Rabu
09 September 2026 | 12 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Trem di Surabaya Direalisasikan Tahun Ini

pdip-jatim-tren-surabaya-tempo-dulu
pdip-jatim-tren-surabaya-tempo-dulu
Trem tempo dulu

SURABAYA – Moda transportasi massal berupa trem dan monorel di Kota Pahlawan tahun ini direalisasikan. Saat ini, pemerintah tengah melakukan tender proyek.

Wali Kota Tri Rismaharini memperkirakan, pembangunan fisik proyek transportasi massal tersebut berlangsung tahun ini. “Kita akan mulai pembangunan fisik, pusat sudah tender,” kata Risma, kemarin.

Menurut Risma, Pemkot Surabaya telah menyetujui perencanaannya. Namun demikian, megaproyek yang didahulukan adalah pembangunan trem daripada monorail.

Jalur trem ini akan membentang sepanjang sekitar 17 kilometer. Yakni dari selatan dimulai dari Wonokromo-Kebun Binatang Surabaya (KBS)- Jalan Pandegiling-Embong Malang-Kedungdoro-Pasar Blauran-Pasar Turi dan menuju Surabaya utara yakni di Jalan Indrapura.

Kemudian memutar ke arah Jalan Rajawali-Jembatan Merah-Tugu Pahlawan- Jalan Tunjungan-Jalan Panglima Sudirman dan kembali lagi menuju Wonokromo.

Trem ini nantinya memiliki 29 titik pemberhentian atau halte. Jarak tiap halte antara 1,5 km-2 km. Trem berisi dua gembong dengan kemampuan muat sebanyak 200 orang. Gerbong trem akan didatangkan dari luar negeri.

Untuk bahan bakar, sudah disepakati bahwa trem akan menggunakan teknologi batere. Dengan teknologi tersebut, trem dapat melaju rata-rata 30 km/jam.

Sementara terkait pembangunan monorail, lanjut Risma, proyek pembangunan angkutan massal dari arah timur dan barat Surabaya, yang semula monorail akan ada modifikasi.

“Bukan monorail, semacam light train, jadi posisinya di atas,” ungkap wali kota dari PDI Perjuangan ini.

Sesuai perencanaan pemerintah kota, dengan beroperasinya angkutan massal, kendaraan pribadi yang berasal dari luar kota akan dibatasi dan diarahkan menuju jalur angkutan massal. Apabila melintas di sekitar jalur moda transportasi massal akan dikenai tarif tertentu.

Untuk mengatasi masalah parkir kendaraan, Risma mengatakan saat ini pihaknya tengah membangun gedung parkir park and ride, seperti yang ada di Jalan Mayjend Sungkono.

Ia mengaku, dalam selang 2- 3 tahun mendatang diproyeksikan sudah tidak ada lagi parkir on the street. Untuk itu, pemerintah kota berencana memperbanyak pembangunan gedung park dan ride. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Aset Rp124 M Kembali ke Pemkot, Eri Siapkan untuk Ekonomi Kerakyatan dan Fasilitas Publik

SURABAYA – Pemkot Surabaya kembali mengamankan aset lahan seluas 96.932 meter persegi di Kelurahan Jeruk, Kecamatan ...
LEGISLATIF

Romy Soekarno Dorong AI Merah Putih untuk Jaga Kedaulatan Data Nasional

JAKARTA – Anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno mendorong pemerintah mengembangkan gagasan “AI Merah Putih” ...
LEGISLATIF

Puan: DPR Siap Dukung Tambahan Anggaran Mitigasi Bencana, Manfaat Harus Lebih Baik

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan DPR siap mendukung penambahan anggaran untuk mitigasi dan ...
KRONIK

Serahkan Insentif Guru Rohani Lintas Agama, Bupati Ipuk: Bagian dari Penguatan Pendidikan Karakter

BANYUWANGI – Ratusan guru rohani lintas agama menerima insentif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi di ...
LEGISLATIF

Puan Desak Pelaku Pembakaran Lahan untuk Sawit Segera Ditindak

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pelaku pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kemudian ...
LEGISLATIF

Jalan Gador-Pakis Rusak dan Lama Dikeluhkan, Doding Turun Langsung Cek Kondisi

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi turun langsung meninjau kondisi jalan rusak yang ...