Kamis
04 Juni 2026 | 5 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Novita Dorong Kementerian Perindustrian Kuatkan Hilirisasi Industri & Pemberdayaan Sektor Manufaktur

pdip-jatim-250123-NH-RDP

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini optimistis potensi pertumbuhan ekonomi bakal mencapai 8%. Namun, ia menyoroti tantangan besar yang harus diatasi untuk mencapai target tersebut, terutama dalam penguatan hilirisasi industri dan pemberdayaan sektor manufaktur.

Novita menekankan pentingnya investasi strategis di sektor-sektor ekonomi berkembang sesuai dengan konsep Asta Cita. Salah satu sorotan utamanya adalah sektor semen yang hingga kini belum sepenuhnya terintegrasi ke dalam sistem hilirisasi.

“Saat ini, over kapasitas produksi semen dan penjualan murah menjadi tantangan besar bagi industri ini. Tanpa hilirisasi yang jelas, kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi menjadi terbatas,” ujar Novita saat Rapat Dengar Pendapat bersama Dirjen Industri Kimia Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian di Gedung Nusantara I, Senayan Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2025).

Politisi PDI Perjuangan ini juga mencatat penurunan kontribusi sektor manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dari 22% menjadi 21% sejak 2022. Hal ini mengindikasikan perlunya langkah konkret untuk mendorong utilitas sektor manufaktur agar dapat kembali menjadi motor penggerak ekonomi.

Legislator perempuan satu-satunya dari Dapil 7 Jawa Timur itu mengusulkan peningkatan investasi asing yang mampu menyerap kapasitas produksi domestik, seperti dalam sektor semen, sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru.

“Investasi ini tidak hanya meningkatkan utilitas pabrik domestik, tetapi juga berkontribusi pada PDB dan pembangunan berkelanjutan,” sebutnya.

Dalam konteks anggaran yang terbatas, anggota fraksi PDI Perjuangan itu menekankan perlunya alternatif pendanaan untuk mendukung program pengembangan industri, pendidikan vokasi, dan pemberdayaan industri kecil menengah (IKM), khususnya di dapilnya.

“Anggaran yang berkurang menjadi tantangan tersendiri, tetapi kita perlu mencari solusi seperti kolaborasi lintas sektor atau pendanaan alternatif untuk memastikan hilirisasi tetap berjalan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Novita berharap agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih pada penguatan hilirisasi dan pengembangan industri yang berkelanjutan, sehingga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dapat terwujud. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Konflik Galian C di Magetan, DPRD Hentikan Sementara Operasional Tambang demi Redam Gejolak Warga

MAGETAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan mengambil langkah taktis dengan menghentikan ...
EKSEKUTIF

Wabup Kediri Minta Masyarakat Ikut Kawal SPMB 2026, Laporkan Jika Ada Dugaan Pelanggaran

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengajak masyarakat ikut mengawal pelaksanaan SPMB 2026. Pemkab Kediri ...
LEGISLATIF

Anas Karno Ajak Aparatur Kelurahan dan Kecamatan Jaga Profesionalisme Pelayanan

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno mengajak aparatur kelurahan dan kecamatan menjaga profesionalisme ...
KABAR CABANG

Bulan Bung Karno 2026, DPC Nganjuk Gelar Doa Bersama dan Ziarah Makam Tokoh Partai

NGANJUK – Menyambut bulan Juni yang diperingati sebagai Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI ...
LEGISLATIF

Widarto: Jika Diperlukan, Perlindungan BPJS bagi ABK Nelayan Bisa Dibiayai Pemerintah

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menilai perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi ABK nelayan penting karena tingginya ...
KRONIK

DPD PDI Perjuangan Jatim akan Tutup Musancab dengan Tanam Ribuan Pohon di Lumajang

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan mengisi rangkaian peringatan “Bulan Bung Karno” dengan aksi penanaman ...