Kamis
24 September 2026 | 2 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Atasi Daerah Terdampak Kekeringan, Bupati Sugiri Distibusikan Air Bersih

PDIP-Jatim-Bupati-Sugiri-05092024
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, memberangkatkan truk tangki air di depan Rumah Dinas Bupati (Pringgitan), Kamis (5/9/2024).

PONOROGO – Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, memberangkatkan truk tangki untuk pendistibusian air bersih untuk wilayah yang terdampak kekeringan, Kamis (5/9/2024).

Sebanyak 4 truk tangki yang terdiri atas 1 truk tangki Palang Merah Indonesia (PMI) Ponorogo dan 3 truk tangki BPBD Ponorogo tersebut diberangkatkan dari Rumah Dinas Bupati (Pringgitan). Turut diberangkatkan para relawan PMI, Tagana dan BPBD Ponorogo.

“Bersama semua relawan di HUT PMI ke-79 tahun berbuat untuk kemanusiaan yang memang sehari-harinya buat kemanusiaan,” ujar Sugiri.

Menurut Sugiri, dropping air bersih sebagai langkah pendek mengatasi kekeringan, untuk membantu meringankan masyarakat yang terdampak.

“Hari ini memang fokus pada kekeringan di beberapa titik yang hampir jadi langganan tiap tahun. Maka tahun depan tidak boleh ada langganan kekeringan,” tutur politisi PDI Perjuangan itu.

Pun pihaknya sedang menyiapkan langkah jangka panjang dalam menghadapi kekeringan yang semakin luas di Ponorogo. Yakni dengan membangun sumur dalam.

“Rencana dengan BPBD dicarikan sumber air di bawah, lalu didorong ke atas. Sampai ke atas di puncak tertinggi (tandon), didistrisbuikan. Paling tidak 4 tahap selesai,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengungkapkan bahwa dropping air kali ini dilakukan di 9 dukuh 7 desa 4 kecamatan dengan total 619 kepala keluarga (KK).

Yaitu, di Kecamatan Slahung di Desa Duri (1 Dukuh), Desa Wates (2 Dukuh); Kecamatan Pulung di Desa Sidoharjo (2 Dukuh) dan Desa Karangpatihan (1 Dukuh); Kecamatan Bungkal di Desa Bungkal (1 Dukuh) dan Desa Belang (1 Dukuh); serta Kecamatan Sawoo di Desa Pangkal (1 Dukuh).

“Solusi kedaruratannya adalah drop air bersih, disesuaikan dengan tingkat kebutuhan. Tingkat kebutuhan cara ngitungnya paling gampang adalah 60 liter per orang per hari (aturan dari UNESCO),” ujarnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Said Abdullah: Bukan UU Baru, Aturan Turunan P2SK dan Kelembagaan yang Perlu Diakselerasi

JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI Said Abdullah menilai kebutuhan mendesak sektor keuangan saat ini bukan ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Dorong Hidroponik dan Greenhouse untuk Petani Muda Blitar

BLITAR – Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur Guntur Wahono mendorong pengembangan pertanian hidroponik dan greenhouse ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Gandeng Bintang Timur Gelar Coaching Clinic Futsal ke Sekolah SD-SMP

SURABAYA — Wali Kota Eri Cahyadi merancang program coaching clinic futsal yang melibatkan langsung pemain dan ...
BERITA TERKINI

PDI Perjuangan Trenggalek Rutin Droping Air Bersih ke Pelosok, Sasar Warga yang Kesulitan Air

TRENGGALEK — Memasuki puncak musim kemarau, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek terus menggencarkan bantuan air ...
KRONIK

Turun Langsung ke Rubaru, Ketua TP PKK Sumenep Tekankan Pencegahan Stunting

SUMENEP – Upaya percepatan penurunan angka tengkes (stunting) di Kabupaten Sumenep terus digencarkan melalui ...
KRONIK

Pimpin Rakor Stunting, Bupati Lukman: Data Harus Selaras dengan Kondisi Faktual Lapangan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan bahwa keberhasilan penanganan stunting membutuhkan data yang ...