Jumat
24 Juli 2026 | 11 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2024, Ribuan Masyarakat Berebut Buceng Porak

PDIP-Jatim-Sugiri-Sancoko-01082024

PONOROGO – Ribuan masyarakat memadati area Monumen Bantarangin, Desa Sumoroto, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Rabu (31/7/2024) sore. Dengan penuh semangat dan antusias, mereka tumplek blek di area tersebut untuk saling berebut buceng porak dalam rangkaian Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2024.

Ada lima buceng porak berisi buah-buahan dan sayuran yang sebelumnya dikirab dari Kantor Kecamatan Kauman menuju Monumen Bantarangin. Kelima buceng porak itu dari Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Wakil Bupati Ponorogo, Lisdyarita, Ketua DPRD Ponorogo, Sunarto, Camat Kauman, dan kepala desa se-Kecamatan Kauman.

Menurut Sugiri, filosofi dari buceng porak adalah berdoa kepada Tuhan melalui doa teatrikal, untuk kemudian buceng diporak bersama-sama agar Tuhan memberikan berkah.

“Tuhan memberikan pengayoman, kemudian berharap doa kita terkabulkan melalui ini. Sedekah prinsipnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sugiri menjelaskan, adanya kegiatan Grebeg Tutup Suro di Monumen Bantarangin sudah ada sejak mantan Bupati Ponorogo, Amin, menjabat. Kegiatan itu menjadi acara penutup saat bulan Suro atau Muharram.

“Di Bantarangin ada beberapa kegiatan yang bagus seperti kirab budaya, wayangan, buceng porak, hingga pameran UMKM,” jelasnya.

Bantarangin dulunya merupakan sebuah kerajaan, di mana awal mula Reog Ponorogo berasal. Tokoh-tokoh Reog Ponorogo, seperti Klonosewandono, Warok, Bujang Ganong, Jathilan, dan Barongan lahir dari wilayah tersebut.

“Menurut cerita, di sinilah lahirnya Kerajaan Bantarangin dengan raja yang terkenal, Klonosewandono,” terang politisi PDI Perjuangan itu.

Gelaran Grebeg Tutup Suro Bantarangin, selain untuk menguri-uri budaya Jawa umumnya dan budaya Ponorogo, juga untuk meningkatkan perekonomian di wilayah setempat.

“Di samping menumbuhkan karakter Bantarangin, lalu juga mampu memutar kincir ekonomi ada pertumbuhan, spending, banyak hal yang didapat. Puluhan UMKM yang di sini semua laku. Ini keren dan siapapun pemimpinnya wajib meneruskan budaya ini,” pungkasnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Rapat Koordinasi dengan Kementan, Bupati Fauzi: Petani Maju, Hasil Panen Meningkat

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep berkomitmen memperkuat sektor pertanian melalui sinergi dengan ...
KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Trenggalek Targetkan Musran-Musanran Rampung 29 Juli

DPC PDI Perjuangan Trenggalek menargetkan Musran dan Musanran di seluruh kecamatan rampung pada 29 Juli 2026 ...
HEADLINE

DPRD Jatim Minta Sekolah Tak Wajibkan Orang Tua Beli Seragam dan Perlengkapan Tertentu

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono meminta sekolah tidak mewajibkan orang tua membeli seragam maupun ...
HEADLINE

Said Abdullah: RedTalks Wadah Bersama, Tempat Kami Mendengar Suara Anak Muda

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah mengatakan anak muda masa kini memiliki pengalaman ...
KRONIK

Pedagang Pasar Baru Magetan Kadung Cemas Tergusur Bioskop, Jeketek Investor Masih Wacana

MAGETAN – Komisi B DPRD Kabupaten Magetan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna menyelesaikan polemik dan ...
KRONIK

Kunjungi PT BSI Tumpang Pitu, Sonny PDIP Dorong Investasi Berpihak pada Masyarakat

BANYUWANGI – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Sonny T. Danaparamita, menegaskan pentingnya memastikan ...