiri, di rumah sakit, banyak BPKB dan surat tanah yang terpaksa dijual karena biaya pengobatan yang sangat tinggi,” jelas Arif.

“Namun dengan adanya BPJS, masyarakat dapat memperoleh pengobatan tanpa harus menjual harta benda mereka,” tambahnya.

Arif juga menjelaskan bahwa jaminan sosial, seperti BPJS Ketenagakerjaan, memiliki manfaat yang sangat besar.

“Jika seseorang meninggal dunia, keluarga yang ditinggalkan akan mendapat santunan kematian sebesar 42 juta rupiah, serta biaya pendidikan untuk dua anak hingga lulus kuliah. Ini adalah salah satu cara untuk memutus rantai kemiskinan,” ungkapnya.

Selain itu, Arif juga mengingatkan pentingnya upaya bersama untuk mewujudkan sistem jaminan sosial yang lebih baik, mengingat BPJS Kesehatan sendiri baru terbentuk pada era pemerintahan Megawati Soekarnoputri melalui UU SJSN pada tahun 2004.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Sidoarjo semakin paham dan tergerak untuk memanfaatkan hak-haknya dalam mendapatkan layanan kesehatan dan ketenagakerjaan yang telah disediakan oleh pemerintah. (hd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Festival Jaranan Trenggalek ke-30 Masuk KEN, DPRD Dorong Jaranan Makin Mendunia

TRENGGALEK – Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) ke-30 tahun 2026 menjadi momentum penting bagi pelestarian ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti SiLPA Rp126,22 Miliar, Minta Realisasi APBD Kota Batu Diperbaiki

BATU — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu menyoroti tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) yang ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Zuhri Dorong Pemkot Surabaya Evaluasi dan Optimalkan Pengelolaan GBT

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengevaluasi ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Magetan Soroti Pengadaan Videotron dan Mobil Dinas PKK 

MAGETAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan menggelar sidang paripurna dengan agenda ...
KRONIK

Tinjau Mata Air Mandhung, Bupati Lukman: Air untuk Masa Depan Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengatakan, sumber air bukan hanya persoalan ketersediaan air pada saat ...
KRONIK

Hj. Ansari PDIP Minta Pimpinan Komisi VIII DPR Serius Sikapi Masalah UINSA

JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, mendorong evaluasi total terhadap tata kelola Perguruan Tinggi ...