Rabu
04 November 2026 | 1 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tri Rismaharini Incar Pasar Industri Kerajinan di Qatar 

pdip-jatim-risma-wartawan-101215

pdip-jatim-risma-wartawan-101215QATAR – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memanfaatkan peluang pasar kerajinan tangan di Qatar, terutama bagi produk ekspor sejumlah usaha mikro, kecil, dan menengah di daerahnya.

“Kami membina banyak UMKM dan sedang mencari peluang guna memasarkan produk mereka,” ujar Risma saat singgah di Qatar pada acara silaturahmi dengan Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Muhammad Basri Sidehabi, sebagaimana rilis yang dikeluarkan Konsuler KBRI Qatar Boy Dharmawan di London, Inggris, Sabtu, 26 Maret 2016.

Risma, yang baru saja menerima Ideal Mother Award dari Universitas Kairo, Mesir, sangat tertarik dengan kerajinan tangan yang dijual di Dhoha, khususnya di pasar tradisional Souq Wakif yang umumnya barang impor. Selain kerajinan, dia melihat peluang bagi tenaga kerja Indonesia yang bisa bekerja di Qatar.

“Kami akan siapkan tenaga kerja untuk dikirim ke Qatar bila perlu,” katanya. Bahkan, selama tujuh jam di Dhoha, Risma menyempatkan diri bertemu dengan tenaga kerja Indonesia.

Dubes Sidehabi mengapresiasi kunjungan Risma itu. Ia menjelaskan bahwa hubungan ekonomi dan perdagangan RI-Qatar terbuka lebar. Mantan pilot F-16 pertama Indonesia itu juga mengutarakan kiprah dan kontribusi WNI di Qatar yang jumlahnya diperkirakan mencapai 40 ribu jiwa.

Selama di Qatar, Risma—yang didampingi Sekretaris Daerah Kota Surabaya Hendro Gunawan dan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana Nanis Chairani—sempat mengunjungi dua kota fenomenal, yakni Pearl dan Lusail. Kota itu dibangun dari hasil reklamasi. Bahkan hingga saat ini proses pembangunan masih berjalan.

Kota Lusail merupakan kawasan pinggiran dan penunjang Kota Dhoha, yang menjadi ajang sirkuit balap MotoGP. Selain itu, pemerintah Qatar mengalokasikan dana US$ 200 miliar untuk pembangunan berbagai sarana infrastruktur, stadion, dan jaringan kereta api guna menyukseskan pelaksanaan kejuaraan sepak bola Piala Dunia 2022.

Risma mengagumi perencanaan tata Kota Dhoha yang sangat modern dan teratur. Penegakan hukum dan sistem yang tepat, kata dia, merupakan kunci keteraturan kota dan kedisiplinan masyarakat. (tempo)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kemiskinan Banyuwangi Terus Menyusut, 5 Tahun Turun dari 8,07 Jadi 5,6 Persen

BANYUWANGI – Upaya penanggulangan kemiskinan yang menjadi salah satu prioritas Bupati Banyuwangi, Ipuk ...
LEGISLATIF

Reses di Purwodadi, Eko Herdiyanto Soroti Kebutuhan Pompa Air untuk Atasi Banjir

MALANG – Kebutuhan pompa air untuk mengatasi genangan banjir di Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, menjadi ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Pemuda Trenggalek Produksi Film untuk Angkat Potensi 157 Desa Kreatif

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong generasi muda Trenggalek memanfaatkan kreativitas ...
KRONIK

Ratusan Juta Dugaan Pungli KHDPK Dikembalikan, Widarto Minta Perjuangan Petani Tak Berhenti

JEMBER – Pengembalian uang Rp138 juta yang diduga dipungut dalam pengurusan akses pengelolaan kawasan hutan menjadi ...
EKSEKUTIF

Pemkab Kediri Perkuat Perlindungan Anak, Pencegahan Bullying Jadi Perhatian

KEDIRI – Pemkab Kediri menegaskan pemenuhan hak anak harus diikuti perlindungan nyata dari kekerasan, diskriminasi, ...
KABAR CABANG

Pekan Peduli Sampah Nasional, PDIP Surabaya Siapkan 100 Titik Teba untuk Olah Sampah Organik

SURABAYA – DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menyiapkan sekitar 100 titik Teba atau lubang pengolahan sampah organik ...