Jumat
09 Oktober 2026 | 3 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gelar Istighosah dan Doa Bersama, Ribuan Warga Nahdliyin Doakan Paslon Sugiri-Lisdyarita

PDIP-Jatim-Istighosah-dan-doa-bersama-untuk-sugiri-17112024

PONOROGO – Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo nomor urut 02, Sugiri Sancoko dan Lisdyarita, mengikuti istighosah dan doa bersama di Gedung Kesenian Ponorogo, Sabtu (16/11/2024).

Kegiatan dengan tema “Istighosah dan Doa Bersama untuk Ponorogo Hebat Bermartabat” itu diikuti oleh ribuan tokoh nahdliyin, seperti kiai, ibu-ibu muslimat, pemuda, pemudi dan pelajar dari berbagai tingkat se-Kabupaten Ponorogo.

Mereka kompak mengenakan baju putih dan jilbab hijau hingga memenuhi tribun halaman utama gedung. Mereka bermunajat mengetuk pintu langit, untuk keselamatan bangsa dan Ponorogo Hebat Bermartabat.

Dalam sambutannya, Calon Bupati (Cabup) Ponorogo, Sugiri Sancoko, menyampaikan sembah sungkem kepada para tokoh nahdliyin.

“Pertama sungkem, nyuwun pangapunten selama ditunjuk bupati belum mampu memuaskan warga nahdliyin, siap salah. Pendeknya waktu membuat sesuatu atau yang diinginkan dicapai secepat kilat, tenyata belum semua bisa selesai,” ujar Sugiri.

Kang Giri, sapaan akrabnya, didampingi Lisdyarita, menjelaskan, meskipun masa jabatannya baru berjalan 3,5 tahun, semua program yang dijalankan telah berdasarkan aspirasi warga NU dan Muhammadiyah.

“Meski belum memuaskan, tapi yang kami lakukan baik-baik itu tidak satu pun yang tidak kami dirundingkan dengan Mbah Rois. Apa yang dilakukan selalu berdasarkan petunjuk Mbah Rois,” tutur politisi PDI Perjuangan itu.

Kang Giri juga mengungkapkan, pencalonannya untuk melanjutkan dua periode ini didasarkan pada dawuh kiai NU.

“Saya didawuhi Mbah Rois nyalon kembali. Kami berdua hanya siap patuh pada romo kiai. Semoga Ponorogo lebih baik,” terangnya.

Ia juga menegaskan, kemajuan yang dicapai selama kepemimpinannya bukan semata-mata hasil kerja kerasnya sendiri.

“Bukan karena saya, tapi karena warga NU dan Muhammadiyah yang rukun membuat Ponorogo rodok sae,” tuturnya.

“Saya hanya dirigen kecil yang membawa Ponorogo agak lumayan karena kerja sama gotong royong, baik Fatayat, Muslimat dan romo kiai NU, semua berjasa untuk Ponorogo,” jelasnya.

Sementara itu, Fatchul Aziz, salah satu tokoh NU Ponorogo, membacakan tiga pantun penuh makna untuk Kang Giri dan Bunda Rita, sapaan akrab Lisdyarita.

“Tanduran tomat disambel karo teri rasane enak. Ayo dulur, kompak lan semangat, doakan Kang Giri tetap bersama rakyat,” ujar Aziz. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pungli di Akses Stadion GBT Disorot, Eri Cahyadi Tegaskan Jalan Umum Gratis

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Satgas Anti-Preman dan kepolisian membongkar gardu yang diduga ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Pemerintah Tetapkan Batas Usia Pakai Galon Guna Ulang

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong pemerintah segera menetapkan batas usia pakai maksimal ...
LEGISLATIF

Puan Maharani: Parlemen Punya Empat Tanggung Jawab Wujudkan Pemerintahan yang Adil

TANZANIA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan parlemen memikul empat tanggung jawab utama untuk mewujudkan tata ...
LEGISLATIF

Basarah Dorong Penanganan Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan dari Hulu hingga Hilir

JAKARTA – Anggota Komisi XIII DPR RI Ahmad Basarah meminta penanganan kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan ...
KABAR CABANG

DPC Banyuwangi Tuntaskan Musran dan Musanran, 217 Ranting serta 840 Anak Ranting Terbentuk

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi telah menuntaskan pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah ...
LEGISLATIF

Puan di Forum IPU: Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Haruslah Adil

Puan Maharani menegaskan di Sidang Umum IPU ke-153 bahwa tata kelola pemerintahan yang baik haruslah adil, ...