Sabtu
22 Agustus 2026 | 2 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jelang Hari Jadi ke-1220 Kabupaten Kediri, Mas Dhito dan Mbak Dewi Napak Tilas ke Desa Siman

pdip-jatim-240326-napak-tilas-harlah-kediri

KEDIRI – Menjelang peringatan Hari Jadi ke-1220 Kabupaten Kediri, Bupati Hanindhito Himawan Pramana dan Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa beserta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) napak tilas ke Desa Siman, Kecamatan Kepung, Minggu (24/3/2024).

“Besok ulang tahun Kabupaten Kediri. Maka, kami datang ke Desa Siman (sebagai bagian rangkaian hari jadi),” ujar bupati yang akrab disapa Mas Dhito dalam keterangan persnya, Senin (25/3/2024).

Seperti diketahui, Desa Siman merupakan tempat ditemukannya Prasasti Harinjing serta Prasasti Paradah. Prasasti Harinjing ditemukan pada 11 Suklapaksa bulan Caitra tahun 726 Saka atau pada tanggal 25 Maret 804 Masehi (M).

“Hal ini menjadi cikal bakal hari jadi Kabupaten Kediri yang tiap tahunnya dirayakan setiap tanggal 25 Maret,” jelasnya.

Mas Dhito mengatakan, Kediri termasuk salah satu kabupaten tertua di Indonesia. Di Jawa Timur, kabupaten berjuluk Bumi Panjalu ini menjadi kabupaten tertua kedua setelah Kabupaten Malang.

“Oleh sebab itu, (kunjungan) ini merupakan bagian kami untuk menghargai salah satu kabupaten tertua di Indonesia,” kata dia.

Berbeda dengan kunjungannya pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri tahun 2022, kali ini rombongan bupati berkumpul dengan masyarakat di Pendopo Punden Kamulan.

Pendopo Punden Kamulan dikenal oleh masyarakat sebagai Punden Bogor Pradah. Di lokasi ini, ditemukan benda cagar budaya berupa dorpel (ambang pintu), umpak, lumpang, dan artefak-artefak kuno lainnya.

Punden ini dipercaya oleh masyarakat masih memiliki hubungan dengan isi prasasti Paradah II yang menyebut kata Dharma Kamulan. Di prasasti ini, disebutkan pula mengenai pemberian Sima (status tanah bebas pajak) yang berada di sebelah timur Sungai Harinjing.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Sejarah Purbakala serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Eko Prianto menjelaskan sejarah Kabupaten Kediri.

Ia menyebutkan, sejarah Kebupaten Kediri tak lepas dari Prasasti Harinjing. Dalam prasasti tertua yang ditulis menggunakan bahasa dan aksara Jawa Kuno terdapat kata Kediri.

Adapun kata Kediri sendiri berdasarkan kata dasar memiliki arti mampu berswasembada dan berdiri tegak.

Prasasti Harinjing, jelas Eko, menceritakan tentang inovasi yang dilakukan Bhagawanta Bari dalam membangun Dhawuhan yang dahulunya rawan banjir dengan membuat sodetan atau percabangan Sungai Harinjing ke arah barat. Saat ini, sodetan tersebut dimanfaatkan untuk pertanian.

“Di Brumbung (Kepung) ada juga prasasti terkait pengelolaan air dan pertanian,” ujarnya.

Untuk diketahui, peringatan Hari Jadi ke-1220 Kabupaten Kediri ini mengangkat tema Kedhiri Parartha Jayati. Tema ini memiliki arti, yakni menjadi harapan Kediri yang sejahtera, mulia, dan jaya. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Puan Desak Pemerintah Segera Intervensi Karhutla Kalimantan yang Makin Parah

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak Pemerintah segera melakukan intervensi untuk mengatasi kebakaran ...
KRONIK

Kecam Kasus Asusila di Pamekasan, Hj. Ansari PDIP Desak Korban Dikawal hingga Pulih

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, mengecam keras kasus dugaan kekerasan seksual ...
KRONIK

Mbah No, Pemulung 73 Tahun yang Berdiri Tegak di Tengah Rongsokan Saat Merah Putih Diturunkan

BANYUWANGI – Karung berisi rongsokan masih berada di samping tubuhnya. Pakaian yang dikenakannya juga jauh dari ...
MILANGKORI

Meteri Bumi di Kedungdowo, Ketika Trenggalek Menyapa Alam Menjelang Usia 832 Tahun

TRENGGALEK – Pagi di sumber air Kedungdowo, Dusun Bendogolor, Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Trenggalek, Jumat ...
HEADLINE

PDI Perjuangan Jatim Pastikan Penutupan Soekarno Cup 2026 di GBT Tetap Meriah

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur memastikan penutupan Soekarno Cup 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), ...
OLAHRAGA

Manajer Banteng Jatim Minta VAR Dioptimalkan, Evaluasi Tanpa Persoalkan Hasil

SURABAYA – Manajer Banteng Jatim FC Didik Prasetiyono meminta penggunaan Video Assistant Referee (VAR) di Soekarno ...