Sabtu
26 September 2026 | 2 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pupuk Langka Petani Kelimpungan, Komisi B DPRD Jombang Panggil Disperta

pdip jatim 250116 ama siswanto

JOMBANG – Komisi B DPRD Jombang menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Pertanian (Disperta) setempat terkait pupuk subsidi pada Rabu (15/1/2025).

Rapat ini digelar perihal jatah pupuk subsidi yang diterima Kabupaten Jombang dinilai tidak sesuai dengan usulan dinas.

Wakil Ketua Komisi B, Ama Siswanto, mengungkapkan bahwa kuota pupuk subsidi tahun 2024 mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya.

“Terkait ketersediaan pupuk subsidi. Jika dibandingkan dengan tahun 2024, ada penurunan kuota,” ungkap Ama.

Politisi PDI Perjuangan itu menerangkan, penurunan subsidi pupuk membuat petani di Jombang kesulitan. Belum lagi petani harus menghadapi kelangkaan pupuk yang seringkali terjadi menjelang musim tanam.

“Jadi seperti sudah menjadi kebiasaan, saat memasuki musim tanam pasti terjadi kelangkaan. Bahkan tidak jarang, menjelang hari H penanaman mereka justru kesulitan untuk mendapatkan pupuk,” jelas dia.

Komisi B DPRD Jombang pun mendesak Disperta untuk berupaya mendapatkan tambahan kuota pupuk subsidi, agar kebutuhan petani di tingkat bawah dapat terpenuhi.

“Melalui rapat kerja ini, kami secara khusus meminta agar dinas berupaya mendapatkan kuota pupuk subsidi,” terangnya.

Selain distribusi pupuk dan subsidinya, anggota dewan juga mendesak Disperta untuk menangani masalah keterlambatan distribusi pupuk menjelang musim tanam.

Ama menegaskan, persoalan pupuk merupakan prioritas karena itu kebutuhan primer bagi petani.

“Keterlambatan distribusi sudah tentu menjadi masalah luar biasa bagi petani. Maka ketersediaan serta distribusi merupakan kebutuhan mereka,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Jombang Ronny menjelaskan bahwa, Pemkab Jombang setiap tahun berupaya maksimal untuk memenuhi kebutuhan pupuk subsidi.

Untuk mengatasi kekurangan kuota, Disperta menyarankan penggunaan pupuk organik sebagai gantinya. Hal itu dinilai efisien, mengingat tidak adanya penambahan jatah subsidi tahun ini.

Pihaknya juga berencana melakukan relokasi distribusi pupuk subsidi ke daerah yang kekurangan.

Disperta pun mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh Komisi B DPRD Jombang, baik kepada masyarakat dan pihak pemerintahan.

“Alhamdulillah tadi setelah kami berikan paparan, beliau-beliaunya (Dewan) mengerti. Jadi memang tidak ada istilah pemangkasan kuota, justru yang terjadi memang pemerintah hanya mampu menyediakan segitu,” ucap Rony. (fath/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Putaran Nasional Piala Soeratin

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk ...
KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Layanan Online dan Kehadiran ASN di Balai RW Harus Berjalan Bersamaan

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno menegaskan seluruh upaya untuk memberikan pelayanan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Ekspansi Industri Tak Boleh Abaikan Aspek Ekologis

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan ...