BLITAR – Mengisi masa kampanye Pilkada Jatim 2024, Calon Gubernur Tri Rismaharini melakukan safari politik di Blitar Raya.
Agenda road show diawali Risma dengan menghadiri acara budaya di Desa Sukorame, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, Minggu (27/10/2024) siang.
Tiba di lokasi sekira pukul 10,30 WIB, eks Menteri Sosial itu mengenakan baju batik berwarna cokelat dipadukan celana hitam.
Kedatangan calon Gubernur Jawa Timur no urut 3 itu disambut riuh dan penuh sukacita oleh para simpatisan dan masyarakat setempat.
Hadir pada kesempatan itu, pengurus DPD PDI Perjuangan Jatim, seperti Sekretaris DPD Sri Untari Bisowarno dan Wakil Ketua DPD Guntur Wahono.

Hadir juga pengurus DPC PDIP Kabupaten Blitar, Fraksi, PAC dan Ranting serta Anak Ranting hingga Ketua Harian tim pemenangan Risma- Gus Hans, Wisnu Wardana dan juga Relawan Kareb.
Pada kegiatan temu sapa dengan berbagai elemen masyarakat itu, ada empat poin program yang disampaikan Risma. Pertama adalah tentang program pendidikan gratis.
Risma mengatakan bakal menggratiskan biaya SMA/SMK juga membebaskan biaya buku dan LKS untuk semua siswa jika terpilih menjadi Gubernur Jatim. Menurutnya, menggratiskan biaya sekolah sudah pernah dia jalankan saat menjabat sebagai Wali Kota Surabaya.
“Kemarin itu saya pergi ke Banyuwangi, di situ ada 10 kasus ijazah yang ditahan oleh pihak sekolah karena wali murid tidak mampu membayar biaya sekolah. Saya sangat prihatin, akhirnya saya bantu, alhamdulillah akhirnya ada beberapa ijazah yang keluar. Adanya kasus seperti ini saya ingin program pendidikan gratis dilakukan jika saya terpilih nantinya,” beber Risma.
“Dalam program pendidikan gratis ini bukan hanya soal SPP SMA/SMK tetapi juga buku-buku seperti LKS dan lain sebagainya. Artinya ke depan sudah tidak ada pungutan apapun dari sekolah,” imbuh dia.

Yang kedua soal kesehatan. Dalam kepemimpinannya ke depan Risma ingin masyarakat tercover dalam universal health coverage (UHC).
Sebagai informasi UHC sendiri merupakan sistem penjaminan kesehatan yang memastikan setiap warga dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, bermutu dengan biaya terjangkau.
“Jadi intinya kalo sudah terintegrasi dengan universal health coverage, maka seluruh masyarakat Jatim ke depan akan mendapat pelayanan kesehatan meskipun tidak memiliki kartu kesehatan, sebab sudah saya hitung semuanya dan ada uangnya,” ungkapnya.
Sementara yang ketiga adalah mengentaskan kemiskinan. Kata Risma sesuai data dari BPS yang dia miliki kesejahteran petani di Jawa Timur paling rendah atau buruk se-Indonesia.
“Harga pupuk mahal dan petani kesulitan menjual hasil pertanian mereka. Untuk itu saya ingin perjuangan itu semua, sehingga angka kemiskinan di Jatim bisa terus ditekan,” sebut Risma.

Dan yang terakhir, Risma bicara soal program kewirausahaan sosial. Dia ingin membangkitkan usaha masyarakat kecil- menengah.
“Saya ingin masyarakat kecil yang memiliki usaha, seperti toko kelontong atau pun lainnya yang berada di pedesaan bisa hidup dan berkembang dengan baik. Mereka tidak kalah dengan toko modern yang saat ini keberadaannya semakin banyak. Ini adalah tantangan bagi saya nantinya,” katanya.
Setelah membeberkan empat program di hadapan masyarakat, pada momen itu Risma juga menampung sejumlah aspirasi warga. Di antaranya mengenai bantuan air bersih, bantuan dana subsidi ke petani, pengembangan terhadap pelaku seni dan budaya hingga masalah penjualan tebu dari petani.
Di tempat yang sama, Joko salah seorang warga merespon positif sejumlah program yang disampaikan Cagub Risma. Joko menyatakan bahwa empat program yang dibeberkan Risma itu sesuai dengan fakta dan berpihak kepada wong cilik.
“Program yang Ibu Risma sampaikan relevan dan masuk akal. Mudah-mudahan beliau nanti terpilih menjadi Gubernur Jatim. Sebab program yang ditawarkan sangat pro rakyat,” tuturnya. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










