Kamis
15 Oktober 2026 | 9 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ada Indikasi Aparat Tak Netral di Pemilu 2024, Hasto: Akan Muncul Gerakan Arus Balik dari Masyarakat

pdip-jatim-240210-sekjen

BLITAR – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, di Jawa Timur ada indikasi aparat penegak hukum terlibat penggalangan dukungan untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 2 secara masif.

Hal itu disampaikan Hasto Kristiyanto, usai mendampingi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri nyekar Makam Bung Karno di Kota Blitar, Jumat (9/2/2024).

Menurut Hasto, pihaknya telah bertemu dan mendapat laporan dari seluruh pimpinan struktural partai PDI Perjuangan di wilayah Jawa Timur bahwa terdapat indikasi tidak netralnya aparat penegak hukum.

Baca juga: Hasto Optimis Pasangan Ganjar-Mahfud Juga Akan Menang di Kawasan Tapal Kuda Jatim

“Bahwa disampaikan ada pergerakan masif yang dilakukan oleh oknum Polri dan juga TNI. Ada beberapa operasi khusus yang bertujuan untuk mengintimidasi kepala daerah,” ungkapnya.

Hasto memberi contoh yang terjadi di Sidoarjo, ada indikasi terjadinya operasi khusus dengan menyandera Bupati Sidoarjo dan dipaksa untuk memberikan dukungan ke paslon 02. Menurutnya hal serupa juga terjadi di Gresik.

Selain itu, lanjut dia, juga ada upaya dari Polri untuk mengundang kepala dinas, kepala desa dan lain sebagainya, agar mendukung paslon 02.

“Mereka ditekan dengan cara dicari kelemahannya, yang kemudian diintimidasi dan dipaksa untuk mendukung paslon tertentu. Bahkan juga ada opsus-opsus yang bertujuan memenangkan partai tertentu dengan memberikan target 200 sampai dengan 300 suara per desa,” terang Hasto.

Meski demikian, pihaknya tetap meyakini bahwa kekuatan kebenaran rakyat tidak bisa dibungkam dan dikendalikan oleh kekuatan apapun. Sehingga kedepan dia percaya justru akan muncul pergerakan arus balik dari masyarakat.

“Maksudnya yakni masyarakat yang berani menyuarakan kebenaran, begitu juga termasuk TNI dan Polri yang masih memegang teguh prinsip netralitas, pasti akan bergerak dan membuat kekuatan arus balik yang besar,” jelasnya.

Kekuatan arus balik itu, urai Hasto, contohnya adalah sudah mulai adanya pernyataan sikap yang dilakukan oleh guru besar dari banyak universitas.

Menurut Hasto, bahwa guru besar memiliki dasar ilmu pengetahuan yang jelas sehingga memiliki kapabilitas untuk berbicara pada ruang atau mimbar bebas menyampaikan kritik terhadap kondisi kebangsaan terkini yang sedang terjadi.

“Guru besar itu bertindak berdasarkan ilmu pengetahuan itu sendiri, yang juga berdasarkan pada moral dan etika. Sehingga perguruan tinggi tidak bisa dibungkam oleh kekuatan apapun dan manapun. Sama dengan rakyat,” pungkasnya. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Gelar GAS NIKAH di Yayasan Taufiqus Sibyan, Hj. Ansari Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, mengingatkan masyarakat agar mencatatkan pernikahan ...
KOLOM

Pendidikan Karakter dan Cinta Tanah Air : Catatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya

Oleh Susy Cecilia Agustina S.* IBARAT pohon, cinta tanah air tidak tiba-tiba tumbuh, tapi perlu disemai, dipupuk, ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Dorong Anak Muda Trenggalek Jadi Entrepreneur dan Buka Lapangan Kerja

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mendorong generasi muda menjadi entrepreneur yang mampu ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Minta Pemerintah Lindungi Warga Terdampak Karhutla

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah memperkuat perlindungan masyarakat yang terdampak kebakaran ...
LEGISLATIF

Kaji Ipuk: Pemkot Surabaya Siapkan 50 Hektare Lahan Makam di Sumberejo

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyiapkan lahan cadangan seluas 50 hektare di kawasan ...
MILANGKORI

Dari Desa, Dimas Pratama Merawat Kedekatan dengan Petani Lewat Demang Sambang

TULUNGAGUNG – Bagi petani, persoalan sehari-hari tidak selalu berhenti di sawah. Ada kebutuhan keluarga yang harus ...