Senin
12 Oktober 2026 | 6 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cetak Generasi Berkualitas, Pemkab Ponorogo Deklarasikan Sekolah Siaga Kependudukan

PDIP-Jatim-Bupati-Sugiri-01052024

PONOROGO – Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, bersama stakeholder terkait menandatangani Sosialisasi dan Deklarasi Sekolah Siaga Kependudukan (SKK) di Aula Bappeda Kabupaten Ponorogo, Selasa (30/4/2024). Hal tersebut sebagai komitmen komitmen untuk memperbaiki kualitas generasi bangsa.

Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) adalah sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga ke dalam beberapa mata pelajaran dan atau muatan lokal. Tujuannya, untuk memberikan informasi terkait isu-isu kependudukan seperti keluarga berencana, pernikahan dini maupun stunting.

Menurut Bupati Sugiri, merencanakan kependudukan memang sebaiknya sudah direncanakan sejak dini. Sehingga peserta didik bisa teredukasi secara baik.

“Kalau ingin memperbaiki kualitas keluarga, PR (pekerjaan rumah, red) KB (keluarga berencana, red) tidak hanya menurunkan angka kelahiran, sejak dini di sekolah diajak berpikir planning, merencanakan keluarga,” ujar Bupati Sugiri.

Dengan adanya SSK, tambah Bupati Sugiri, materi kependudukan bisa disisipkan atau diintegrasikan dalam berbagai mata pelajaran, misalnya mata pelajaran biologi, keagamaan, ataupun lainnya.

“Sejak SMP dilibatkan berpikir tentang kependudukan, maka di tiap-tiap mata pelajaran, misal bicara biologi, alangkah indahnya disisipi bagaimana reproduksi yang baik, usia berapa mengandung yang baik agar anak-anak paham betul masa depan,” tuturnya.

Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mengajak sekolah-sekolah, baik di bawah dinas pendidikan maupun Kementerian Agama untuk mulai menerapkan SSK. “Mulai berpikir yang melibatkan guru, agar sekolah menancapkan kolaborasi antara pendidikan dan KB biar nggak sendiri-sendiri,” terang politisi PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Ponorogo, Henry Indra Wardhana, mengatakan, Indonesia akan memasuki bonus demografi, di mana angka usia produktif 15-64 tahun lebih banyak daripada usia nonproduktif.

“BKKBN tidak hanya menyasar yang sudah berumur atau menikah, tapi juga mengajak adik-adik yang masih usia 15 tahun sampai usia ideal menikah. Kita edukasi, kita ajak melalui sekolah untuk mendapatkan materi program kependudukan,” ujarnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko: Keselamatan Penumpang Penyeberangan Harga Mati, Bukan Kompromi Bisnis

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Dewanti Rumpoko menegaskan keselamatan jiwa pengguna jasa transportasi ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Beber Jalur Koreksi Desil Bansos, Warga Kediri Bisa Ajukan Pemutakhiran Data

KEDIRI – Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mengingatkan warga agar memeriksa data kesejahteraan yang ...
KRONIK

RSUD Blambangan Raih Tiga Penghargaan NHR, Bupati Ipuk: Tolok Ukur Berbenah Tingkatkan Layanan

BANYUWANGI – RSUD Blambangan Banyuwangi meraih tiga penghargaan dalam ajang National Hospital Ranking (NHR) yang ...
KRONIK

Bupati Fauzi Upayakan Pemulangan 9 Nelayan Sumenep yang Ditahan di Australia

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengupayakan pemulangan sembilan ...
HEADLINE

HUT ke-81 Jatim, Deni: Pembangunan Berhasil Jika Rakyat Ikut Maju dan Merasakan Manfaatnya

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono menegaskan keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari ...
KRONIK

Ratusan Kendaraan Dinas “Raib”, Andi PDIP Sebut Pemda Berpotensi Tanggung Kewajiban Pajak

BONDOWOSO – Sebanyak 409 kendaraan dinas milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab0) Bondowoso tidak diketahui ...