SEMARANG – Sejumlah anak mendekat ketika Hj. Ansari hendak berpamitan. Mereka antusias dan senang diajak berbincang, seolah masih ingin menghabiskan waktu bersama tamu yang baru mereka kenal.
Momen sederhana itu menyentuh hati Ansari saat mengunjungi Sekolah Rakyat di Tembalang, Kota Semarang, Sabtu (10/10/2026).
Di antara anak-anak yang ditemuinya, ada Andini, anak asal Semarang yang memiliki cerita kehidupan tidak mudah. Ibunya meninggal dunia ketika Andini berusia enam tahun, sedangkan ayahnya kini menjalani hukuman penjara dalam kasus narkoba.
Di tengah keadaan keluarganya, Andini mengaku senang bisa bersekolah dan memiliki banyak teman.
Cerita Andini menyentuh Ansari. Menurutnya, kesempatan belajar dan berteman merupakan bagian penting dari masa tumbuh kembang anak. Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan, perhatian, serta kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik, apa pun latar belakang keluarganya.
Ansari memberikan motivasi pada Andini dan anak-anak lainnya agar rajin belajar, tetap bersemangat, serta tidak berhenti mengejar cita-cita.
“Sebagai ibu, saya merasa sangat terharu melihat anak-anak ini. Semoga mereka mendapatkan pendidikan yang tepat di Sekolah Rakyat ini sehingga kelak menjadi khairunnas anfa’uhum linnas,” ujar Ansari.
Bagi Ansari, berinteraksi dengan anak-anak bukanlah hal baru. Sebelum menjadi anggota DPR RI, ia pernah mengabdikan diri sebagai guru PAUD di salah satu lembaga pendidikan swasta di Pamekasan selama belasan tahun.
Pengalaman tersebut membuatnya terbiasa mendengarkan cerita anak-anak, membangun kedekatan, dan memberikan dorongan semangat. Namun, pertemuan dengan para siswa Sekolah Rakyat kali ini tetap meninggalkan kesan emosional tersendiri.
Ia melihat antusiasme anak-anak ketika disapa dan diajak berbicara. Bahkan, saat rombongan hendak meninggalkan lokasi, beberapa anak masih terus mendekat, seolah belum ingin mengakhiri percakapan.
Anggota Komisi VIII DPR RI itu mengungkapkan, perhatian sederhana seperti menyapa, mendengarkan, dan memberikan semangat merupakan hal yang berarti dalam mendampingi anak-anak bertumbuh.
Dalam kunjungan tersebut, Ansari sempat mengira Andini adalah anak laki-laki karena rambutnya dipotong pendek dan tidak mengenakan anting. Ia kemudian mengetahui bahwa penampilan serupa juga dijumpainya pada sejumlah siswa lain sebagai bagian dari upaya sekolah menjaga kebersihan.
Kunjungan ke Sekolah Rakyat di Jalan Pengkol Raya Nomor 22, Rowosari, Kecamatan Tembalang, itu merupakan bagian dari peninjauan langsung terhadap kondisi lokasi serta kesiapan sarana dan prasarana pendidikan.
Namun, di balik agenda tersebut, perjumpaan dengan anak-anak menjadi pengalaman yang paling membekas bagi Ansari.
Ia berharap Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang yang mendukung anak-anak untuk mengembangkan potensi, membangun kepercayaan diri, dan menata masa depan.
Menurutnya, latar belakang keluarga yang sulit tidak semestinya menutup kesempatan seorang anak untuk meraih cita-cita. Dengan pendidikan yang tepat dan lingkungan yang mendukung, mereka diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Harapan itu sejalan dengan ungkapan khairunnas anfa’uhum linnas, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” tandas anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI itu. (hzm/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













