Minggu
11 Oktober 2026 | 9 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkot Surabaya Kebut Pengerjaan Proyek Banjir

pdip-jatim-241205-ec-proyek-banjir

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengebut pengerjaan proyek antisipasi banjir yang ada di Kota Pahlawan.

“Semua proyek banjir selesai sampai dengan bulan Desember, Insya Allah semuanya akan terselesaikan,” kata Walikota Surabaya Eri Cahyadi, kemarin.

Dia menjelaskan bahwa beberapa wilayah yang menjadi prioritas penanganan seperti Dukuh Kupang, Tengger Raya, Wisma Tengger dan Pakal telah berjalan maksimal, terpantau Ketika hujan deras terjadi sudah tidak lagi terjadi banjir.

“Alhamdulillah ini normalnya sudah luar biasa, sudah maksimal dan kita terus pantau sehingga hujan deras juga tidak ada genangan,” ujar Eri.

Akan tetapi pada beberapa titik ditemui adanya cekungan jalan sehingga perlu dilaksanakan peninggian jalan agar tidak lagi terjadi genangan pada cekungan tersebut.

Rencananya Pemkot Surabaya akan memfokuskan diri pada penanganan infrastruktur paving dan saluran pada maksimal pada 2026. Sehingga berbagai program saluran penanganan banjir yang belum selesai akan dikebut pada 2025.

“Untuk perbaikan kampung selesai di tahun 2025-2026, sesudah itu tidak boleh ada lagi soal paving dan saluran. Sehingga akan kita kebut di tahun 2025. Kita punya prioritas, kampung dan banjir dulu baru bergerak untuk yang lainnya,” ungkap Eri.

Eri pun menanggapi isu mengenai pengurangan anggaran banjir oleh Pemkot Surabaya. Ia pun menjelaskan bahwa tidak ada pengurangan anggaran, melainkan penyesuaian anggaran.

“Tidak ada pengurangan anggaran banjir, tapi kita ada penyesuaian-penyesuaian” jelasnya.

Penyesuaian yang dimaksud ialah penyesuaian prioritas proyek berdasarkan dana yang dimiliki Pemkot, sehingga diperlukan adanya penyesuaian skala prioritas.

Proyek yang dianggap sangat mendesak akan masuk sebagai prioritas, sedangkan proyek sisanya akan masuk dalam daftar tunggu.

Namun, jelas Eri, bahwa pengerjaan proyek yang dalam daftar tunggu akan tetap dikerjakan apabila terdapat sisa anggaran dari lelang proyek lainnya. Sehingga pengerjaan bisa maksimal akan tetapi berdasarkan skala prioritas yang ada.

“Bukan dikurangi, tetapi disesuaikan dengan proyek yang dikerjakan. Tapi nanti yang tidak dikerjakan akan dikerjakan apabila ada sisa anggaran dari lelang proyek lainnya,” pungkas Eri. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Beber Jalur Koreksi Desil Bansos, Warga Kediri Bisa Ajukan Pemutakhiran Data

KEDIRI – Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mengingatkan warga agar memeriksa data kesejahteraan yang ...
KRONIK

RSUD Blambangan Raih Tiga Penghargaan NHR, Bupati Ipuk: Tolok Ukur Berbenah Tingkatkan Layanan

BANYUWANGI – RSUD Blambangan Banyuwangi meraih tiga penghargaan dalam ajang National Hospital Ranking (NHR) yang ...
KRONIK

Bupati Fauzi Upayakan Pemulangan 9 Nelayan Sumenep yang Ditahan di Australia

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengupayakan pemulangan sembilan ...
HEADLINE

HUT ke-81 Jatim, Deni: Pembangunan Berhasil Jika Rakyat Ikut Maju dan Merasakan Manfaatnya

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono menegaskan keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari ...
KRONIK

Ratusan Kendaraan Dinas “Raib”, Andi PDIP Sebut Pemda Berpotensi Tanggung Kewajiban Pajak

BONDOWOSO – Sebanyak 409 kendaraan dinas milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab0) Bondowoso tidak diketahui ...
LEGISLATIF

Wiwin Minta Pemerintah Hitung Pasokan Bahan Baku Sebelum Bangun Pabrik Pakan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Wiwin Sumrambah mengingatkan pemerintah agar mengkaji kesiapan bahan ...