Jumat
14 Agustus 2026 | 12 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Komisi B DPRD Jember Bakal Investigasi Tambak-tambak Tak Berizin

pdip-jatim-250215-candra-komisi-b-jember

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, akan menginvestigasi status dan pengelolaan tambak di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas.

Rencana itu dilakukan karena banyak laporan yang diterimanya terkait pencemaran lingkungan yang diduga disebabkan oleh pengelolaan tambak.

“Kami akan memastikan apakah tambak-tambak itu memiliki izin sesuai peraturan daerah. Selain itu, kami juga akan mengundang pihak-pihak terkait untuk membahas dampak lingkungannya,” kata Candra, kemarin.

DPRD Jember, lanjut politisi PDI Perjuangan tersebut, juga akan meninjau sistem pengelolaan limbah tambak guna memastikan kepatuhannya terhadap regulasi lingkungan.

Jika terbukti melanggar aturan, langkah penutupan tambak ilegal bisa menjadi opsi yang diambil.

“Negara kita memiliki hukum yang harus ditegakkan. Jika ada pelanggaran, tentu harus ada tindakan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Terpisah, Camat Gumukmas Nino Eka Putra menjelaskan terkait tambak yang beroperasi di wilayahnya. Menurutnya, tambak di pesisir selatan, ada yang berizin dan ada yang tidak berizin.

Tambak yang tidak berizin, ada yang berskala sedang dan ada juga yang tambak rakyat. “Kalo yang skala besar, sudah berizin,” terangnya saat dikonfirmasi via saluran whatsapp, Sabtu (15/2/2025).

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu Royhan warga Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Jember, mengadukan dugaan pencemaran lingkungan akibat aktivitas tambak udang ke Komisi B DPRD Jember.

Mereka membawa laporan resmi yang menyoroti keberadaan tambak modern, baik yang berizin maupun ilegal, yang dinilai merusak ekosistem sekitar.

Royhan menguraikan, terdapat sekitar 30 tambak modern yang beroperasi di wilayah tersebut. Namun, hanya lima di antaranya yang dikabarkan memiliki izin resmi.

Sementara tambak lain tak diketahui keabsahan legalitasnya. “Informasi ini saya dapat dari PU Cipta Karya Jember,” ujarnya

Sampai saat ini, kata Royhan, dampak pencemaran yang paling dirasakan warga adalah rusaknya lahan pertanian serta perubahan garis pantai akibat sedimentasi limbah tambak.

Menurutnya, limbah dari tambak udang menyebabkan tanah pertanian tidak lagi produktif dan berdampak pada penghidupan petani lokal. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Krisis Air Bersih meluas di Bojonegoro, Abidin Fikri Kembali Kirim Bantuan

BOJONEGORO – Dampak kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino mulai memicu krisis air bersih di sejumlah ...
LEGISLATIF

Ririk Dorong Potensi Munjungan Dikembangkan, dari Wisata hingga Perikanan

TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Trenggalek, Ririk Wahyumawati, mendorong potensi ...
KRONIK

Ketua DPRD Sumenep Sambut Audiensi Mahasiswa Terkait Usulan Regulasi LGBT

SUMENEP – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Spear of Justice menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan ...
KRONIK

Lumpia Ipung dan Riuh Soekarno Cup: Empat Dekade Mengais Rezeki di Gelora 10 November

SURABAYA – Peluit pertandingan belum lama berbunyi. Suara suporter bersahutan. Para pemain muda berlari mengejar ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Anak Muda Kediri Dampak Bullying dan Pernikahan Dini

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali mengingatkan dampak bullying dan dispensasi pernikahan dini serta ...
KRONIK

Lomba Nyo’on Geddeng hingga Makan Pisang, Cara Seru Hj. Ansari Rawat Kebersamaan Warga

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, menggelar senam bersama dan berbagai lomba agustusan ...