Kamis
29 Oktober 2026 | 12 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Strategi Bupati Ipuk Jaga Inflasi, Kekompakan Tim hingga Monitoring Kondisi Pasar

PDIP-Jatim-Ipuk-dan-Zulhas-05022025

BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi dinilai sebagai daerah dengan inflasi yang sangat terjaga. Hal itu dilontarkan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat meninjau harga sejumlah bahan pokok di Pasar Rogojampi, Banyuwangi, Selasa (4/2/2025), yang didampingi langsung Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Bupati Ipuk mengatakan, salah satu kunci terjaganya inflasi di Banyuwangi adalah kekompakan tim pengendali inflasi daerah (TPID) dan seluruh stake holder.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi secara rutin memonitoring kondisi pasar dan intens berkoordinasi dengan Bulog dan stakeholder untuk ketersediaan pangan daerah.

“Kami terus berkoordinasi seperti dengan Bulog. Terutama saat momen-momen khusus yang sekiranya permintaan pasar meningkat,” ujar Ipuk.

Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan, Banyuwangi melakukan strategi pengendalian inflasi seperti menggelar pasar murah dan Gerakan Pangan Murah yang melibatkan pelaku usaha dan Gapoktan, asosiasi petani cabai, instansi vertikal, Bulog, Perpadi dan Hiswana migas.

Selain itu, Banyuwangi juga membuat Toko Pengendalian Inflasi (Top Si Wangi), dan perbaikan infrastruktur jalan untuk keperluan mobilitas distribusi bahan pokok

Sementara itu, Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan bahwa harga sembako di Banyuwangi di bawah harga rata-rata nasional.

“Tadi saya lihat sendiri, di sini (Banyuwangi-red) harga paling murah,” ujar Zulhas.

“Jadi, termasuk yang sangat murah, berarti di sini inflasinya sangat terjaga,” imbuhnya.

Di Pasar Rogojampi, Zulhas mengunjungi lapak-lapak pedagang sembako. Ia mengecek sejumlah harga bahan pangan, mulai beras, daging ayam, daging sapi, minyak goreng dan telur.

“Harga telur di sini Rp26 ribu, sangat murah. Kalau menurut hitungan kami harusnya Rp28 ribu agar ada keseimbangan harga dengan peternak,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Zulhas juga meninjau langsung operasi pasar murah yang digelar pemkab bersama Bulog. Di situ dijual sejumlah komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, tepung terigu, elpiji 3 Kg, telur, dan bahan-makanan lainnya seperti sarden dan mi instan. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Dana Desa Dipangkas hingga 70%, Guntur Wahono Serap Keluhan Kades di Blitar

BLITAR – Pemangkasan Dana Desa (DD) hingga 70 persen menjadi keluhan utama kepala desa (kades) di Kabupaten Blitar. ...
EKSEKUTIF

Proyek Pengendalian Banjir Surabaya Ditargetkan Rampung Pertengahan November

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan sejumlah proyek penanganan genangan, termasuk pembangunan ...
KRONIK

Penguatan Pendidikan Karakter Anak, Ansari Dorong Sinergi Rumah dan Sekolah

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi, pembentukan ...
LEGISLATIF

Dividen BUMD Bergantung pada Bank Jatim, Fuad Benardi Soroti Kinerja Direksi

SURABAYA – Kontribusi dividen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur yang masih didominasi Bank Jatim menjadi ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Targetkan Aktivasi Desa Kreatif di 157 Desa Trenggalek

TRENGGALEK – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan VII Jawa Timur, Novita Hardini, menargetkan aktivasi desa kreatif ...
LEGISLATIF

Tekan Pengangguran, Amithya Dorong Pendataan Ketenagakerjaan Menyeluruh di Kota Malang

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong Pemerintah Kota Malang melalui Disnaker ...