SURABAYA – Proyek pengembangan kawasan pesisir Surabaya lewat Surabaya Waterfront Land (SWL) masih terus berlanjut. Rencananya, proyek yang menjadi agenda strategis nasional itu bakal mereklamasi kawasan pesisir Surabaya Timur mulai dari Kenjeran hingga ke Wonorejo.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku pengembangan kawasan pesisir ini merupakan kebijakan dari kementerian. Sebab, proyek itu termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Namun demikian, Eri berharap proyek ini bisa meningkatkan kesejahteraan warganya khususnya para nelayan di kawasan Pamurbaya (pantai timur Surabaya).
“Kita juga menyampaikan sosialisasi, dari kementerian juga. Tapi yang pasti, PSN ini harus bisa mengubah taraf hidup sekitarnya, jangan sampai mereka akan semakin terpinggirkan,” ungkap Eri di Surabaya, Minggu (4/8/2024).
Dia menjelaskan, seharusnya SWL bisa membawa kesejahteraan bagi warga di sekitarnya. Artinya, investor harus menyampaikan programnya ke masyarakat.
Sosialisasi ini, menurut dia, penting. Sehingga, semua pihak yang terlibat juga harus turut mensosialisasikan.
“(Pengembang) belum bertemu. Karena PSN ini harus sosialisasi dulu. Sehingga saya akan melihat dulu dan mendengarkan apa yang disampaikan masyarakat,” ucapnya.
Cuma, dia menegaskan yang terpenting dari proyek ini adalah kesejahteraan masyarakat. Artinya, apapun yang dilakukan pengembang mengenai proyek itu, dia hanya meminta warga sekitar, utamanya nelayan, harus sejahtera.
“Pesan saya adalah (mendatangkan) kesejahteraan pada nelayan. Hidupnya harus lebih sejahtera. Kita sudah sampaikan surat terkait dengan keluhan nelayan dan mangrovenya juga ke kementerian,” ujarnya.
Seperti diketahui, proyek SWL yang digagas mirip Pantai Indah Kapuk di Jakarta Utara akan membentang sepanjang 7,3 kilometer mulai dari pesisir di kecamatan Kenjeran hingga Wonorejo di Surabaya timur.
Nantinya, pengembang akan membuat empat pulau buatan dengan cara melakukan reklamasi pantai. Di atas pulau itu akan dibangun berbagai proyek bisnis, permukiman, pariwisata dan pusat hiburan. Selain itu juga mengembangkan pusat maritim.
Keempat pulau buatan itu masing-masing dibagi menjadi pulau A seluas 84 hektare yang diplot untuk pusat pariwisata dan hunian.
Kemudian untuk pulau B akan menjadi pusat kegiatan nelayan dengan luas 120 hektare. Lalu ada pulau C dengan luasan 260 hektare untuk pengembangan maritim.
Kemudian yang terakhir pulau D dengan luasan 620 hektare untuk pusat hiburan dan bisnis. (jawapos/red)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










