Rabu
07 Oktober 2026 | 5 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sedang Luar Kota, Ketua DPRD Trenggalek Tetap Terima Tuntutan Aksi Mahasiswa via Daring

pdip-jatim-250222-trima-aksi-daring

TRENGGALEK – Puluhan mahasiswa tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Trenggalek (AMT) meluruk Gedung DPRD setempat, Jumat (21/2/2025).

Mereka menuntut agar Presiden Prabowo Subianto meninjau ulang kebijakan efisiensi anggaran dan program makan bergizi gratis (MBG) yang mengorbankan banyak program yang lebih penting lainnya.

Mengetahui hal tersebut, Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi menyempatkan diri berkomunikasi untuk menerima aspirasi mahasiswa walaupun secara daring (dalam jaringan).

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek tersebut menyampaikan permintaan maaf kepada AMT karena tidak bisa menerima langsung para mahasiswa yang sedang aksi di Gedung DPRD.

Begitu juga seluruh anggota DPRD Trenggalek sedang keluar kota.

Meski melalui panggilan video, Doding memastikan akan menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan mahasiswa Trenggalek.

Dia mendengarkan 10 tuntutan yang dibacakan mahasiswa di aula Gedung DPRD Trenggalek dengan seksama.

“Ada tuntutan untuk pemerintah pusat yang nanti akan kita teruskan ke DPR RI sebagai wakil rakyat di pusat. Lalu untuk pemerintah daerah akan kita terus ke bupati,” kata Doding, Jumat (21/2/2025).

Alumnus Universitas Kadiri tersebut mengapresiasi kegigihan mahasiswa Trenggalek dalam mengawal kebijakan baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Mahasiswa ini adalah kontrol sosial dan agen of change. Sebagai Ketua DPRD akan saya tanda tangani dan kita teruskan ke DPR RI dan bupati,” tegasnya.

Sementara itu, seorang mahasiswa, Genta Aditya Pranayan, dalam orasinya menilai efisiensi anggaran berdampak pada sektor penting salah satunya pendidikan.

Menurutnya, pemotongan anggaran pendidikan sebesar 20 persen akan menurunkan kualitas pendidikan di Trenggalek yang saat ini pun masih belum merata.

“Jika pemotongan anggaran ini diterapkan, maka kesenjangan antara daerah pinggiran dan perkotaan akan semakin lebar,” ungkap Genta.

Selain itu, dia juga mengritisi kondisi infrastruktur yang rusak di beberapa wilayah Trenggalek, yang menurutnya mempengaruhi pendidikan, kesehatan, dan perekonomian daerah.

Kerusakan infrastruktur jalan tersebut dinilai menghambat aktivitas sehari-hari dan memperlambat perputaran ekonomi masyarakat. (aris/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Ungkap Alasan 13 Kepala PD Surabaya Diganti: Bukan Soal Suka atau Tidak Suka

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan alasan pergantian 13 kepala perangkat daerah dalam setahun. Evaluasi ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Minta Kompetensi Guru di Kabupaten Kediri Ditingkatkan

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta kompetensi guru di Kabupaten Kediri terus ditingkatkan ...
KRONIK

Bupati Lukman Resmikan Pengaktifan Pompa P2AT Tragah, Harap Tingkatkan Intensitas Tanam

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten Bangkalan mengaktifkan kembali pompa P2AT (Proyek Pengembangan Air Tanah) di ...
KRONIK

Pejabat Banyuwangi Jalani Tes Urine dan Tandatangani Pakta Integritas Bebas Narkoba

BANYUWANGI – Pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, mulai camat hingga kepala Organisasi Perangkat ...
EKSEKUTIF

Sanusi Tegaskan Program Sampah di Malang Tak Boleh Berhenti Jadi Pilot Project

MALANG – Bupati Malang Sanusi menegaskan penanganan sampah tidak boleh berhenti sebagai proyek percontohan atau ...
LEGISLATIF

Gen Z Kutisari Gerakkan Ekonomi Kampung, Anas Karno: Patut Diteladani

SURABAYA – Upaya generasi muda di Kutisari, Surabaya, membangun usaha produktif untuk menggerakkan perekonomian ...