Selasa
27 Oktober 2026 | 2 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Raymond Tara, dari Sekretaris Ranting Melenting ke Legislatif

IMG-20240921-WA0049_copy_607x422

SIDOARJO – Munculnya nama Raymond Tara Wahyudi ST dalam deretan anggota DPRD Sidoarjo periode 2024 – 2029 terpilih, bagi sebagian orang cukup mengejutkan. Tapi, tak banyak yang mengetahui, jalan senyap politik ia lakoni sejak 20 tahun silam.

Tara, sapaan akrabnya, tumbuh besar dari keluarga dengan afliasi partai politik PDI Perjuangan. Ayahnya, Iswahyudi, menjadi salah satu pengurus Partai beberapa dekade belakangan. Sempat pula sebagai wakil rakyat di DPRD Sidoarjo periode 2004 – 2014.

Beberapa tahun lalu, Iswahyudi, diam-diam mendorong anaknya ke kancah perjuangan. Mendidik sang anak untuk memulai jalan politik dari tingkat bawah. Maka, diceburkanlah Tara di kepengurusan Ranting (setingkat desa atau kelurahan).

“Tahun 2004 saya masuk pengurus ranting, menjadi sekretaris,” kata Tara.

Gen Banteng rupanya mengalir di tubuh Tara. Berbagai kesulitan di kepengurusan Ranting tak membuatnya hengkang dari jalur politik. Boleh dikata makin keranjingan. Ia terus merayap di tangga internal Partai.

Beberapa periode kemudian ia direkrut Badan Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Beberapa kali bertugas ke luar daerah, terutama kawasan tapal kuda. Selanjutnya dipercaya menjadi Ketua PAC Kecamatan Waru periode 2020-2025.

Hingga setahun lalu, Tara menyiapkan diri dalam kontestasi pemilu legislatif hingga akhirnya terpilih.

Berbagai problematika yang muncul di tengah masyarakat ia catat selama berinteraksi dengan rakyat. Mulai dari peredaran narkoba di kalangan remaja hingga judi online. Termasuk urusan pendidikan dan kesehatan.

“Semoga apa yang menjadi aspirasi masyarakat, nantinya bisa terselesaikan dengan baik,” kata Tara soal tanggungjawab barunya sebagai wakil rakyat hingga 5 tahun ke depan.

Pertahanan Terakhir Pedagang Pracangan

Berdasarkan arsip redaksi pdiperjuangan-jatim.org, sebelum berevolusi menjadi pdiperjuangan-jatim.com, Iswahudi, semasa bertugas di Komisi A DPRD Sidoarjo getol menyoroti maraknya mini market masuk desa.

Regulasi mengatur zonasi  super maupun mini market bak macan kertas. Tak sedikit mini market berimpit dengan pasar tradisional. Bahkan merambah desa menjadi ancaman nyata pedagang pracangan (kelontong) kelas rumahan.

Kekuatan modal pracangan bukan bandingan mini market yang sebarannya kasat mata menggurita. Pedagang pracangan pun ngos-ngosan bahkan bertumbangan dalam perburuan rezeki.

Kondisi diperparah pula dengan konsumtif hedon perilaku pembeli seperti rumusan Iswahyudi.

“Punya uang banyak belanja di supermarket, punya uang pas-pasan beli di mini market, nggak punya uang hutang di pracangan (tetangga),” kata Iswahyudi suatu ketika.

Karena itu pula, saat mencalonkan sebagai kepala desa, Iswahyudi teken kontrak dengan warganya. Tidak akan memberikan perizinan kepada mini market di desanya. Kecuali yang sudah ada, Iswahyudi tak bisa berbuat apa-apa.

Alhasil, setelah menjadi Kepala Desa Pepelegi, komitmen itu dilaksanakan.

Desa Pepelegi, desa yang menjadi tempat tinggal Tara, menjadi salah satu lini terakhir penjaga regulasi pengaturan jarak mini market dengan pedagang tradisional atau pracangan. (hd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kawal Kasus Kekerasan Anak Medokan, Armuji Dukung Evaluasi UU Perlindungan Anak

SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Anti-Perundungan ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Dorong Wira Wiri Kenpark–Purabaya Naik Kelas, Kapasitas Armada Perlu Ditambah

SURABAYA – Tingginya keterisian penumpang dan panjangnya jarak perjalanan menjadi alasan Ketua Komisi C DPRD ...
MILANGKORI

Mbah Jenggot, Penjaga Langen Tayub Tuban yang Bertahan di Antara Panggung dan Perjuangan Hidup

Sejak 2001, Suparminto setia menjadi cucuk lampah seni Langen Tayub. Ketika tanggapan ramai, ada penghasilan untuk ...
SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Ajak Rider Trail Perkuat Gotong Royong, Bantu Pembangunan Masjid di Trenggalek

TRENGGALEK – Hobi memacu adrenalin di jalur perbukitan dan hutan bisa berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. ...
KRONIK

Atasi Kelangkaan Solar, Pemkab Bangkalan Terbitkan Edaran Khusus BBM Petani

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terbitkan edaran khusus memprioritaskan alokasi Bahan Bakar ...
KRONIK

Polusi Surabaya Makin Parah, Wali Kota Eri Bongkar Penyebabnya

SURABAYA – Kondisi udara Kota Surabaya belakangan ini menjadi perbincangan hangat warganet. Sebagian dari mereka ...