Kamis
10 September 2026 | 3 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Novita Dorong Kementerian Perindustrian Kuatkan Hilirisasi Industri & Pemberdayaan Sektor Manufaktur

pdip-jatim-250123-NH-RDP

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini optimistis potensi pertumbuhan ekonomi bakal mencapai 8%. Namun, ia menyoroti tantangan besar yang harus diatasi untuk mencapai target tersebut, terutama dalam penguatan hilirisasi industri dan pemberdayaan sektor manufaktur.

Novita menekankan pentingnya investasi strategis di sektor-sektor ekonomi berkembang sesuai dengan konsep Asta Cita. Salah satu sorotan utamanya adalah sektor semen yang hingga kini belum sepenuhnya terintegrasi ke dalam sistem hilirisasi.

“Saat ini, over kapasitas produksi semen dan penjualan murah menjadi tantangan besar bagi industri ini. Tanpa hilirisasi yang jelas, kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi menjadi terbatas,” ujar Novita saat Rapat Dengar Pendapat bersama Dirjen Industri Kimia Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian di Gedung Nusantara I, Senayan Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2025).

Politisi PDI Perjuangan ini juga mencatat penurunan kontribusi sektor manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dari 22% menjadi 21% sejak 2022. Hal ini mengindikasikan perlunya langkah konkret untuk mendorong utilitas sektor manufaktur agar dapat kembali menjadi motor penggerak ekonomi.

Legislator perempuan satu-satunya dari Dapil 7 Jawa Timur itu mengusulkan peningkatan investasi asing yang mampu menyerap kapasitas produksi domestik, seperti dalam sektor semen, sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru.

“Investasi ini tidak hanya meningkatkan utilitas pabrik domestik, tetapi juga berkontribusi pada PDB dan pembangunan berkelanjutan,” sebutnya.

Dalam konteks anggaran yang terbatas, anggota fraksi PDI Perjuangan itu menekankan perlunya alternatif pendanaan untuk mendukung program pengembangan industri, pendidikan vokasi, dan pemberdayaan industri kecil menengah (IKM), khususnya di dapilnya.

“Anggaran yang berkurang menjadi tantangan tersendiri, tetapi kita perlu mencari solusi seperti kolaborasi lintas sektor atau pendanaan alternatif untuk memastikan hilirisasi tetap berjalan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Novita berharap agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih pada penguatan hilirisasi dan pengembangan industri yang berkelanjutan, sehingga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dapat terwujud. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Dampak Kemarau Panjang, DPC Tuban Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Penambangan

TUBAN – Dampak kemarau panjang kian meluas dan memperparah krisis air bersih di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Evaluasi Perubahan KUA-PPAS 2026 Bersama Dinas Koperasi dan UMKM, Apa yang Baru?

​MAGETAN – Komisi B DPRD Kabupaten Magetan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Koperasi, Usaha ...
KRONIK

Airlangga Pribadi Kusman Meninggal, Deni Wicaksono: Indonesia Kehilangan Sosok Visioner

SURABAYA – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Ngawi Soroti Perubahan Desil Warga, Keluhan Mengalir

NGAWI – Perubahan data desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi perhatian Fraksi PDI ...
KRONIK

Candra Soroti Tata Kelola Pupuk dan Serapan Tembakau di Jember

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, meminta Dinas Pertanian memperbaiki tata kelola pupuk ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun Langsung Pastikan Bantuan Tepat Sasaran untuk Warga Tak Mampu

Bupati Trenggalek M. Nur Arifin turun langsung ke pelosok Desa Melis untuk memastikan bantuan tepat sasaran bagi ...