Jumat
23 Oktober 2026 | 1 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Puan: Pemerintah Siap Antisipasi Penyebaran Virus Zika

pdip jatim puan usai jenguk korban bom sarinah

pdip jatim puan usai jenguk korban bom sarinahJAKARTA – Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengimbau masyarakat tidak panik terhadap merebaknya berita penyebaran virus Zika. Puan menegaskan, pemerintah siap untuk bisa mengantisipasi hal tersebut agar tak sampai menjadi wabah di Indonesia.

“Tetap menjaga kebersihan, menjaga sanitasi, dan tentu juga mencegah tempat-tempat terjadinya jentik nyamuk itu kemudian menjadi berkembang. Caranya, membersihkan seluruh genangan air, sampah, selokan, jamban, toilet, WC, dan lain-lain. Ini kami juga akan mendorong ke semua setiap sekolah,” kata Puan kepada wartawan, di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (3/2/2016) sore.

Dia mengingatkan, jangan sampai kemudian anak-anak sekolah karena toiletnya atau jambannya tergenang air karena memang sekarang musim hujan, kemudian membuat jentik nyamuk itu bisa tumbuh atau berkembang di sekolah-sekolah.

“Kami harapkan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat untuk bisa menjaga kebersihan di lingkungannya masing-masing, memberikan obat larvasida, pemati jentik nyamuk, yang ada di got-got atau selokan-selokan,” pinta Puan.

Sejauh ini, lanjut Menko PMK, ditemukan satu pasien yang terkena virus Zika di Jambi. Namun kemudian dari hasil paparan yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes), dinyatakan bahwa itu sudah terkendali, bisa diantisipasi, dan kemudian disembuhkan.

Gejala penyakit virus Zika, terang Puan, hampir sama atau sama dengan DBD atau penyakit demam berdarah. Gejalanya itu adalah demam, kulit berbintik merah, sakit kepala, nyeri sendi, kemudian nyeri otot, dan karena itu kemudian terjadi peradangan selaput lendir mata, dan pasien kemudian menjadi lemah.

“Gejala itu terjadi 2-7 hari, dan pada beberapa kasus Zika dilaporkan adanya gangguan saraf sesudahnya,” papar menteri yang juga politisi PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Menkes Nila F. Moloek mengemukakan, virus Zika merupakan satu keluarga dengan virus demam berdarah. Keduanya berasal dari nyamuk yang sama, yakni aedes aegypti.

“Nyamuk tadi yang dikatakan di genangan air bersih. Dia senang di air bersih. Jadi pergantian musim kemarau ke musim hujan ini, nyamuk ini biasanya berkembang kalau kita tidak membersihkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Namun virus Zika ini gejalanya jauh lebih ringan daripada demam berdarah, dimana virus tersebut juga menyebabkan demam dan ada ruam atau merah-merah di bintik-bintik, tapi akan sembuh sendiri dalam 2-7 hari.

Menkes menyatakan penetapan virus Zika menjadi masalah kesehatan masyarakat global oleh WHO sudah tetap sebagai suatu peringatan (warning) agar penyakit tersebut tidak mewabah. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Terima Aliansi Ulama Jatim, Yordan Pastikan Kawal Aspirasi hingga ke Pusat

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Yordan M. Batara-Goa, menegaskan akan mengawal ...
KABAR CABANG

Kebakaran TPA Supit Urang, Kader PDIP Kota Malang Salurkan Masker dan Air Minum

Kader PDI Perjuangan Kota Malang menyalurkan masker bagi warga dan air minum untuk petugas pemadam kebakaran di ...
LEGISLATIF

Reses Fery Sudarsono, Warga Curhat Soal PJU hingga Nasib BKK Desa

MADIUN – Minimnya penerangan jalan umum (PJU), persoalan infrastruktur, hingga ketergantungan desa terhadap Bantuan ...
KRONIK

Kisruh Poktan Maju Makmur, Candra Dorong Regenerasi Kepengurusan Sesuai Mekanisme

JEMBER – Penetapan kepengurusan Kelompok Tani Maju Makmur di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, menjadi salah satu ...
KRONIK

Dorong Ekonomi Berbasis Masjid, Banyuwangi Latih 150 Takmir Kembangkan Masjid Affiliate

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mendorong masjid menjadi pusat pemberdayaan ekonomi ...
KRONIK

Ini, Tiga Pesan Bupati Lukman pada Peringatan Hari Santri dan Wisuda Tahfidz Juz 30

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berharap peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tidak sekadar ...